MY SWEET BABYSITTER

MY SWEET BABYSITTER
Tes DNA


__ADS_3

Jasmine menekuri layar ponsel Ricko dengan serius. Ia membaca satu persatu kalimat yang tertera di layar ponsel mahal itu. Kedua alis Jasmine mengerut, lalu wajahnya berubah syok di barengi dengan kedua mata yang membola, bertanda jika dia sangat terkejut saat membaca semua dokumen yang ada di ponsel Ricko. Setelah selesai, Jasmine menatap Ricko dengan raut wajah dan tatapan yang sulit untuk di artikan.


“Kau sudah membaca semua dokumen itu?” tanya Ricko dan di angguki oleh Jasmine dengan pelan.


“Lalu apa maksud dari semua ini?” Jasmine meminta penjelasan.


Ricko menghela nafas panjang seraya menegakkan duduknya, lalu meletakkan kedua tangannya di atas meja, dan kedua matanya menatap Jasmine dengan serius. “Di dokumen itu tertera jelas kalau kau adalah wanita yang sudah menjual sel telur dan rahimmu 5 tahun yang lalu kepada keluarga kaya raya,” jawab Ricko.


“Apakah ini ada hubungannya dengan Anda, Rayan dan Raisa?” tanya Jasmine menahan rasa terkejutnya, jantungnya kini berdebar tidak karuan seolah ingin loncat dari tempatnya.


“Iya!” jawab Ricko dengan tegas dan lugas.


Sontak saja, Jasmine langsung membekap mulutnya lantaran sangat syok. “Apakah ini berarti Rayan dan Raisa adalah anak-anakku?” tanya Jasmine dengan suara yang bergetar dan kedua mata yang berkaca-kaca, tidak menyangka kalau si kembar adalah bayi-bayi lucu yang pernah ia lahirkan 5 tahun yang lalu melalui operasi caesar.


Ricko tersenyum tipis lalu menganggukkan kepalanya. Ia merasa terharu juga merasa senang karena sosok yang ia cari selama ini berada di dekatnya.

__ADS_1


“Oh Tuhan!” Jasmine memekik senang sambil menangis tersedu-sedu saat melihat anggukan kepala Ricko, yang bertanda kalau si kembar adalah anak kandungnya.


Ricko terdiam sembari menatap Jasmine yang menangis di hadapannya, rasanya ia ingin mengusap air mata yang membasahi pipi mulus itu akan tetapi rasa gengsi yang setinggi gunung itu masih membentengi hatinya. Ricko yang sudah mengangkat salah satu tanganya pun menurunkannya kembali, lalu beralih mengambil tisu dan memberikannya kepada Jasmine.


“Terima kasih, Pak.” Jasmine menerima tisu pemberian dari Ricko, kemudian ia mengusap air mata yang membanjiri pipinya dengan tisu tersebut.


“Jas, apakah kau bersedia untuk melakukan tes DNA?” tanya Ricko kepada Jasmine ketika gadis itu sudah merasa tenang.


“Tes DNA? Untuk apa? Bukankah Anda sudah yakin kalau aku ini adalah ibu dari si kembar?” Jasmine balik bertanya dengan kening yang mengkerut.


“Ya, aku sudah sangat yakin kalau kau adalah ibu kandung dari anak-anakku, akan tetapi keluargaku tidak akan mudah percaya begitu saja, maka dari itu tes DNA adalah jalan satu-satunya untuk meyakinkan mereka.” Ricko memberikan penjelasan kepada Jasmine.


*


*

__ADS_1


Jasmine sudah keluar dari ruangan Ricko, kini ia menuju ke kamar si kembar yang ternyata adalah kedua anak kandungnya sendiri. Jantung Jasmine berdetak tidak karuan saat memasuki kamar tersebut, dan kedua matanya berkaca-kaca saat melihat 2 malaikat kecil sedang terlelap di atas tempat tidur masing-masing.


“Ya Tuhan, dunia ini ternyata begitu sempit. Ternyata mereka berdua adalah anak-anakku, pantas saja selama ini aku merasa mempunyai ikatan batin yang kuat dengan kedua malaikat kecil ini.” Jasmine bergumam sembari berjalan menuju tempat tidur Rayan, kemudian ia mengecup kening pria kecil itu dengan penuh kasih sayang, tidak lupa ia mengusap rambut tebal Rayan dengan lembut. Lalu Jasmine beralih menuju tempat tidur Raisa, ia melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan kepada Rayan.


“Raisa ... bukankah gadis kecil ini membutuhkan donor sumsum tulang belakang dari ibu kandungnya, dan ternyata ibu kandungnya adalah aku ...” Jasmine berkata pelan sambil mengusap pipi tirus Raisa dengan lembut. Sebagai seorang ibu tentu saja hati Jasmine langsung tergerak untuk melakukan yang terbaik untuk anak-anaknya.


Jasmine segera beranjak keluar dari kamar tersebut untuk menemui Ricko.


Pucuk di cinta ulam pun tiba. Jasmine bertemu dengan Ricko tepat di depan kamar kedua anak kembarnya.


“Ada apa?” tanya Ricko ketika melihat Jasmine terlihat tergesa.


“Pak, aku akan mendonorkan sumsum tulang belakangku untuk Raisa,” ucap Jasmine menatap Ricko dengan serius.


Ricko tersenyum bahagia, kemudian ia menganggukkan kepalanya dengan cepat.

__ADS_1


****


Like dan Vote-nya ya❤


__ADS_2