MY SWEET BABYSITTER

MY SWEET BABYSITTER
You're Mine!


__ADS_3

Tepat jam 1 malam. Ricko merasa kedinginan saat tidur di atas sofa, kemudian ia memutuskan untuk tidur di atas ranjang tepat di sebelah Jasmine. Entah sengaja atau tidak sadar dengan apa yang dilakukannya, hanya Ricko yang tahu. Pasalnya, saat dia berjalan menuju ranjang, kedua matanya terpejam.


Tapi, pada saat dia sedang terlelap tidur, dia merasakan kalau tubuhnya seolah terjatuh ke dalam jurang dan menubruk bebatuan terjal. Seluruh tubuhnya terasa sangat sakit, kemudian ia membuka kedua matanya, kemudian bernafas lega dia saat mengetahui kalau semua itu hanya mimpi, akan tetapi dia di buat terkejut saat posisinya saat ini berada di atas lantai.


“Kenapa aku berada di sini?” gumam Ricko pada dirinya sendiri, sambil beranjak dari atas lantai menuju ranjang yang ada di dekatnya, tapi pergerakannya terhenti saat melihat Jasmine duduk di atas ranjang sembari menatapnya dengan sangat tajam.


“Ada apa? Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya Ricko heran.


“Bapak bertanya kenapa?!” sewot Jasmine seraya beranjak dari ranjang tersebut lalu berjalan menuju sofa.


“Dia kenapa sih? Malam-malam begini nge-reog,” gumam Ricko sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sambil menatap Jasmine yang masih menatapnya dengan penuh kekesalan.


“Kau itu kenapa? Tiba-tiba marah tidak jelas!” seru Ricko tertahan pada babysitter-nya itu.


“Apakah Bapak tidak merasa bersalah sama sekali kepadaku? Kemarin menciumku dua kali dan malam ini Bapak memelukku saat aku tertidur! Anda ini suka mencuri kesempatan!!” Jasmine menjelaskan dengan rasa geram kepada Ricko.


“Hei!!! Kau menunduhkan yang tidak-tidak! Apakah kau sadar saat ini sedang berbicara dengan siapa?” Ricko tentu saja mengelak dengan semua tuduhan Jasmine yang benar adanya. Bukan Ricko namanya kalau mengakui dan meminta maaf dengan mudah.


“Aku sedang berbicara dengan Bos mesum-ku!” jawab Jasmine lalu merebahkan dirinya di sofa dengan perasaan kesal luar biasa.


“Hei. Kau ---” Pria tersebut menghentikan perkataannya saat melihat Jasmine mengubah posisi tidurnya menjadi membelakangi Ricko.


Sepertinya Jasmine benar-benar marah kepadanya, pikir Ricko sambil berdecap sebal. Kemudian ia merebahkan dirinya di atas ranjang sambil memiringkan badannya, menatap punggung Jasmine yang bergerak naik turun dengan teratur.

__ADS_1


“You’re Mine ...” gumam Ricko sambil terus menatap punggung Jasmine


*


*


Tidak terasa pagi hari telah menyapa. Jasmine membereskan semua pakaian kedua anak asuhnya, karena siang nanti mereka akan kembali ke Jakarta.


“Kak Jas, ayo kita jalan-jalan,” ajak Rayan kepada pengasuhnya yang sedang memasukkan pakaiannya ke dalam koper.


“Kak Jasmine sebenarnya mau, tapi kerjaan Kak Jas tidak akan selesai kalau jalan-jalan dengan kalian.” Jasmine memberikan alasan kepada dua anak asuhnya itu, padahal sebenarnya dia saat ini masih kesal kepada Ricko.


“Yahhhhh ...” Kedua anak itu berseru bersama, dan terlihat sangat kecewa.


“Tidak perlu, Pak! Jangan memikirkan aku!” jawab Jasmine sedikit ketus.


Ricko menghela nafas dalam, dia baru sadar kalau pengasuh kedua anaknya itu sedang merajuk kepadanya. Hingga pada akhirnya Ricko menemukan cara jitu untuk membuat Jasmine mengikuti perintahnya. Ricko berjalan mendekati Jasmine yang duduk di sofa. Pria tampan dan gagah itu kemudian menundukkan setengah badannya, dan mendekatkan wajahnya di dekat telinga Jasmine, lalu ia berbisik pelan di sana.


“Kau ingin ikut aku atau aku akan menciummu di depan anak-anak?” bisik Ricko seraya meniup telinga Jasmine dengan lembut, membuat gadis itu menggelinjang geli lalu menatap kesal pada Ricko.


Pada akhirnya Jasmin menuruti permintaan Ricko, ia meninggalkan pekerjaannya untuk menemani kedua anak asuhnya itu berjalan-jalan di Kota Lembang.


“Dasar sinting!” Jasmine terus mengumpati Ricko, akan tetapi umpatannya itu hanya tertahan di dalam hati. Mana berani dirinya mengumpati Ricko secara langsung, bisa-bisa dia pulang ke rumahnya hanya tinggal nama.

__ADS_1


“Jangan mengumpatiku di dalam hati! Keluarkan saja semua uneg-unegmu, dengan baik hati aku akan menjadi pendengar setia.” Ricko menoleh ke belakang, menatap Jasmine yang berjalan di belakangnya.


“Anda terlalu pede sekali, Pak! Tebakan Anda itu salah! Karena saat ini aku sedang memikirkan seorang pria tampan?” tanya Jasmine seraya tersenyum penuh arti, kemudian berjalan mendahului Ricko yang terlihat sangat terkejut.


“Seorang pria tampan? Siapa dia?” Ricko menjadi sangat kesal dan dongkol. Otak dan pikirannya menjadi tidak sinkron setelah mendengar perkataan Jasmine.


“Mine! Eh, maksudku, Jasmine!” seru Ricko kepada Jasmine yang sudah berjalan jauh mendahuluinya. Ricko ingin mengejar Jasmine, akan tetapi kedua tangannya di tahan oleh Rayan dan Raisa.


“Daddy mau ke mana?” tanya Raisa.


“Tentu saja ingin mengejar Kak Jas,” jawab Ricko bertambah kesal, karena dia ingin menuntut penjelasan kepada Jasmine.


“Berani sekali gadis itu memikirkan pria lain!” geram Ricko, namun hanya di dalan hati.


Ciee ... Yang merasa cemburu tapi sulit mengungkapkan cinta. 🤣


“No, tidak perlu di kejar, Dad, biarkan saja Kak Jas menikmati waktunya setelah satu bulan ini mengasuh kami yang nakal,” jawab Rayan dengan kecerdasannya.


“Eh, tapi ...” ucapan Ricko terhenti saat tangannya di tarik oleh kedua anaknya menuju ke arah berlawanan dari Jasmine.


Ah, sial! Anak-anak ini! Kesal Ricko di dalam hati.


***

__ADS_1


Rayan dan Raisa pinter banget🤣🙈


__ADS_2