MY SWEET BABYSITTER

MY SWEET BABYSITTER
Wanitaku (TAMAT)


__ADS_3

Hari berlalu dengan begitu cepat, tidak terasa usia pernikahan Ricko dan Jasmine sudah memasuki bulan ke-enam. Mereka menjalani biduk rumah tangga dengan penuh kebahagiaan, meski terkadang pasangan itu sering bertengkar hanya karena masalah sepele atau perbedaan pendapat.


"Sudah siap?" tanya Ricko kepada istrinya yang sedang berada di dalam kamar. Hari ini Ricko, dan Jasmine akan menyaksikan pentas seni si kembar.


Ya ... si kembar sudah masuk sekolah TK 6 bulan yang lalu. Dan di sekolah mereka sekarang mengadakan pentas seni merayakan hari ibu.


"Sudah, aku sudah sangat siap." Jasmine menjawab sambil memakan roti dengan rakus hingga membuat kedua pipinya mengembang.


"Kerjaanmu hanya makan saja." Ricko menggandeng tangan istrinya dengan mesra, lalu beralih mencium pipi istrinya  dengan gemas.


"Hei! Aku makan banyak bukan untuk diriku sendiri! Apakah kau tidak melihat  jika perutku sekarang terlihat bulat?!" Jasmine melirik suaminya sebal, seraya melanjutkan makan roti dengan rakus dan cepat.


"Ha ha ha ha, maafkan aku, Sayang. Aku lupa kalau sekarang kamu sedang mengandung si kecil." Ricko tersenyum lalu mengelus perit istrinya dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"Ish, kamu ini!" Jasmine masih sebal kepada suaminya.


"Maaf, sekali lagi maafkan aku, jangan marah lagi, oke." Ricko membujuk istrinya agar tidak merajuk lagi, maklum selama kehamilan emosi Jasmine tidak stabil, dari situ Ricko belajar bersabar dan mengendalikan emosi.


"Hem ... belikan aku blackforest, dan juga buah es krim yang banyak," pinta Jasmine sambil mengerucutkan bibirnya dengan tajam.


"Astaga! Ingat kata dokter jika kamu sudah tidak boleh makan yang manis-manis lagi." Ricko mengingatkan istrinya, karena bayi yang ada di dalam kandungan Jasmine sudah berukuran besar karena istrinya itu suka makan manis sejak awal kehamilan.


"Ini yang terakhir kalinya, please." Mohon Jasmine seraya menatap suaminya sambil mengedipkan kedua matanya berulang kali dan memasang wajah lucu dan menggemaskan.


"Hais! Jangan memasang wajah seperti itu! Oke, baiklah aku akan membelikannya untukmu, tapi janji ini yang terakhir kali!" Ricko mengacak rambut istrinya dengan gemas, lalu beralih mencubit pipi cubby Jasmine.


"Iya, aku janji. Terima kasih, Daddy Sayang." Jasmine memeluk lengan kekar suaminya dengan mesra sambil menggoyangkan tangan itu beberapa kali, hingga membuat Ricko terkekeh.


"Ayo, kita harus segera berangkat karena si kembar pasti akan marah jika kita terlambat." Ricko menggandeng tangan istrinya, keluar dari kamar menuju halaman rumah dengan hati-hati dan perlahan.


*


*


Kasih ibu kepada beta


Tak terhingga sepanjang masa


Hanya memberi tak harap kembali


Bagai sang surya menyinari dunia


Kasih ibu kepada beta


Tak terhingga sepanjang masa


Hanya memberi tak harap kembali


Bagai sang surya menyinari dunia


Nyanyian 20 anak-anak di atas panggung sambil menggoyangkan badan ke kanan dan ke kiri, mereka menyanyikan lagu KASIH IBU dengan ceria dan sangat kompak. Di antara barisan 20 anak itu ada Rayan dan Raisa yang bernyanyi sambil tersenyum kepada orang tua mereka yang melambaikan tangan ke arah mereka.


"Ah, mereka sangat menggemaskan bukan? Mereka memang anak-anakku yang sangat cerdas, manis, dan sangat imut." Jasmine berkata sambil menyatukan kedua tangannya di dada sambil menatap kedua anaknya penuh bangga.


"Ingat, Sayang. Mereka cerdas, cantik dan tampan karena aku adalah ayah mereka," ucap Ricko penuh percaya diri.


