MY SWEET BABYSITTER

MY SWEET BABYSITTER
Menginap


__ADS_3

“Kamu yakin, Ko?” Kirana bertanya serius. Wanita paruh baya itu menoleh kepada suaminya yang juga mendengarkan permintaan putra mereka.


“Lebih baik kamu datang ke rumah bersama kedua anakmu dan jangan lupa bawa Jasmine.” Nathan belum bisa memberikan keputusan untuk putranya.


Di seberang sana, Ricko menunduk dengan dalam sembari menempelkan ponselnya ke salah satu telinganya. Pria tersebut merasa ketar-ketir jika kedua orang tuanya tidak memberikan restu.


“Hemm, baiklah, Dad. Nanti malam aku akan ke sana dengan anak-anak dan juga Jasmine.” Ricko menjawab dengan lesu, kemudian ia segera mengakhiri panggilan telepon tersebut.


Ricko memasukkan ponselnya ke dalam kantong celana, lalu pandangannya teralihkan pada suara tawa kedua anaknya yang terdengar sangat bahagia. Bibir Ricko melengkung saat melihat si kembar sedang bercanda dan tertawa dengan Jasmine, hatinya terasa hangat hingga menjalar ke seluruh tubuhnya saat melihat pemandangan indah itu. Sebelumnya, dia tidak pernah melihat kedua anaknya sebahagia ini.


“Kenapa Mommy dan Daddy berpisah?” tanya Rayan penasaran sembari menatap Jasmine dengan tatapan polosnya.


Jasmine diam, dia tidak tahu harus menjawab seperti apa. Pertanyaan putranya itu membuat dirinya mati kutu.


“Bukankah selama ini Daddy dan Mommy selalu bersama?” sahut Ricko dari kejauhan lalu berjalan menghampiri kedua anaknya yang duduk di atas tempat tidur bersama Jasmine.

__ADS_1


Jasmine menatap Ricko dengan kening yang mengerut, dia seolah menunggu alasan Ricko yang akan di lontarkan kepada kedua anak kembar mereka.


Rayan dan Raisa saling pandang, menandakan kalau mereka tidak mengerti dengan ucapan ayah mereka.


“Maksud Daddy apa? Kami tidak mengerti?” tanya Rayan dan Raisa bersamaan.


“Mommy dan Daddy selama ini bukankah selalu bersama merawat kalian,” jawab Ricko seraya mendudukkan dirinya di tepian tempat tidur, menatap kedua anaknya lalu beralih menatap Jasmine dengan tatapan yang sulit di artikan.


Jasmine yang di tatap seperti itu oleh Ricko seketika langsung salah tingkah seraya mengusap tengkuknya dengan salah satu tangannya guna menghilangkan rasa canggung yang tiba-tiba mendera perasaannya.


“Iya sih, tapi Mommy berperan menjadi pengasuh. Maksud kami kenapa kalian tidak tidur satu kamar? Bukankah kalau suami istri harus tidur satu kamar seperti Opa dan Oma,” jelas Rayan dengan segala kecerdasannya.


“Oh, ah itu ...” Jasmin menggaruk salah satu ujung alisnya, wajahnya tampak bingung untuk menjelaskan situasi rumit kepada kedua anaknya.


“Mommy selama ini sedang sakit, jadi Mommy pergi untuk melakukan pengobatan.” Ricko memberikan jawaban kepada Jasmine. Jawaban Ricko tidak lah bohong, bukankah lima tahun terakhir ini Jasmine memang sedang sakit. Dan tubuhnya di bekukan untuk melakukan pengobatan dari penyakit mematikan.

__ADS_1


Jasmine menatap Ricko sambil tersenyum tipis. Dia tidak menyangka jika pria tersebut memberikan alasa yang tepat di saat dirinya tidak bisa membalas pertanyaan si kembar.


Dua bocah kembar itu sangat terkejut lalu menatap Jasmine bersamaan.


“Mommy sakit? Apakah sakit parah? Kenapa Daddy selama ini tidak pernah mengatakan kepada kami?” tanya Rayan beruntun dan di angguki oleh saudari kembarnya.


“Karena kalian masih terlalu kecil untuk mengerti,” jawab Ricko seraya mengelus pucuk kepala kedua anaknya bergantian.


“Sudah jangan banyak tanya! Kalian harus segera bersiap karena kita akan menginap di rumah Opa dan Oma,” lanjut Ricko saat kedua anaknya itu akan melontarkan pertanyaan lagi.


“Pak, kita akan menginap di rumah kedua orang tuamu?” tanya Jasmine menatap Ricko yang duduk tidak jauh darinya.


“Iya, memangnya kenapa? Kamu keberatan?” Ricko menjawab dengan pertanyaan lainnya, dan hal itu membuat Jasmine menggembungkan pipinya dengan sebal.


Ricko terkekeh saat melihat tingkah Jasmine yang sangat menggemaskan di matanya, kemudian ia beranjak dan segera keluar dari kamar tersebut karena dia juga ikut bersiap juga.

__ADS_1


***


Like-nya jangan lupa ya❤


__ADS_2