
“Daddy, hanya bercanda, maaf ya.” Ricko berbicara pada kedua anaknya yang sekarang sudah tenang dan duduk di ruang tengah dengan raut wajah yang masih terlihat sendu.
“Kami sebal dengan Daddy!” rengek Rayan dan Raisa kompak.
Jasmine langsung memeluk kedua anaknya itu sambil melotot horor ke arah Ricko. Ricko yang di tatap seperti itu hanya tersenyum meringis menanggapinya.
“Kalian ini seperti anak kecil saja sudah membuat kedua cicitku bersedih seperti ini!” omel Xander yang baru turun dari lantai atas menggunakan tongkatnya, lalu bergabung di ruang tengah dengan yang lainnya.
Pria yang usianya sudah memasuki 80 tahun itu duduk di samping istrinya, meski usianya sudah tua tapi wajahnya masih terlihat tampan walau ada beberapa kerutan di wajahnya, dan fisiknya juga tidak seperti dulu lagi.
Pandangan Xander beralih pada Jasmine yang duduk di samping si kembar. “Jasmine, selamat bergabung dengan keluarga ini, semoga kamu kelak bisa menjadi istri dan ibu yang baik untuk Ricko dan anak-anakmu,” ucap Xander sambil tersenyum tipis.
“Amin, dan terima kasih, Opa,” jawab Jasmine tersenyum dan mengangguk sopan. Jasmine merasa senang, dan tidak menyangka kalau keluarga Clark akan menerimanya dengan terbuka tanpa memandang statusnya yang hanya sebagai seorang babysitter.
__ADS_1
“Oh, lalu bagaimana dengan rencana pernikahan kalian?” tanya Jeje seraya menatap Ricko dan Jasmine bersamaan.
“Biar kami yang mengurusnya, Mom,” sahut Nathan pada kedua orang tuanya.
“Kalian tidak keberatan ‘kan kalau Daddy dan Mommy yang mengurus pernikahan kalian?” tanya Nathan pada Ricko dan calon menantunya.
Jasmine dan Ricko saling pandang, kemudian keduanya mengangguk pelan sambil tersenyum.
“Tentu kami tidak keberatan,” jawab Ricko tersenyum tipis.
“Mommy akan ikut membantu kalian.” Jeje berkata kepada menantunya, dan di angguki Kirana dengan senang hati.
“Karena Daddy sudah tua, jadi Daddy hanya bisa memberikan doa, agar semuanya lancar sampai hari H.” Xander menatap semua orang yang ada di ruang tengah itu, dan tatapannya berhenti pada istri tercintanya.
__ADS_1
Jeje membalas tatapan suaminya, seraya merangkul salah satu lengan suaminya dengan mesra.
Jasmine melihat pemandangan itu menjadi iri, dan dia berdoa semoga kelak nanti hubungannya dengan Ricko selalu mesra dan langgeng sampai tua.
“Sebenarnya mau ada acara apa? Kenapa kalian semua terlihat sangat sibuk?” tanya Rayan kepada semua orang yang ada di ruang tengah itu.
“Daddy dan Mommy akan menikah, jadi semua orang akan sibuk untuk mempersiapkannya,” jawab Jeje pada cicitnya yang sangat menggemaskan itu.
“Menikah itu apa?” kali ini Raisa yang bertanya dengan raut wajah yang menggemaskan.
“Menikah itu mempersatukan Daddy dan Mommy dalam ikatan suci pernikahan, dan membangun keluarga yang bahagia untuk selamanya. Kalian mungkin masih tidak mengerti, tapi tidak mengapa suatu saat nanti kalian akan paham dengan sendirinya dengan arti pernikahan,” jelas Kirana pada kedua cucunya itu.
Rayan dan Raisa kompak mengangguk, lalu keduanya itu mendudukkan diri di atas pangkuan Jasmine.
__ADS_1
“Mommy pasti merasa berat memangku kalian, sini sama Daddy.” Ricko menepuk pahanya, agar kedua anaknya berpindah di pangkuannya, tapi ternyata si kembar masih marah dengannya.
“Tidak mau! Kami sebal dengan Daddy!” sahut si kembar bersamaan sambil menggembungkan pipi dan memalingkan wajah kesal.