
“Anu ...”
“Anu apa?” Jojo menjadi sangat penasaran dengan kelanjutan perkataan Jasmine.
“He he he, bukan apa-apa. Tadi, Pak Ricko hanya menyentil keningku saja.” Jasmine akhirnya menemukan alasan yang tepat agar tidak membuat Jojo curiga kepadanya.
“Dia melakukan itu kepadamu?! Kurang ajar!” Jojo menjadi geram kepada saudara kembarnya.
“Aku tidak apa-apa, Bu Jojo. Ini hanya masalah kecil saja, lagi pula aku pantas mendapatkannya karena aku memang salah.” Jasmine melerai Jojo yang terlihat sangat emosi.
Mendengar perkataan Jasmine, emosi Jojo sedikit mereda. “Huh! Kali ini dia aku maafkan. Tapi, lain kali jika dia melukaimu lagi maka aku akan menghajarnya!” ucap Jojo seraya menatap Jasmine lalu beralih menatap kedua keponakannya yang sedang asyik bermain di atas sofa.
“Terima kasih atas perhatiannya, Bu. Aku menjadi sangat terharu.” Jasmine berkata jujur, dan ia merasa bersyukur karena saudara majikannya sangat baik kepadanya, padahal mereka baru pertama kali bertemu.
“Santai saja,” jawab Jojo seraya beranjak dari duduknya saat melihat Ricko memasuki ruangan tersebut.
“Aku permisi.” Jojo segera keluar dari sana sembari menatap tajam saudara kembarnya itu.
Jasmine menatap Jojo yang sudah menghilang dari ruangan tersebut, lalu tatapannya beralih pada Ricko yang berdiri tidak jauh darinya. Jasmine segera menundukkan pandangannya, kedua matanya menatap ke segala arah saat rasa canggung menghampirinya.
__ADS_1
Bukan hanya Jasmine yang canggung akan tetapi Ricko pun merasakan hal yang sama. Bahkan pria tersebut menjadi salah tingkah sendiri.
Ricko menyisir rambutnya dengan lima jari tangannya. Ia melirik Jasmine yang sejak tadi menundukkan kepalanya. Lalu ia mendudukkan dirinya di sofa dan beralih menatap kedua anaknya.
“Rayan, Rara, apakah kalian sudah bosan? Kalau bosan kalian boleh pulang,” celetuk Ricko.
Dengan kompak kedua anak kembar itu menatap ke arah Ricko sambil mengerutkan alisnya. “Daddy mengusir kami?” tanya Rayan dengan nada kesal.
“Oh, tidak begitu maksud Daddy. Tadi, Daddy hanya ingin ...”
“Ck! Kak Jas, kita pulang saja yuk!” Rayan beranjak, di ikuti oleh Raisa yang juga sebal kepada ayahnya.
“Rayan, Rara, tadi Daddy hanya bercanda.” Ricko membujuk kedua anaknya agar tetap tinggal di sana. Akan tetapi kedua anak cerdas itu sudah terlanjur merajuk, dan sulit untuk di bujuk.
“Daddy benar-benar sangat menyebalkan! Aku tidak mau dengan Daddy!” Rayan memeluk Jasmine dari samping, pria kecil itu seolah meminta kasih sayang dan perlindungan dari pengasuhnya.
“Ih! Minggir!” Raisa mendorong Rayan agar melepaskan pelukannya dari Jasmine. “Aku juga ingin memeluk Kak Jas!” omel Raisa pada saudara kembarnya.
“Hei! Aku yang lebih berhak atas Kak Jas, karena aku yang lebih dulu memeluknya, jadi seharusnya kau saja yang minggir!” Rayan tidak terima dan tidak mau kalah, ia pun turut mendorong Raisa agar menjauhi Jasmine.
__ADS_1
“Kenapa kalian menjadi rebutan seperti ini? Kalian bisa memeluk Kak Jas bersamaan.” Jasmine berkata sembari merentangkan kedua tangannya. Meski pun ia merasa pusing dengan segala tingkah kedua anak kembar itu, akan tetapi ia selalu bersabar menghadapinya.
Rayan dan Raisa langsung menghambur memeluk Jasmine bersamaan. Kedua anak itu tersenyum bersama sambil menduselkan wajah mereka di dada Jasmine.
Semua tindakan kedua anaknya tidak luput dari pandangan Ricko. Ia merasa heran dengan anak kembar itu yang terlihat sangat dekat dengan Jasmine seolah tidak bisa di pisahkan. Lalu pandangan Ricko terpaku pada kedua anaknya yang masih mendusel dada Jasmine. Jasmine tidak keberatan dengan tingkah keduanya yang bermanja-manja dengannya, karena ia sudah menganggap anak kembar itu seperti anaknya sendiri.
“Rayan, Rara, jangan seperti itu,” tegur Ricko pada kedua anaknya.
“Memangnya kenapa? Daddy mau peluk Kak Jas juga? Hem ... rasanya empuk dan nyaman sekali.” Ucapan polos Raisa membuat otak Ricko bertraveling ria.
Wajah Ricko langsung memerah seketika, dan jangkunnya naik turun tidak beraturan saat melihat dada Jasmine yang berukuran cukup besar padahal gadis tersebut memakai kaos yang cukup longgar.
Ah, kenapa otaknya menjadi kotor seperti ini? Pikir Ricko.
***
Ricko bawaanya mau anu mulu🤣🙈
Jangan lupa like, komentar dan gift-nya 🥰
__ADS_1