MY SWEET BABYSITTER

MY SWEET BABYSITTER
Pengen punya cicit lagi


__ADS_3

Jasmine tersenyum geli melihat suaminya makan dengan rakus.


"Tidak ada yang meminta makananmu." Jasmine menggeleng lalu menyuapkan nasi ke dalam mulutnya.


"Aku sangat kelaparan." Ricko berbicara dengan mulut penuh.


"Kau lebih mementingkan kesejahteraan ular pitonmu dari pada perutmu sendiri," ledek Jasmine.


"Karena itu yang terpenting," sahut Ricko tanpa menoleh karena fokus pada makanannya.


"Ah, yang benar saja!" Jasmine menggelengkan kepalanya sambil berdecap. Lalu ia kembali fokus pada makanan siangnya.


"Setelah selesai makan, aku akan segera pulang. Takutnya anak-anak rewel," lanjut Jasmine seraya meletakkan piring lalu beralih mengambil air minum.


"Apakah kamu tidak bisa tinggal di sini dan menemaniku sampai pulang nanti?" mohon Ricko pada istrinya.


"Yakin ingin aku tetap di sini? Yang ada nanti kamu di pecat sama dewan direksi karena bukannya bekerja malah bercinta." Jasmine menggoda suaminya kemudian ia tertawa pelan.


"Mau bagaimana lagi, habisnya enak sih." Ricko menjawab sambi memasukkan suapan terakhir ke dalam mulutnya.

__ADS_1


Jasmine memutar kedua matanya dengan malas mendengar jawaban suaminya, kemudian ia membereskan meja karena makan siang sudah selesai.


Ricko tersenyum sambil menatap istrinya. Ternyata bercinta itu rasanya sangat nikmat, kalau tahu begini seharusnya menikah sejak dulu. Ricko sangat menyesalinya.


Sepertinya Ricko sudah mulai kecanduan sama apem legitnya Jasmine.


*


*


Rayan dan Raisa sangat senang mendapatkan mainan baru. Mereka saat ini sudah berada di rumah oma dan opa buyutnya.


"Kalian senang 'kan?" tanya Jeje kepada kedua cicitnya.


"Sangat senang, Oma. Terima kasih." Raisa menjawab sambil memeluk boneka barbie-nya yang sudah lama dia inginkan.


Jeje mengangguk dan tersenyum, lalu ia mengusap kepala cicitnya bergantian.


"Tapi, apakah nanti Mommy akan marah? Karena mainan kami ini harganya sangat mahal?" tanya Raisa dengan raut wajah yang berubah sendu karena merasa bersalah.

__ADS_1


"Kenapa Mommy kalian harus marah?" tanya Jeje penasaran.


Rayan meletakkan mainannya lalu mendekati Raisa dan duduk di sebelahnya.


"Itu karena Mommy pernah berpesan kalau membeli sesuatu harus yang bermanfaat, dan tidak boleh mahal-mahal. Kata Mommy juga dari pada untuk membeli mainan mahal lebih baik uangnya di sumbangkan ke yatim piatu." Rayan memberikan penjelasan kepada oma buyutnya.


Jeje mengulas senyum, dia terharu mendengar penjelasan cicitnya. Tidak menyangka kalau Jasmine sudah menanamkan jiwa sosial kepada si kembar sejak dini. Dia bangga mempunyai cucu menantu seperti Jasmine.


"Yang di katakan Mommy kalian benar, tapi mainan yang kalian dapatkan ini adalah hadiah dari Oma dan Opa buyut, jadi Oma rasa Mommy kalian tidak akan marah," jawab Jeje pada kedua cicitnya.


"Benarkah Mommy tidak akan marah?" Raisa kembali ceria.


"He-em, Mommy kalian adalah ibu yang baik dan sayang kepada anak-anaknya, dia pasti mengerti. Sekarang kalian ke kamar untuk tidur siang, Oma akan menghubungi Mommy kalian, untuk memberitahukan kalau kalian berdua akan menginap di sini," ucap Jeje kepada kedua cicitnya yang terlihat sangat senang.


"Baik, Oma." Rayan dan Raisa segera berlari menuju lantai atas di mana kamar mereka berada.


Jeje tersenyum melihat kedua cucunya yang berlarian sambil bercanda dan tertawa riang.


"Mereka anak-anak yang sangat menggemaskan. Jadi ingin punya cicit lagi, aku harus segera berbicara dengan Jasmine." gumam Jeje sambil menahan tawa dan mengambil ponselnya untuk menghubungi cicit menantunya.

__ADS_1


***


Jangan lupa like dan dukungan lainnya❤😘


__ADS_2