
"Cieee ... Pengantin baru." Menggoda pengantin baru adalah kegiatan yang sangat mengasyikkan, apalagi si pengantin wanita tersipu malu dan wajahnya merona seperti buah strobery yang sudah siap di petik.
Pipi Jasmine memanas ketika di goda seperti itu oleh ibu mertuanya. Namun berbeda dengan Ricko yang memasang wajah datar terkesan sebal karena malam pertamanya gagal.
"Bagaimana tadi malam? Apakah sukses?" tanya Kirana kepada menantunya yang kini semakin terlihat malu mendengar pertanyaannya.
"Mom!" tegur Ricko pada ibunya. Saat ini mereka berada di restoran hotel tempat mereka menginap. Mereka di sana untuk sarapan bersama, tapi sayangnya Jeje dan Xander pulang terlebih dahulu karena ada urusan lain yang harus di kerjakan.
"Apa sih?! Mommy hanya menanyakan malam pertama kalian, apakah sukses atau tidak!" jawab Kirana kesal sambil mencebik.
"Tapi, kamu sudah membuat putriku malu, Kirana." Ratih menyahut sambil tersenyum namun kedua matanya menatap putrinya yang semakin merona.
"Oh, ha ha ha ha. Maaf, aku tidak sadar kalau pertanyaanku ini sudah membuat Jasmine malu. Habisnya aku terlalu exited banget soalnya Ricko 'kan sudah memanen hasil benihnya, tapi sayang sekali belum pernah merasakan cara bercocok tanam." Kirana membalas sambil tertawa keras, sambil menatap kedua cucunya yang sedang berada di area bermain di restoran hotel tempat mereka menginap.
Ricko memutar kedua matanya dengan malas menanggapi ucapan ibunya yang absurd, sedangkan Nathan hanya menahan tawa dan meledek Ricko yang sejak tadi terlihat masam.
"Jika di lihat dari wajah pengantin pria, sepertinya malam pertama mereka gagal." goda Nathan sambil menatap putranya yang semakin masam.
Jasmine menggaruk mengusap tengkuknya dengan canggung seraya memalingkan wajahnya yang semakin merona. Kini dia baru menyadari kalau keluarga suaminya itu ternyata sangat absurd.
Ratih menatap putrinya sambil menoel dagu Jasmine, wanita paruh baya itu menjadin ikut-ikutan menggoda Jasmine.
"Bu ..." rengek Jasmine sambil mengerucutkan bibirnya lucu.
__ADS_1
"Dua bocil itu pokoknya harus di singkirkan! Apakah kalian bisa menjaga mereka satu malam saja! Mereka tidak anteng dan tidak menurut kepada pengasuh baru." Ricko berkata dengan lesu tapi lebih cenderung kesal.
"Pak, kenapa berbicara seperti itu?" bisik Jasmine menegur suaminya, dia menjadi malu sendiri dengan ucapan suaminya yang di lontarkan kepada kedua mertuanya.
Ricko tidak menjawab ucapan istrinya, namun pria itu malah mengecup pipi Jasmine dengan mesra, membuat kedua orang tua dan mertuanya langsung berseru heboh.
"Kami tidak bisa janji, kalian tahu sendiri kalau anak kalian itu tidak bisa berjauhan dengan Jasmine," ucap Kirana sambil tersenyum mesem sambil menatap menantunya yang menutupi wajah karena malu.
Ah, pantas saja Ricko tergila-gila kepada Jasmine, ternyata Jasmine itu masih polos dan juga sangat menggemaskan.
Mendengar perkataan ibunya, pundak Ricko langsung melemas.
"Nasib!" gumam Ricko mendesah kasar.
*
*
Si kembar juga sudah bergabung di sana, tapi mereka selalu saja membuat ulah, seperti tidak mau makan secara tiba-tiba dan mereka tidak cocok dengan menu sarapannya.
"Tidak mau! Kami mau sup buatan Mommy saja. Makanan di hotel ini rasanya tidak enak!" keluh Rayan dan Raisa bersamaan kemudian mereka merengek dan menangis keras karena keinginan mereka tidak kunjung di turuti.
"Rayan, Raisa!" tegur Ricko dengan tegas, tapi kedua anak itu berpikir kalau Ricko membentak dan memerahi mereka, akhirnya bocah kembar itu menangis keras.
__ADS_1
Jasmine menatap tajam Ricko yang selalu saja kasar kepada si kembar.
"Sayang, kalian 'kan anak pintar dan baik, kalau anak pinta dan baik tidak boleh mubazir makanan, kalian masih ingat yang Mommy ajarkan kepada kalian?" tanya Jasmine dengan lembut seraya mengusap air mata kedua anaknya secara bergantian.
"Iya, Mommy," jawab si kembar kompak.
"Jadi, kalian harus bersyukur karena bisa makan enak setiap harinya. Jangan menangis lagi dan segera makan makanan kalian, Mommy akan menyuapi kalian." Jasmine berkata lembut sembari melirik pengasuh baru kedua anaknya, seolah dia sedang mengajarkan bersabar dan lembut jika membujuk kedua anaknya.
Pengasuh tersebut mengangguk dan paham, dia akan menerapkannya.
"Iya Mommy. Maafkan kami karena sudah nakal dan tidak bersyukur," ucap Rayan penuh sesal.
"Jangan di ulangi lagi." Jasmine menjawab sambil menyuapi kedua anaknya bergantian.
Ricko menatap istrinya penuh bangga, dia beruntung mendapatkan Jasmine yang baik, sabar, lembut dan cantik.
Bagitu pula dengan kedua orang tuanya sangat senang dengan Jasmine yang kini menjadi menantunya.
"Dia adalah wanita yang sempurna," batin Ricko masih memandang istrinya sambil tersenyum mesem seperti orang waras.
****
Pasukan bucin kayaknya akan bertambah, tapi sayangnya perjalanan Ricko menuju enak-enak masih panjang, ha ha ha ha (Ketawa jahat)
__ADS_1
Jangan lupa, like, Vote, dan juga hadiahnya minimal kopi, he he