"Benarkah?!" Jasmine melirik sebal suaminya, lalu ia bertanya kepada wanita yang duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Permisi, Bunda. Apakah Anda melihat kedua anak kembarku? Apakah mereka seperti ayahnya?" tanya Jasmine sambil tersenyum ramah.


Wanita tersebut melirik Jasmine lalu beralih melirik Ricko yang tersenyum kepadanya.


"Si kembar sangat mirip dengan Anda, Bunda. Mereka sangat cerdas dan juga sangat lucu," jawab wanita tersebut.


"Oh, begitu ya ... terima kasih banyak," ucap Jasmine sambil menundukkan sedikit kepalanya.


Jasmine menyipitkan kedua matanya sambil tersenyum, lalu ia menoleh dan menatap suaminya yang terlihat masam.


"He he he, Daddy dengar sendiri kalau anak-anak mirip denganku?" ucap Jasmine meledek suaminya.


"Cih! Aku pastikan kalau si kecil akan mirip denganku!" sahut Ricko seba.


"Oke, kita buktikan saja nanti." Jasmine tersenyum lalu kembali fokus pada anak-anaknya yang bernyanyi di atas panggung.


"Ah, anak-anakku yang manis." Jasmine tersenyum bahagia.


*


*


Pentas seni sudah selesai, anak-anak sudah turun dari panggung dan berkumpul di salah satu ruangan yang di gunakan untuk mengambil foto.


"Kalian sangat hebat!" Jasmine memuji kedua anaknya seraya mengacungkan kedua jempol tangannya ke arah si kembar.


"Terima kasih, Mommy." Si kembar memeluk Jasmine bersamaan.


"Dedek bayi bergerak!" seru Rayan ketika dia merasakan pergerakan kecil dari perut ibunya. Pria kecil itu sangat terkejut bukan kepalang.


"Benarkah? Apakah dedek bayi akan segera keluar?" Raisa menyetuh perut ibunya dan mengelusnya perlahan, tiba-tiba dia juga sangat terkejut saat merasakan tendangan dari perut ibunya.


Ricko terdiam sesaat, karena pada masa kehamilan si kembar dia tidak berada di sisi Jasmine, dia menjadi merasa bersalah kepada istrinya.


Melihat suaminya yang diam saja, Jasmine tersenyum dan langsung menjawab pertanyaan kedua anaknya.


"Tentu kalian seperti dedek bayi, bahkan kalian sering bertengkar saat berada di dalam perut Mommy," jawab Jasmine mengulas senyum.


"Aku percaya itu, karena sampai saat ini pun kami sering bertengkar." Rayan membenarkan sambil menatap saudari kembarnya.


Raisa mencebikkan bibir sambil menatap kesal pada Rayan.


Pembicaraan mereka harus terhenti karena wali kelas memanggil mereka untuk mengambil foto bersama keluarga.


*


*


Acara foto keluarga di sekolah sudah selesai. Jasmine dan Ricko pulang terlebih dahulu, namun si kembar masih berada di sekolah karena masih ada satu acara lagi yang harus di selesaikan, si kembar akan di jemput oleh sopir nantinya.


"Maafkan aku." Ricko menggenggam tangan istrinya dengan erat, pria tersebut terlihat sangat menyesal dengan segala hal yang sudah terjadi selama ini.


"Maaf untuk apa?" Jasmine menatap suaminya yang sedang menyetir mobil.


Ricko menghela nafas kasar sebelum menjawab pertanyaan istrinya.


"Maaf, atas semuanya. Aku bukan suami dan ayah yang baik untukmu dan  anak-anak kita." Ricko menepikan mobilnya di tepi jalan yang agak lebar. Kemudian ia menatap istrinya dengan lekat.

__ADS_1


"Kamu ini  bicara apa? Kamu selama ini sudah menjadi ayah yang baik dan sempurna untukku dan anak-anak." Jasmine menatap bingung kepada suaminya yang tiba-tiba berkata seperti itu.


"Lima tahun yang lalu ..."


"Semua sudah berlalu, tidak penting membahas masa lalu. Dan sekarang yang penting adalah masa depan kita dan anak-anak, paham!" Jasmine menangkup wajah suaminya dengan kedua tangannya, lalu ia melayangkan sebuah ciuman lembut di bibir tebal Ricko.


"Aku paham, tapi bagaimana pun rasa bersalah itu tetap ada." Ricko bersuara ketika ciuman mereka terlepas.


