
Jasmine masih terkejut dengan semua yang dia alami pada pagi hari itu, kemudian ia menatap tangan kirinya di mana ada cincin berlian tersemat di jari manisnya. Gadis cantik itu beralih menatap Ricko yang juga tengah menatapnya.
“Aku sudah meminta restu kepada ibumu dan beliau memberikan restu kepadaku,” ucap Ricko sambil tersenyum saat mengingat kejadian tadi subuh, di mana ia datang ke rumah Jasmine yang ada di pinggiran kota untuk meminta restu kepada ibu Jasmine, meski awalnya dia mendapatkan penolakan dan makian dari wanita paruh baya itu, tapi Ricko tidak pantang menyerah untuk berjuang, dan hasilnya sangat memuaskan karena Ibu Jasmine akhirnya memberikan restu kepadanya tapi dengan satu syarat yaitu dia tidak boleh menyakiti Jasmine.
“Kapan kamu bertemu dengan ibu?” tanya Jasmine sangat terkejut.
“Tadi subuh,” jawab Ricko seraya memajukan langkahnya mendekati Jasmine.
“Ibu tidak akan memberikan restu dengan mudah kepadamu.” Tebak Jasmine, dan Ricko menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, kemudian ia menggenggam kedua tangan Jasmine dengan erat, kedua manik tajamnya menatap Jasmine dengan dalam dan penuh dengan kelembutan.
Jasmine menjadi meleleh saat Ricko menatapnya dengan cara berbeda.
Kedua manik hitam legam itu biasanya menatap lawannya sangat tajam bagai sebilah pedang yang siap menghunus lawannya, tapi kali ini tatapan itu terlihat sangat lembut hingga menembus ke relung hatinya.
__ADS_1
“Mine,” panggil Ricko dengan sangat lirih dan lembut, salah satu tangannya merambat naik ke lengan Jasmine dan semakin merambah naik hingga berhenti tepat di tengkuk gadis cantik itu.
“Hem?” Jasmine hanya menjawab dengan gumaman seraya memejamkan kedua mata saat merasakan sentuhan Ricko di lengannya.
Jasmine masih memejamkan kedua matanya, dia bisa merasakan hembusan nafas beraroma mint itu menerpa pipinya, terasa hangat dan menyejukkan hingga membuat seluruh tubuhnya meremang, dan tidak berselang lama dia merasakan benda kenyal mendarat di bibirnya dengan penuh kelembutan.
Ya, Ricko mencium bibir Jasmine dan memagutnya atas bawah bergantian dengan gerakan lembut hingga membuat Jasmine terbawa suasana dan akhirnya membalas ciuman tersebut dengan sangat lembut.
Ciuman mereka terlepas saat mereka merasa kehabisan nafas. Keduanya meraup oksigen dengan rakus untuk mengisi pasokan udara di paru-paru mereka.
"Pak, aku—" Ucapannya terhenti saat benda kenyal itu menyesap bibirnya dengan rakus.
"Emmpp." Jasmine melenguh ketika Ricko menyesap bibirnya atas bawah bergantian seraya menelusupkan lidah ke dalam rongga mulutnya, kemudian Ricko menarik kedua tangan Jasmine dan meletakkannya di kedua sisi bahunya.
__ADS_1
"Pak ..." Jasmine mencengkram kedua bahu kokoh itu, saat bibir nakal itu menciumi leher jenjangnya.
Dengan reflek, Jasmine mendongakkan kepalanya, seolah memberikan akses kepada Ricko agar lebih leluasa menciumi lehernya.
Ah, tubuh Jasmine sudah seperti tersengat aliran listrik rasanya, tubuhnya terasa sangat lemas dan tak bertenaga saat mendapatkan serangan mendadak itu.
Salah satu pelayan yang akan mengambil sesuatu di taman belakang langsung balik kanan dan kembali ke dalam rumah saat melihat siaran live di depan matanya.
"Ya ampun, kedua mata suciku ternodai," gumamnya seraya menangkup wajahnya yang memerah karena merasa malu sendiri dengan kelakuan anak majikannya yang tidak tahu tempat.
****
Sabar ya mbak pelayan, soalnya otak suciku pun ternoda dengan kelakuan RiJas 🤣🙈🙈
__ADS_1
Like ya like!!