
Hari ini adalah hari yang mendebarkan untuk pasangan suami istri yang sebentar lagi akan menyambut keluarga baru mereka. Jasmine berada di ruang operasi dan di temani oleh suaminya. Para tim dokter sedang bekerja keras mengeluarkan bayi mereka melalui operasi caesar.
"Sayang, dulu bagaimana kamu menghadapi semua ini sendiri? " tanya Ricko sangat ingin tahu.
"Jangan di bahas lagi," jawab Jasmine pada suaminya.
Ricko terdiam lalu mengecup kening istrinya dengan mesra, rasa bersalah dan penyesalan masih ada di dalam hatinya. Maka dari itu ia akan menebus semua kesalahannya selama ini dengan cara memberikan kebahagian berlimpah kepada istri dan anak-anaknya.
"Apakah kamu merasakan sakit?" Ricko menangkup wajah cantik Jasmine dari atas, dia tersenyum lalu mengusap pipi cubby istrinya dengan penuh kelembutan.
Jasmine menggeleng lalu membalas senyuman suaminya.
"Terima kasih, karena sudah hadir dalam hidupku," bisik Ricko penuh haru.
Jasmine lagi-lagi tersenyum dan mengangguk, "terima kasih juga sudah menjadi suami yang baik untukku dan anak-anak kita, Daddy."
Obrolan mereka terhenti ketika mendengar suara bayi menangis kencang hingga memenuhi seluruh ruang operasi tersebut.
"Daddy, anak kita." Jasmine tersenyum penuh haru dan bahagia, begitu pula dengan Ricko yang tidak mampu menahan rasa bahagianya sampai meneteskan air matanya.
"Iya, Sayang. Akhirnya si bontot lahir." Ricko sangat senang lalu mengusap air matanya dengan cepat.
Salah satu perawat meletakkan si bontot pada dada Jasmine untuk melakukan metode skin to skin. "Selamat ya, Pak, Bu, bayinya cowok sangat tampan, dan sempurna tanpa kekurangan suatu apa pun, berat badannya 5 kg. Ini adalah bayi terbesar pada tahun ini," ucap perawat itu terkekeh pelan sambil menatap bayi jumbo itu dengan perasaan yang gemas luar biasa.
"Terima kasih, Sus," jawab Ricko terharu.
__ADS_1
Ricko menatap putranya yang sedang mengecap-ngecap bibir mungilnya seolah sedang kehausan sambil menangis keras.
Jasmine tersenyum senang sambil memeluk bayinya yang menggemaskan itu, kemudian ia membantu bayinya untuk menemukan sumber makanannya, setelah dapat, bayi itu segera menghisap sumber makanannya dengan sangat rakus.
"Pantas saja gembul, ternyata sangat rakus." Ricko tertawa bahagia melihat putranya yang sedang menyedot sumber makanannya.
"Daddy!" Jasmine menegur suaminya agar tidak meledek putranya.
"Sudah, Sayang. Adik kalian laki-laki, selamat ya, karena kalian sudah resmi menjadi kakak." Jeje memeluk kedua cicitnya dengan erat.
Raisa melepaskan pelukan tersebut sambil cemberut kesal. Berbeda dengan Rayan yang melompat-lompat senang untuk mengekspresikan kebahagiaannya.
"Kenapa harus cowok? Aku tidak suka!!!" rajuk Raisa sambil menghentakkan kedua kakinya dengan kesal.
__ADS_1
"Eh, tidak boleh berkata seperti itu, Sayang. mommy dan adik bayi nanti akan sedih kalau mendengar Raisa berkata seperti ini. Sini, Oma kasih tahu, mau cewek atau cowok itu sama saja, yang terpenting dedek bayi dan mommy sehat dan selamat." Jeje memangku cicitnya itu seraya memberikan pengertian kepada Raisa.
"Maaf," cicit Raisa sambil menundukkan kepala.
"Ome uyut! Ayo, kita lihat adik bayi." Ajak Rayan sangat semangat.
"Iya, Sayang. Menunggu informasi dulu dari Oma Kirana, kalau mommy dan adik bayi kalian sudah di pindahkan ke ruang rawat, kita baru ke sana. Sabar sedikit ya." Jeje berkata sambil menatap Rayan yang sudah tidak sabaran.
*
*
Ricko tersenyum ketika keluar dari ruangan operasi, dia di sambut pelukan ayahnya. Kedua pria itu saling menepuk punggung, tidak lupa Nathan mengucapkan selamat untuk putranya itu.
"Bagaimana dengan Jasmine dan cucuku?" tanya Ratih kepada menantunya.
"Dua duanya selamat dan sehat, Bu. Cucu Ibu sangat tampan seperti aku," jawab Ricko ketika dia sudah mengeruai pelukan ayahnya.
"Senangnya, jadi nggak sabar ketemu cucu," jawab Ratih gregetan sendiri.
"Sebentar lagi, Mbak Ratih, aku pun sudah nggak sabar, apa lagi cucu kita ini pasti sangat menggemaskan," sahut Kirana bahagia.
"Iya, aduh ... lama sekali susternya bawa cucuku keluar dari ruangan itu." Ratih benar-benar sudah tidak sabar. Bahkan ia sampai mengintip ke dalam ruang operasi melalu kaca jendela.
Semua orang di sana terkekeh melihatnya.
__ADS_1
***
Baik, hati kan aku, sudah kasih extra part, jangan lupa kasih jempolnya yak, wk wk wk wk.