
Sesuai dengan prosedur yang di anjurkan oleh dokter. Jasmine dan Raisa harus melakukan tes DNA untuk memastikan kalau Jasmine adalah ibu kandung dari Raisa dan harus melakulan serangkaian tes lainnya.
Hasil tes DNA akan keluar 2 minggu lagi. Sambil menunggu hasil tes DNA keluar, Jasmine mempersiapkan diri sebelum melakukan operasi donor tulang sumsum belakang. Jasmine mengonsumsi makanan yang sehat dan olah raga yang teratur agar tubuhnya tetap sehat dan bugar.
“Kak Jas, kenapa belakangan ini sering memakan sayuran organik? Iyuh ... pasti rasanya tidak enak,” ucap Raisa sambil menjulurkan lidahnya seakan akan muntah.
“Iya, apakah Kak Jas sedang diet?” sahut Rayan.
“Benar sekali, Kakak sedang diet sekaligus menjaga kesehatan, kalian juga harus makan sayuran biar sehat dan cepat tumbuh besar,” jawab Jasmine sambil terkekeh pelan saat melihat kedua anak itu bergidik seolah jijik dengan sayur bayam yang sedang ia makan.
Pasalnya kedua anak kembar itu belum mengetahui kalau Jasmine adalah ibu kandung mereka.
Ricko memperhatikan interaksi Jasmine dan kedua anaknya, tanpa dia sadari bibirnya melengkung ke atas.
Raisa tidak sengaja melihat ayahnya sedang mesam-mesem sambil melihat Jasmine. Kemudian ia menyenggol lengan Rayan agar saudara kembarnya itu melihat tingkah ayah mereka.
“Ehem ... Ciee ... Daddy melihat Kak Jasmine sambil tersenyum mesem. Ada apa itu?” goda Rayan sambil menaik turunkan alisnya, menatap ayahnya yang kini terlihat datar sambil menipiskan bibirnya yang sebelumnya tersenyum.
__ADS_1
“Apa? Kapan Daddy tersenyum?!” kilah Ricko dengan gaya cool-nya, akan tetapi dia malah semakin terlihat konyol di depan kedua anaknya.
“Ciee ... ciee.” Kali ini Raisa yang menggoda ayahnya lalu beralih menatap Jasmine yang terlihat cengok sambil menggigit sendok.
“Kalian ini kenapa sih? Dari tadi cia ... cie ... Daddy kalian mana mungkin suka dengan Kak Jas!” Jasmine menggelengkan kepalanya sambil melepaskan sendok yang ia gigit lalu melanjutkan makan malamnya.
“Cieee ... ada yang Ge-Er!!” Ricko berseru kepada Jasmine. “Perasaan anak-anak tidak mengatakan kalau aku menyukaimu!” lanjut Ricko dengan nada sinis, akan tetapi dalam dadanya merasa bersalah setelah mengatakan hal itu.
Jasmine memanyunkan bibirnya lalu menyuapkan nasi ke dalam mulutnya dengan kasar dan rakus. Dan kedua matanya menatap sebal pada Ricko.
“Tidak menyukaiku? Yakin? Bukankah beberapa hari yang lalu Anda sudah mengambil ciu ... emhhh!!!!” pekik Jasmine tertahan karena belum selesai bicara bibirnya sudah di sumpal dengan paha ayam goreng oleh Ricko.
“Eh, bukan apa-apa, Kak Jas hanya salah bicara.” Ricko yang menjawab pertanyaan kedua anaknya itu.
“Sekarang kamu makan dengan baik dan benar ya!!!” ucap Ricko sambil merapatkan giginya dan kedua matanya melotot kepada Jasmine, lalu mengambil sepotong paha ayam lagi dan langsung memakannya.
“Awas kau!!!” Jasmine mendumel tanpa suara sambil mengunyah paha ayam yang ada di mulutnya, sembari menatap kesal pada kulkas lima pintu itu.
__ADS_1
*
*
Selesai makan malam. Anak-anak berlari menuju ruang keluarga karena sebentar lagi acara kartun favorite mereka akan mulai. Sedangkan Ricko dan Jasmine masih berada di ruang makan.
"Aku ingin mengucapkan terima kasih kepadamu," ucap Ricko pada Jasmine yang sedang membereskan meja makan.
"Terima kasih untuk?" Jasmine menatap Ricko dengan tatapan hangatnya.
Jantung Ricko berdebar tidak karuan saat melihat tatapan Jasmine yang begitu hangat dan berhasil menyejukkan jiwa dan raganya yang selama ini terasa gersang.
Ricko menjadi lupa dengan susunan kalimat yang sebelumnya sudah ia hafalkan. Ah, semuanya menjadi berantakan karena tatapan Jasmine yang berhasil membuat Ricko mabuk kepayang.
Sial! Ricko mengumpat di dalam.hati karena otaknya mendadak blank.
***
__ADS_1
Ngakak sama tingkah Ricko🤣🤣🙈🙈🙈
Jangan lupa like-nya ya❤