
Jasmine tertidur lelap di atas tempat tidur pasien, dan di dalam kamar rawat tersebut hanya ada Ricko dan bayi mungil mereka. Orang tua Ricko, Ibu Jasmine dan kedua anaknya kembali ke rumah, itu pun karena di paksa oleh Ricko.
Ricko duduk di sofa sambil menatap putranya yang juga terlelap di dalam Box bayi. Bayi gembul itu tidur sambil mengecap-ngecapkan bibirnya dan tidak berselang lama merengek, membuat Ricko terkejut dan langsung menggendong bayinya itu sebelum bayinya menangis kencang.
"Stttth ... anak pintar tidak boleh menangis." Ricko menimang-nimang putranya dengan lembut dan hati-hati. "Apakah anak Daddy yang tampan ini haus? Kalau begitu, Daddy hangatkan susu dulu ya." Ricko meletakkan putranya kembali ke dalam Box bayi.
"Sttt, jangan menangis, nanti Mommy terbangun." Ricko berbicara pelan saat putranya akan merengek lagi.
Seolah mengerti dengan ucapan ayahnya, Raka si bayi gembul itu pun langsung terdiam, namun bibirnya tidak berhenti mengecap. Ah, bayi itu sangat menggemaskan sekali.
Ricko segera menghangat ASI yang sebelumnya sudah di siapkan oleh Jasmine sebelum tidur. Ricko sangat telaten dan tidak merasa kesulitan sama sekali karena dulu dia juga berperan sebagai seorang ayah dan ibu untuk si kembar saat masih bayi.
"Makanan untuk si embul sudah siap." Ricko menggoyangkan botol susu yang ada di tangannya, sekaligus mengetes tingkat kehangatan susu tersebut, apakah aman untuk anaknya atau tidak, setelah selesai ia segera menghampiri putranya, akan tetapi ia harus menghela nafas panjang karena putranya itu kembali terlelap.
Ricko meletakkan botol susu itu disudut Box bayi, lalu menyelimuti tubuh mungil itu dengan penuh kelembutan.
"Good Night, Boy." Ricko mengecup pipi gembul putranya.
__ADS_1
Pagi hari sudah tiba.
Jasmine terbangun dari tidurnya saat mendengar putranya menangis. Ia berusaha untuk mendudukkan diri, lalu menatap ke arah suaminya yang tidur di sofa sambil bersedekap di dada.
"Sus, tolong bayiku," ucap Jasmine kepada perawat agar menggendong putranya agar di bawa kepadanya.
"Sepertinya suami Anda tadi malam bekerja keras menjaga si gembul ini." Suster menggendong bayi tersebut dan sambil melirik Ricko yang terlelap di atas sofa.
"Tentu, karena dia adalah pria yang sangat sempurna," jawab Jasmine bangga, seraya menerima bayinya yang diserahkan kepadanya.
__ADS_1
"Anda sangat beruntung." Perawat tersebut memuji sambil menatap dokter yang sedang memeriksa Jasmine dan bayi gembul, keadaan Jasmine yang sudah membaik dari sebelumnya, dokter juga berpesan kalau siang ini bisa pulang ke rumah.
"Apa ada keluhan?" tanya Dokter kepada Jasmine.
"Aku rasa tidak," jawab Jasmine sambil tersenyum tipis.
"Perlu diingat ya, Bu. Kalau wanita yang baru saja melahirkan harus melalui masa nifas selama 40 hari, jadi ..." belum selesai berbicara, dokter tersebut di buat terkejut saat mendengar seruan Ricko yang sejak tadi sudah bangun dan mendengar perkataan mereka.
"Apa yang 40 hari?" tanya Ricko sambil beranjak dari duduknya.
"Ah, itu ... Anda harus berpuasa atau tidak boleh melakukan hubungan suami istri selama 40 hari," jelas dokter membuat wajah Ricko langsung pias dan bibirnya menganga lebar.
"What? Apakah aku harus ..."
"Dad!" Jasmine menatap tajam suaminya, agar suaminya itu berhenti berbicara.
Ricko mengacak rambutnya frustrasi, ia merasa seakan dunianya akan runtuh!
Dokter dan perawat segera keluar dari ruangan tersebut sambil menahan tawa karena melihat tingkah Ricko.
__ADS_1
****
Selamat berpuasa ya, Ricko . Wk wk wk wk