"Apakah kamu tidak bahagia bersamaku? Ataukah kamu menikahiku karena rasa bersalah?"


"Sayang, tentu saja aku sangat bahagia dan sangat mencintaimu." Ricko menjawab cepat sebelum menimbulkan kesalahpahaman yang berujung pertengkaran.


"Jika itu yang kamu rasakan, maka jangan membahasnya lagi dan cobalah untuk melupakannya!" tegas Jasmine lalu menyandarkan kepalanya di pundak suaminya.


Ricko mengecup pucuk kepala Jasmine dengan mesra lalu memeluk erat istrinya.


"Aku sangat mencintaimu, Mine. Aku harap kita bisa terus bersama sampai tua nanti."


"Aku juga berharap seperti itu," jawab Jasmine seraya mendongak menatap wajah tampan suaminya dari samping bawah, karena ia saat ini masih menyandarkan kepalanya di pundak Ricko.


"Terima kasih banyak, Mine. Kau adalah wanita sempurna di dalam hidupku." Ricko berbisik dengan mesra, lalu mengelus perut buncit istrinya dengan lembut.


"Sekarang pandai membual ya?" Jasmine terkekeh menggoda suaminya.


"Huh! Kenapa kau selalu mengacaukan moment romantis yang selalu aku ciptakan!" kesal Ricko lalu mendorong kepala istrinya yang masih bersandar di pundaknya.


"Ya ampun! Aku hanya bercanda, kenapa kau sensitif sekali sih!" Jasmine menjawab tidak kalah kesal.


Ricko kembali menjalankan mobilnya sambil mendengar ocehan istrinya yang tiada henti. Di dalam hatinya dia sangat senang mendengar istrinya mengoceh seperti itu.


Kalian tahu hal yang membahagiakan di dalam hidup ini adalah mendengar pasangan kita mengoceh setiap hari. Justru jika pasangan kita tidak mengoceh itu rasanya sangat aneh dan merasa ada sesuatu yang hilang, hal itulah yang di rasakan oleh Ricko saat ini.


"Dia seperti penyihir jahat, tapi entah kenapa aku sangat mencintainya." Ricko bergumam di dalam hati sambil menatap istrinya yang masih saja marah dan melampiaskan rasa kesal kepadanya.


"Kau mendengarkan aku atau tidak?!" Jasmine melotot tajam kepada suaminya.


"I Love You, Mine," jawab Ricko seraya mengulas senyum dan menatap istrinya dengan dalam dan penuh cinta.


Jasmine langsung meleleh ketika mendengar ungkapan cinta suaminya yang sangat tulus. Wanita hamil itu langsung memeluk lengan kekar suaminya seraya merebahkan kepalanya di pundak yang lebar dan kokoh itu.


"Aku juga sangat mencintaimu." Jasmine menjawab dari hati yang terdalam.


Ricko tersenyum bahagia lalu mengecup pucuk kepala istrinya dengan mesra.


"Terima kasih," ucap Ricko, memacu kendaraannya membelah jalanan ibu kota pada siang hari itu menuju rumah.


Jasmine tersenyum sambil menatap jalanan yang padat, merasakan betapa hangat dan nyaman ketika berada di dekat suaminya.


"Ketika aku mengatakan aku mencintaimu, aku tidak mengatakannya dengan santai. Aku mengatakannya untuk mengingatkanmu bahwa kamu adalah segalanya bagiku, dan hal terbaik yang pernah terjadi padaku dalam hidup. I LOVE YOU, MINE." Ricko berkata di dalam hati.


 "Aku selalu dipenuhi dengan rasa kebahagiaan dan kedamaian yang mendalam setiap kali memikirkan fakta bahwa kita akan menghabiskan sisa hidup kita dalam pelukan satu sama lain, I LOVE YOU, DADDY." Jasmine semakin mengeratkan pelukannya di lengan kekar suaminya yang tidak memegang stir mobil.


...🍃🍃🍃TAMAT🍃🍃🍃...


Akhirnya kita sudah di ujung kisah cinta Ricko dan Jasmine.


Terima kasih atas dukungan kalian semua, dan tanpa kalian Emak tidak akan sampai di titik ini. Dan jangan lupa mampir ke karya aku yang lainnya.

__ADS_1


Sekali lagi Emak ucapkan banyak terima kasih, dan semoga kalian semua selalu sehat dan dalam lindungan Tuhan di mana pun kalian berada, amin.


❤❤😘😘😘😘


__ADS_2