
Ricko segera memalingkan wajahnya, lalu segera beranjak dari duduknya sembari berkata, “aku tunggu di lobby!” Setelah mengatakan hal tersebut, Ricko segera keluar dari ruangan tersebut tanpa menatap Jasmine.
Jasmine menatap punggung lebar dan kokoh itu. Kemudian ia segera mengajak kedua anak kembar tersebut keluar dari sana mengikuti Ricko dari belakang.
*
*
Sampai di lobby, resepsioni yang sudah di pecat Ricko masih berada di sana. Wanita tersebut memohon kepada Jasmine agar berbicara kepada Ricko untuk tidak memecatnya.
“Jangan seperti ini! Baiklah, aku akan berbicara dengan Pak Ricko,” ucap Jasmine seraya menarik salah satu tangannya yang di pegang oleh resepsionis tersebut.
“Terima kasih, terima kasih banyak, Bu,” ucap resepsionis tersebut.
Jasmine mengangguk dan tersenyum tipis, kemudian ia segera melanjutkan langkahnya sambil menggandeng kedua anak asuhnya yang terlihat tidak suka dengan respsionis tersebut.
“Pokoknya Kak Jas tidak boleh berbaik hati kepada nenek tua itu!” protes Rayan dan Raisa bersamaan.
“Eh, tidak baik loh berbicara seperti itu. Karena membantu sesama itu adalah sebuah kebaikan yang sangat mulia dan di sukai oleh Tuhan,” ucap Jasmine seraya menghentikan langkahnya saat sudah sampai di dekat mobil mewah Ricko yang sudah terparkir di depan lobby. Jasmine sedikit menundukkan setengah badannya, menatap kedua anak asuhnya dengan tatapan yang berbinar terang, kemudian ia menoel hidung Rayan dan Raisa bergantian.
__ADS_1
“Tapi, nenek sihir itu sudah jahat kepada kita.” Rayan masih kekeuh dengan pendiriannya.
“Benar, tapi tidak baik kalau kejahatan itu di balas dengan kejahatan. Kalau semua orang seperti itu maka di dunia ini tidak akan ada orang baik seperti Daddy, Aunty, Opa, dan Oma.” Jasmine berusaha untuk menjelaskan hal yang baik dan positif kepada anak asuhnya itu.
“Kak Jas benar!” Raisa berseru lucu dan di angguki oleh Rayan, bertanda kalau pria kecil itu setuju dengan saudari kembarnya. Dua anak pintar itu dengan cepat memahami penjelasan Jasmine.
“Kalian kenapa lama sekali?!” Kali ini Ricko yang berseru dari dalam mobil. Pria tampan itu sudah duduk di balik kemudi mobil dan memakai kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancungnya.
Sungguh ... pria tersebut sangat tampan dan mempesona bagi wanita manapun yang melihatnya, termasuk Jasmine yang mulai tertarik dengan majikannya itu, akan tetapi dia berusaha untuk membangun benteng besar di hatinya, mengingat statusnya yang hanya seorang pengasuh.
“Daddy tidak sabaran sekali! Kak Jas, duduk di depan saja!” Rayan membukkan pintu depan untuk Jasmine, lalu mendorong Jasmine agar mau duduk di samping Daddy-nya.
“Jas!” Suara bariton itu membuat Jasmine ciut, dan akhirnya mau tidak mau akhirnya Jasmine duduk di jok depan, di samping Ricko yang mengemudi.
Lalu Rayan dan Raisa sudah duduk manis di jok belakang.
“Hari ini adalah hari spesial untuk kalian berdua. Jadi, kalian mau ke mana pun akan Daddy kabulkan,” ucap Ricko kepada kedua anaknya.
“Benarkah, Dad?” seru Rayan dan Raisa bersamaan.
__ADS_1
“Iya!” jawab Ricko sambil menoleh ke belakang menatap kedua anaknya yang terlihat sangat bahagia.
“Kalau begitu kami ingin pergi ke Farm house di Lembang!” seru Rayan dan Raisa.
“Hah?! Jauh sekali,” celetuk Ricko.
“Katanya Daddy akan mengabulkan permintaan kami!” Kedua anak itu cemberut lucu sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada seraya memalingkan wajahnya kesal, enggan menatap daddy mereka.
“Iya sih, tapi dari mana kalian tahu wisata itu?” tanya Ricko.
“Dari Youtube.” Jasmine yang menjawab tanpa menatap Ricko. Gadis itu berusaha untuk menetralkan detak jantungnya yang sejak tadi seperti genderang perang saat berdekatan dengan Ricko.
“Oh.” Ricko hanya membulatkan mulutnya membentuk huruf ‘O’.
“Hanya begitu saja responsnya? Dia juga tidak merasa bersalah setelah mencuri ciuman pertamaku! Dasar kulkas lima pintu menyebalkan!” geram Jasmine di dalam hati.
***
Ricko itu lagi menahan gugup Jas 🤣🙈
__ADS_1