MY SWEET BABYSITTER

MY SWEET BABYSITTER
Ngopi dulu


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan jam 11 siang. Jasmine sudah bersiap menuju kantor suaminya untuk mengantarkan makan siang. Wanita tersebut siang itu terlihat sangat cantik dan menawan. Ia mengenakan dress berwarna pink tanpa lengan, riasan natural membingkai wajah cantiknya, dan rambut panjangnya di biarkan terurai indah.


"Mommy, cantik sekali." Puji Raisa ketika melihat ibunya berjalan melintasi mereka yang sedang bermain di dekat tangga.


"Iya, Mommy mau ke mana? Kami ikut!!" Rayan sangat semangat lalu menghampiri Jasmine.


"Mommy akan mengantarkan makan siang untuk Daddy, hanya sebentar saja kok," jawab Jasmine merasa ketar-ketir kalau kedua anaknya itu tetap ikut.


"Wah! Kami juga sudah lama tidak ke kantor Daddy, kami boleh ikut ya Mommy." Raisa menyatukan kedua tangannya di dada, menatap ibunya sambil mengedipkan kedua matanya dengan sangat lucu, ia sedang berusaha merayu ibunya.


Jasmine menggigit bibir bawahnya, ia harus segera mencari alasan untuk mengalihkan perhatian kedua anaknya.


"Emh ... bukankah hari ini kalian ingin berbelanja keperluan sekolah dengan oma dan opa uyut? Apakah kalian lupa?" ucap Jasmine, untung saja dia mengingat kalau kedua anaknya mempunyai dengan Jeje dan Xander.


Rayan dan Raisa saling pandang kemudian kedua anak itu saling menepuk jidat bersamaan.


"Oh ya ampun! Hampir saja kami melupakannya. Terima kasih, Mommy karena sudah mengingatkan kami," ucap Raisa dan di angguki oleh Rayan.


"Sama-sama, kalau begitu kalian harus segera bersiap karena sebentar lagi oma dan opa pasti akan tiba." Jasmine tersenyum sembari mencubit lembut kedua pipi anaknya.


"Baik, Mommy!" Rayan dan Raisa segera berlari menaiki tangga diikuti oleh pengasuh mereka.


"Huh!" Jasmine menghembuskan nafas lega, lalu segera keluar dari rumah sambil membawa goodie bag di tangan kanannya. Di halaman rumah sudah ada sopir yang siap untuk mengantarkannya.


*

__ADS_1


*


"Hari ini mau makan siang apa?" tanya Ansel kepada Ricko, ketika mereka sudah keluar dari ruang meeting.


Ricko mengangkat tangan kirinya, menatap jam tangan mewah yang melingkar di sana.


"Istriku akan datang, Papi. Jadi, aku akan makan bersama dengannya," jawab Ricko tersenyum tipis, tidak sabar menunggu kedatangan Jasmine.


Ah, dia menjadi sangat merindukan istri cantiknya itu.


"Oke, setelah menikah kau terlihat sangat bahagia." Ansel menepuk tangan keponakannya itu.


"Itu karena aku memilih wanita yang tepat," jawab Ricko penuh bangga.


"Btw, kapan Zahra akan menempati posisinya?" Ricko bertanya kepada saudara kembar Ayahnya itu.


"Itulah yang namanya cinta, sulit di tebak dan di mengerti." Ricko bergumam sembari terus melangkah menuju ruangannya.


"Tapi, sepertinya aku adalah pria yang beruntung karena sudah mendapatkan wanita yang sangat sempurna dan penuh dengan cinta." Ricko memuji dirinya sendiri sambil mendudukkan diri di kursi kebesarannya saat dia sampai di ruangannya.


"Jasmine ... Jasmine ... kau membuatku gila," gumamnya sambil membayangkan istri cantiknya sambil menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.


Tidak berselang lama pintu ruangannya terketuk dari luar, Ricko segera menegakkan duduknya sembari berseru, "Masuk!"


CEKLEK

__ADS_1


"Apakah aku mengganggu?" tanya Jasmine sambil menyembulkan kepalanya ke dalam ruangan suaminya.


Ricko yang sedang sok sibuk dengan laptopnya segera mendongak dan tersenyum menatap istrinya.


"Masuk, dan jangan lupa tutup pintunya lagi, bila perlu kunci dengan rapat." Ricko mengerling nakal kapada istrinya.


"Dasar mesum!" Meski begitu, Jasmine menuruti perintah suaminya.


"Aku mesum dengan istriku sendiri, apakah salah?" Ricko tersenyum seraya menepuk pahanya, bertanda jika Jasmine harus duduk di atas pangkuannya.


"Jam Istirahat masih 15 menit lagi, sepertinya kita masih punya waktu untuk ..." Ricko sengaja tidak melanjutkan ucapannya, namun kedua matanya menatap Jasmine penuh gairah.


"Aku tahu apa yang kamu inginkan." Jasmine segera meletakkan goodie bag yang ia bawa ke atas meja, lalu ia segera mendekati Ricko dan duduk dia atas pangkuan suaminya seraya mengalungkan kedua tangannya di leher kokoh itu.


"Sepertinya kamu sudah mulai berani menggoda suamimu ini." Ricko menggeram ketika Jasmine mencium pipinya.


Jasmine tersenyum malu, padahal saat ini jantungnya berdebar tidak karuan. Dia berusaha berani menggoda suaminya karena merasa kasihan kepada Ricko yang sampai ini belum mendapatkan hak-nya.


"Jadi?" Ricko menatap Jasmine dengan lekat, seraya mengelus pipi istrinya dengan salah satu tangannya.


"Mumpung nggak ada si kembar, kita bisa melakukannya," bisik Jasmine tepat di depan bibir suaminya.


Ricko menaikkan salah satu alisnya, menatap Jasmine dengan lekat, kemudian ia menundukkan kepalanya dan memberikan ciuman lembut di bibir Jasmine yang di poles dengan lipstick berwarna pink.


Dan selanjutnya ...

__ADS_1


Ngopi dulu gaes ... sambil cari mas ilham dan mas wahyu, wk wk wk wk.🤣😜


__ADS_2