
Ricko menatap tajam Jasmine yang tersenyum meringis kepadanya.
“Jasmine! Katamu Lesehan itu adalah restoran, tapi ...” Ricko menjeda ucapannya seraya mengedarkan pandangannya di rumah makan yang letaknya ada di pinggir jalan, rumah makan itu juga sangat sederhana, serta dindingnya terbuat dari anyaman bambu. Seumur hidupnya dia tidak pernah memakan di tempat yang seperti ini.
“Ini namanya restoran kaki lima, Pak. Soal rasa boleh di adu dengan makanan dari restoran bintang lima,” jawab Jasmine sambil tersenyum, lalu segera melipat bibirnya saat Ricko semakin menatapnya dengan tajam.
Jika Ricko merasa tidak nyaman di rumah makan itu, berbeda dengan Rayan dan Raisa yang terlihat senang dan santai di sana.
Melihat kedua anaknya yang terlihat senang, membuat Ricko mengurungkan niatnya yang ingin mengajak mereka pindah dari rumah makan tersebut.
“Daddy, cepetan pesan makanannya, kami sudah sangat lapar,” rengek Raisa kepada Ricko.
“Iya!” jawab Ricko seraya mengambil menu makanan yang tergeletak di atas meja yang ada di hadapannya. Dia menatap menu makan yang sudah ada di tangannya, lalu menatap Jasmine yang sedang menatapnya.
“Apa lihat-lihat!” sewot Ricko seraya memberikan menu makanan itu kepada Jasmine. “Kau saja yang pesan!” lanjut Ricko sebelum Jasmine menjawab perkataannya.
Jasmine mendengus kesal, lalu ia segera memesan menu andalan yang ada di rumah makan lesehan yang identik dengan makanan khas sunda.
“Kau sepertinya sangat hafal dengan menu makanan yang ada di sini,” ketus Ricko masih merasa kesal dan cemburu saat membayangkan kalau Jasmine makan di rumah makan itu dengan teman pria gadis itu.
__ADS_1
“Kan, aku sudah bilang, kalau aku sering berlibur ke sini dengan teman-temanku,” jawab Jasmine, merasa jengah karena Ricko sudah dua kali melontarkan pertanyaan yang sama.
“Pria atau wanita?” tanya Ricko lagi, masih tidak puas dengan jawaban Jasmine.
“Ada pria dan wanita,” jawab Jasmine jujur.
“Apakah di antara teman priamu itu salah satunya ada yang menaruh hati kepadamu?” tanya Ricko lagi, mulai mengintrogasi Jasmine.
“He he he, hampir semua teman priaku menyuakaiku dan mengatakan cinta kepadaku, tapi aku tidak pernah menerima cinta mereka,” jawab Jasmine sambil tersenyum tipis, merasa lucu jika mengingat masa kuliahnya dulu. Dia jadi merindukan masa kuliahnya yang belum selesai itu. Mungkin nanti jika ada rezeki, dia akan melanjutkan kuliahnya.
Dada Ricko yang merasa panas dan mendidih langsung terasa dingin, seolah tersiram air es saat mendengar ujung kalimat yang di jelaskan oleh Jasmine.
“Anda kenapa, Pak?” tanya Jasmine sambil menggerakkan salah satu telapak tangannya di depan wajah tampan Ricko yang masih terlihat tersenyum seperti orang yang tidak waras.
“Daddy seperti ayam Tok Dalang yang sedang jatuh cinta dengan ayam kampung sebelah,” celetuk Rayan sangat keras, menyamakan tingkah ayahnya dengan ayam ‘rembo’ yang ada di serial kartun si kembar botak yang sangat di gandrungi oleh seluruh anak-anak Indonesia.
Mendengar suara putranya yang sangat keras mampu menyadarkan Ricko dari lamunannnya, pria itu langsung menatap putranya dengan kesal.
“Apa kamu bilang, Rayan?” tanya Ricko pada pria kecil yang tengah menatapnya dengan kesal.
__ADS_1
“Tidak ada siaran ulang! Lagi pula kenapa sih? Daddy beberapa hari ini seperti orang aneh bila berdekatan dengan Kak Jas?” tanya Rayan membuat Ricko langsung kelabakan.
“Heum ... biar aku tebak, Rayan. Berdasarkan prediksi Nona Raisa ... Daddy Ricko sepertinya sedang jatuh cinta dengan Kak Jas!” celetuk Raisa sambil tertawa pelan lalu segera menutup mulutnya itu dengan kedua tangannya.
“Hah?! Ha ha ha ha.” Jasmine tertawa terbahak saat mendengar ucapan polos Raisa. Sedangkan Ricko menatap tajam kedua anaknya yang kini menundukkan kepala, karena takut kepadanya.
“Mana mungkin Daddy kalian jatuh cinta denganku.” Jasmine berkata dengan suara tersendat di sela tawanya.
“Kenapa tidak mungkin?” tanya Ricko seraya menatap Jasmine dengan dalam.
Jasmine langsung terdiam sembari menggigit bibir bawahnya ketika mendengar pertanyaan Ricko.
“Karena aku dan Bapak mempunyai kasta yang berbeda,” jawab Jasmine apa adanya.
Ricko berdecap sebal, mendengar jawaban Jasmine. Dia ingin menjawab ucapan Jasmine itu, akan tetapi rasa gengsi dan egoisnya menghancurkan segalanya.
***
Pengen nampol Ricko yang gensinya setinggi langit😆
__ADS_1
Jangan lupa like dan dukungannya bestie🥰