MY SWEET BABYSITTER

MY SWEET BABYSITTER
Hari pernikahan


__ADS_3

Satu bulan kemudian.


Suasana di ballroom hotel mewah di salah satu pusat kota itu terlihat meriah. Para tamu undangan mulai berdatangan untuk menghadiri pesta pernikahan mewah dan meriah pada pagi menjelang siang pada hari itu.


Dekorasi pernikahan dengan Gaya white elegant wedding selalu terlihat memukau. Dihiasi dengan mawar putih dan kristal chandelier yang menggantung mewah di atasnya membuat tampilan begitu mewah dan sangat elegant. Warna putih sendiri selalu dijadikan lambang kasih sayang atau ketulusan.



Indah banget ya🥺🥺😍


Alunan lagu Beautiful In White-Shane Filan yang di nyanyikan salah satu penyanyi ternama di tanah air mengalun indah dan menggema di setiap sudut ballroom hotel tersebut.


...Not sure if you know this...


...Tak yakin apakah kau tahu ini...


...But when we first meet...


...Tapi saat pertama kita berjumpa...


...I got so nervous I couldn't speak...


...Aku sangat gugup hingga tak dapat berucap...


...In that very moment...


...Pada saat itu...


...I found the one and...


...Kutemukan seseorang dan...


...My life had found its missing piece...


...Hidupku menjadi lengkap...

__ADS_1


Janji suci telah terucap beberapa waktu yang lalu, kini pasangan pengantin itu sudah resmi menjadi pasangan suami istri yang sah di mata agama dan negara. Jasmine dan Ricko berada di atas pelaminan, pasangan suami istri itu saling pandang dan saling melemparkan senyum kebahagiaan. Jasmine hari itu sangat cantik dengan gaun pengantin berwarna putih tanpa lengan dan bagian pundak terbuka. Mahkota indah menghiasi kepalanya, dan make-up natural membingkai wajah cantiknya.


Jasmine pada hari itu seperti cinderella, ia begitu cantik dan mempesona membuat siapa saja yang melihatnya berdecak kagum, termasuk Ricko yang sejak tadi tidak bosan memandang kecantikan wanita yang duduk di sampingnya itu.



Mbak Jasmine cantik sekali😍


Begitu pula dengan Ricko, yang terlihat sangat tampan dan gagah dengan setelan tuxedo berwarna putih. Rambutnya yang biasanya terlihat berantakan, kini rapi dan klimis.


“Kenapa menatapku seperti itu?” tanya Jasmine seraya memalingkan wajahnya yang bersemu merah, ia tersipu malu karena sejak tadi pria yang sudah resmi menjadi suaminya itu terus menatapnya.


“Kamu cantik.” Ricko memuji Jasmine dengan nada berbisik.


Blushh


Kedua pipi Jasmine semakin merona di buatnya, wanita cantik itu mengulum senyum sembari menoleh menatap suaminya, “sepertinya hari ini akan hujan lebat dan juga banjir.”


Ricko menaikkan salah satu alisnya, karena tidak mengerti dengan maksud dari ucapan Jasmine.


“Ck!” Ricko berdecap lalu terkekeh pelan seraya menautkan salah satu tangannya ke tangan Jasmine.


“Aku berkata jujur,” jawab Ricko, menatap Jasmine dengan dalam dan penuh cinta.


Jasmine mengulas senyum tipis seraya menatap salah satu tangannya yang di genggam erat oleh Ricko. “Tapi, terdengar membual,” sahut Jasmine sambil tertawa pelan, dan langsung menahan tangan Ricko yang akan melepaskan tautan tangan mereka.


“Ish! Begitu saja marah, aku hanya bercanda!” Jasmine mengerucutkan bibirnya sambil menatap sebal pada suaminya.


“Sama, aku juga bercanda.” Ricko menyahut sambil tersenyum, jujur saja saat ini masih di landa rasa gugup yang luar biasa. Berada di atas pelaminan dan di lihat oleh ratusan tamu undangan membuat nyalinya ciut.


Yang membuatnya tambah gugup dan kesal adalah para sepupunya yang sejak tadi menggodanya. Ya, keluarga Clark berkumpul semua di sana tanpa terkecuali.


Ratih-ibu Jasmine-berdiri berjajar dengan Jeje dan Kirana menyambut para tamu undangan yang berdatangan. Sedangkan Xander dan Nathan menyambut rekan bisnis mereka.


“Terima kasih, Nyonya karena sudah menerima Jasmine apa adanya. Saya tidak menyangka kalau Jasmine akan di pinang oleh putra Anda,” ucap Ratih pada Kirana yang berdiri di sampingnya.

__ADS_1


“Kok manggilnya masih, Nyonya sih? Manggil nama saja, Mbah Ratih,” jawab Kirana memanggil ‘Mbak’ pada Ratih karena usia besannya itu lebih tua 5 tahun darinya.


“Duh, nggak enak jadinya,” jawab Ratih sambil tersenyum mesem.


“Santai saja, Ratih. Kita ‘kan sudah menjadi keluarga. Dan Ricko sangat beruntung mendapatkan putrimu yang cantik dan baik hati,” sahut Jeje sambil menepuk pundak Ratih pelan.


“Oma bisa saja. Justru Jasmine yang beruntung mendapatkan Ricko yang tampan dan mapan,” jelas Ratih.


“Tidak! Kamu salah, Ricko yang beruntung di sini, karena berkat Jasmine juga kami mempunyai cucu-cucu yang menggemaskan. Ah, jadi nggak sabar ingin punya cucu lagi.” Kirana menyahut sambil terkekeh pelan.


“Mereka baru menikah, Kirana, sabar dong.” Ratih menjawab sambil tertawa pelan.


*


*


“Kamu sudah siap untuk malam ini?” bisik Ricko tepat di dekat telinga Jasmine.


“Hah? Siap untuk apa?” Jasmine tidak mengerti.


“Membuat adik untuk si kembar.” Ricko sangat gemas dengan kepolosan Jasmine.


“Tapi, kedua anak kita tidak menginginkan adik bayi! Aku tidak mau!” jawab Jasmine sambil menggelengkan kepalanya beberapa kali, kemudian ia berdiri dari duduknya saat fotografer mengarahkan mereka berdua agar berdiri karena akan diadakan sesi foto keluarga.


“Mine, tapi ‘kan--”


“Mempelai pria di mohon berdiri,” ucap sang fotografer di depan sana.


Ricko berdecap, dengan terpaksa berdiri di samping istrinya.


‘Pokoknya nanti malam harus goal!’ batin Ricko sangat semangat.


***


Selamat untuk Bang Iko dan Mbak Mine, semoga langgeng dan bahagia selalu. Lancar jaya juga malam pertamanya 🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2