
Jasmine mengernyit heran ketika baru bangun tidur ia melihat sebuket bunga mawar merah kesukaannya di atas tempat tidur, tepatnya ada di sampingnya. Dan semakin bertambah heran ketika kedua anaknya sudah tidak ada di dalam kamar, karena biasanya si kembar sulit bangun kalau tidak dia bangunkan.
Gadis cantik itu mendudukkan diri seraya mengambil buket bunga itu lalu melihat note yang tertulis di kertas putih yang terselip di antara kelopak bunga mawar merah itu. Lalu Jasmine membaca note tersebut sambil menaikkan salah satu alisnya.
...‘Aku telah menyampaikan pesan ini untuk orang yang paling manis di dunia dan orang itu adalah kamu yang sedang membaca pesan ini, selamat pagi cantik.’ Ricko.
...
Tanpa sadar bibir Jasmine melengkung ke atas setelah selesai membaca pesan tersebut.
“Sejak kapan dia menjadi pandai menggombal dan romantis seperti ini?” Jasmine bergumam sembari mencium aroma bunga mawar dengan penuh perasaan. Kemudian ia beranjak dari tempat tidur sambil meletakkan buket bunga itu dia atas nakas dengan penuh hati-hati, lalu ia ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
*
*
“Apakah semuanya sudah siap?” tanya Ricko kepada semua pelayan yang ada di taman belakang rumah mewah itu.
“Semua sudah siap, Tuan,” jawab para pelayan dengan kompak dan menahan rasa kantuk.
Bagaimana mereka tidak mengantuk kalau selaman suntuk mereka semua di bangunkan oleh Ricko untuk mengerjakan sebuah missi.
“Bagus! Kalau begitu kalian bisa istirahat,” jawab Ricko seraya mengibaskan salah satu tangannya bertanda jika para pelayan itu harus membubarkan diri.
__ADS_1
Ricko tersenyum bahagia saat melihat dekorasi cantik yang ada di taman belakang itu, kemudian ia merogoh sebuah kotak beludru berwarna merah dari kantong celananya, kotak beludru itu berisi cincin yang sangat cantik dengan hiasan berlian berbentuk bunga jasmine di atasnya.
“Semoga rencanaku ini berhasil,” gumam Ricko seraya memasukkan lagi kotak beludru itu kembali ke tempatnya.
*
*
Jasmine sudah selesai membersihkan diri dan berpakaian, seperti biasa gadis itu selalu terlihat sangat cantik dan menawan meski hanya mengenakan pakaian biasa yang harganya murah. Ia keluar kamar untuk mencari keberadaan kedua malaikat kecilnya sekaligus untuk bertemu dengan Ricko.
“Bibi, lihat anak-anak atau tidak?” tanya Jasmine kepada salah satu pelayan yang kebetulan berpapasan dengannya di tangga.
“Mungkin mereka berada di taman belakang, Nona,” jawab pelayan tersebut lalu segera melanjutrkan langkahnya menuju lantai atas.
“Nona? Kenapa Bibi memanggilku seperti itu? Sungguh aneh sekali.” Jasmine bergumam sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, lalu ia kembali mengayunkan kedua kakinya menuruni anak tangga menuju taman belakang.
“Selamat ya, Jasmine,” ucap Jeje seraya memeluk Jasmine dengan erat, dan mengusap punggun gadis itu beberapa kali.
“Nyonya, sebenarnya ada apa ini?” tanya Jasmine dengan segala kebingungannya ketika pekukan itu sudah terurai.
“Anak-anak sudah menunggu kamu di taman belakang.” Jeje mengabaikan pertanyaan Jasmine, kemudian ia segera pergi dari hadapan gadis tersebut.
“Sebenarnya ada apa di taman belakang?” tanya Jasmine kepada dirinya sendiri lalu segera menuju ke taman belakang untuk menuntaskan rasa penasarannya.
__ADS_1
Jeje tersenyum sambil mengacungkan kedua tangannya kepada Kirana dan Nathan, bertanda kalau rencana mereka sudah berjalan dengan lancar. Mereka bertiga saat ini berada di dapur, tepatnya bersembunyi di sana.
“Kenapa aku yang deg-degan?” Kirana berkata sambil menyentuh dadanya.
“Sama, aku juga sangat deg-degan, takut kalau Jasmine menolak Ricko lagi,” sahut Jeje cemas. Pasalnya tadi malam Ricko membangunkan mereka semua dan bercerita kalau di tolak oleh Jasmine.
“Jangan khawatir, Ricko akan melakukan segala cara untuk mendapatkan Jasmine, bukan begitu, Sayang?” Nathan mengerling nakal pada istrinya.
“Ish! Ucapanmu itu mengingatkanku pada masa muda kita dulu, di mana kamu selalu melakukan segala cara untuk mendapatkan aku,” ketus Kirana pada suaminya itu.
“Semua itu aku lalukan demi cinta.” Nathan ingin mengecup bibir istrinya, akan tetapi niatnya itu gagal total saat satu buah teflon mendarat di kepalanya.
Prang!!!
"Awww!" Nanthan memekik sambil mengusap kepalanya yang terasa sangat sakit.
“Dasar anak luknut! Kalau mau mesum jangan di sini!” omel Jeje sambil menatap putranya dengan tajam.
“He he he, damai Mom.” Nathan mengangkat dua jari tangannya membentuk huruf ‘V’ di dekat telinga kanannya.
“Mau di kutuk jadi kodok kamu!” Jeje masih kesal dengan putranya yang selalu tidak tahu tempat.
****
__ADS_1
Jadi ingat Oma Airin🤭🤭
Like-nya jangan lupa ya❤🔥