MY SWEET BABYSITTER

MY SWEET BABYSITTER
Apakah dia Mommy kami?


__ADS_3

Tangan Ricko terulur untuk menyentuh perut rata Jasmine yang terlihat mulus dan putih itu. Jangkunnya naik turun tidak beraturan dan jantungnya semakin berdegup kencang, saat kedua matanya terfokus pada dua gunung kembar yang tertutup dengan terpal busa. Gunung kembar itu juga terlihat padat, besar dan kenyal.


Pemandangan erotis itu membangunkan sisi liar Ricko. Ricko dalam hati menggeram karena dia tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya, di mana senjatanya di bawah sana sudah bangun tegak dan keras.


“Tahan ... Tahan ... ini adalah cobaan dan godaan ...” ucap Ricko sambil menghembuskan nafasnya berulang kali saat suhu tubuhnya semakin meningkat dan keringat dingin membasahi keningnya, bertanda jika pria tersebut sangat naf*su saat melihat keadaan Jasmine yang seperti itu.


“Daddy! Kami sudah selesai!” seruan Rayan dan Raisa dari dalam kamar mandi mengejutkan Ricko yang sedang fokus menatap gunung kembar Jasmine, kemudian ia segera menurunkan kaos Jasmine agar tidak di lihat oleh anak-anaknya.


Kali ini dia di selamatkan oleh kedua anaknya, tapi tidak tahu untuk selanjutnya, apakah dia bisa menahan diri saat berdekatan dengan Jasmine?


Ricko berjalan menuju kamar mandi sambil membawa pakaian ganti Rayan dan Raisa.


“Daddy! Minyak telonnya mana?” tanya Raisa kepada ayahnya yang akan memakaikan baju kepadanya.


“Kalian ‘kan sudah besar jadi tidak perlu memakai minyak telon lagi,” jawab Ricko.


“Tapi, kata Kak Jas kalau pakai minyak telon itu biar badan kita hangat dan tidak masuk angin,” jawab Rayan sambil menatap ayahnya dengan sebal.

__ADS_1


“Kalian baru kenal dengan Kak Jas berapa lama? Tapi kenapa kalian seolah patuh sekali dengannya?” tanya Ricko dengan nada kesal.


“Baru satu bulan! Tapi, Kak Jas baik, kami sudah menganggapnya seperti ibu kami,” jawab Raisa dan di angguki oleh Rayan, bertanda jika dia setuju dengan saudari kembarnya itu.


“Daddy tidak marah ‘kan kalau kami menganggap Kak Jas seperti Mommy?” tanya Rayan dengan hati-hati ketika tersadar kalau wajah ayahnya berubah masam.


Ricko diam tidak menjawab, pria tersebut langsung keluar dari kamar mandi dan tidak berselang lama kembali masuk sambil membawa minyak telon. “Di mana Daddy harus membalurkan minyak telon ini?” tanya Ricko.


“Di perut dan punggung,” jawab Raisa dengan pelan.


Ricko mengangguk kemudian membalurkan minyak telon itu di punggung dan perut kedua anaknya bergantian. Setelah selesai, Ricko memakaikan pakaian di badan si kembar, setelah selesai Ricko memandang kedua anaknya itu.


“Daddy tidak marah ‘kan?” tanya Rayan sekali lagi dengan nada pelan.


“Marah kenapa?” tanya Ricko seraya menundukkan setengah badannya, menatap kedua anaknya bergantian.


“Marah karena kami menganggap Kak Jas seperti Mommy kami.” Raisa yang menjawab sambil menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Ricko menghela nafas panjang sebelum membalas perkataan putrinya. Dia menipiskan bibirnya seraya mengusap pucuk kepala kedua anaknya bergantian.


“Apakah kalian merasakan sesuatu saat berdekatan dengan Kak Jas?” tanya Ricko serius.


Rayan dan Raisa saling pandang kemudian mereka berdua mengangguk bersamaan. “Kami merasa sangat dekat dengan Kak Jas,” jawab Rayan.


“Ada lagi?” tanya Ricko.


“Heum ... beberapa pelayan juga mengatakan kalau wajah kami sangat mirip dengan Kak Jasmine.” Raisa yang menjawab.


Ricko mengangguk karena dia pun menyadarinya saat pertama kali Jasmine berkerja di rumahnya.


Wajah Jasmine memang sangat mirip dengan si kembar, akan tetapi selama ini Ricko terus menampik perasaannya itu.


“Daddy, apakah Kak Jas sebenarnya adalah Mommy kami yang sedang menyamar menjadi seorang pengasuh?” tanya Rayan secara tiba-tiba membuat Ricko sangat terkejut bukan kepalang.


*

__ADS_1


Jangan lupa gerakin jempol tangannya biar nggak cantengan 🤣


__ADS_2