
Jasmine memasuki perusahaan Holitron Grup sembari menggandeng kedua anak asuhnya di kiri dan kanan. Gadis tersebut terperangah seraya berdecap kagum ketika melihat betapa mewah dan megahnya perusahaan tersebut.
“Kalian pernah datang ke sini?” tanya Jasmine kepada Rayan dan Raisa.
“Belum pernah, Kak,” jawab Rayan dan di angguki oleh Raisa, bertanda kalau mereka memang belum pernah datang ke perusahaan itu.
Jasmine mengangguk paham lalu ia berjalan menuju meja resepsionis yang ada di lobby perusahaan tersebut. Jasmine menjadi pusat perhatian para karyawan yang ada di lobby tersebut, akan tetapi gadis tersebut tidak memedulikannya.
“Selamat siang, Bu. Apakah kami bisa bertemu dengan Pak Ricko? Sebelumnya kami sudah membuat janji dengan beliau,” ucap Jasmine kepada wanita cantik yang berdiri di balik meja resepsionis tersebut.
Resepsionis wanita itu tidak menjawab pertanyaan Jasmine lebih dulu, akan tetapi kedua matanya memperhatikan penampilan Jasmine dan kedua anak kembar itu.
“Maaf, sebelumnya, di perusahaan ini tidak mengizinkan membawa anak-anak. Kalau boleh tahu Anda siapa dan ada keperluan apa?” tanya resepsionis itu. Pasalnya Ricko bukanlah orang sembarangan, dan tamunya juga pasti berkelas dan orang penting juga, jadi ia harus berhati-hati sebelum menerima tamu untuk bosnya.
“Aku bukanlah orang penting, tapi tadi beliau meneleponku dan menyuruhku untuk membawa anak-anak,” jawab Jasmine apa adanya, akan tetapi ucapan Jasmine yang jujur di anggap remeh oleh wanita tersebut.
“Aduh, Mbak! Siang bolong begini jangan kebanyakan halu! Pak Ricko mana ada urusan dengan kalian atau anak-anakmu itu!” sahut wanita tersebut dengan ketus. “Lagi pula siapa sih ayah dari anak-anakmu itu? Apakah ayah mereka bekerja di perusahaan ini?” tanya resepsionis dengan sinis.
“Emhh ... kalau begitu aku akan menelepon ayah anak-anak ini,” jawab Jasmine kesal sembari merogoh ponsel jadulnya yang ada di dalam tasnya, lalu menghubungi Ricko.
Resepsionis tersebut menggeleng pelan ketika melihat ponsel Jasmine yang sudah ketinggalan zaman.
__ADS_1
“Halo, aku sudah di lobby, tapi tidak di izinkan masuk,” ucap Jasmine kepada Ricko di ujung telepon sana.
“Aku akan ke sana!” Suara Ricko terdengar begitu berat, lalu menutup panggilan tersebut secara sepihak.
Jasmine berdecap kesal sembari menatap layar ponselnya yang sudah gelap bertanda jika sambungan telepon sudah berakhir.
“Kak Jas, apakah Daddy akan ke sini?” tanya Rayan sambil mengerucut sebal, kedua kakinya sudah terasa pegal karena sejak tadi terus berdiri di depan meja resepsionis.
“Iya, Daddy kalian akan ke sini, sabar ya.” Jasmine berkata sembari mengelus pucuk kepala kedua anak asuhnya dengan penuh kelembutan.
“Kalian ini membuang-buang waktuku saja!” kesal resepsionis sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada, dan menatap Jasmine dengan sebal.
“Ha ha ha, memangnya aku peduli! Lagi pula daddymu palingan bekerja menjadi OB!” balas wanita tersebut sambil tertawa keras.
“Ish!!!” Rayan sudah sangat kesal, akan tetapi Jasmine segera menenangkannya.
“Rayan, tidak sopan berkata kasar kepada orang yang lebih tua dari kita,” ucap Jasmine seraya menarik salah satu tangan anak asuhnya itu agar menjauh dari meja resepsionis.
“Tapi, nenek tua itu sudah menghina Daddy!” jawab Rayan tidak terima.
“Apa kau bilang?! Nenek Tua?! Dasar anak kurang ajar!!!” geram resepsionis itu.
__ADS_1
“Siapa yang kau sebut kurang ajar!!!” suara bariton itu mengejutkan semua orang yang ada di sana, termasuk resepsionis yang tidak kalah terkejut, dan mulutnya menganga lebar saat melihat bosnya menghampiri tiga orang yang berdiri di depan mejanya.
“Daddy! Akhirnya Daddy datang!” seru Rayan dan Raisa bersamaan lalu berlari ke arah Ricko.
“A-apa? Daddy?” resepsionis itu terbata dan tubuhnya menggigil ketakutan saat melihat bosnya menggendong dua anak itu dengan penuh kasih sayang.
“Iya, Daddy. D a d d y!” jawab Jasmine seraya mengeja nama ‘Daddy’ dengan jelas dan lantang.
“Hah?!” Resepsionis tersebut masih tidak percaya, pasalnya bosnya itu belum pernah menikah, lalu kenapa sudah mempunyai dua anak sebesar itu?
***
Jangan lupa like dan dukungannya ya 🥰
Visual Jasmine
Visual Ricko, persis kayak bapaknya. Kisah bapaknya ada di Novel My Hot ART, cus baca aja di Noveltoon❤
__ADS_1