
Suara decapan dan cecapan terdengar nyaring di kamar pengantin itu. Pasangan suami istri yang baru sah itu saat ini sedang berciuman dengan penuh gairah.
Jasmine duduk miring di atas pangkuan Ricko seraya mengalungkan kedua tangannya ke leher suaminya yang kokoh itu. Sedangkan Ricko merengkuh pinggang Jasmine dengan erat, lalu salah satu tangan lagi tentu tidak mau diam untuk menyentuh setiap jengkal tubuh istrinya yang putih mulus, nyaris tanpa cela.
“Ah ...” Jasmine melenguh di sela ciumannya ketika Ricko menyentuh dadanya dan meremasnya dengan lembut.
Ricko semakin memperdalam ciumannya, ia menelusupkan lidahnya ke dalam rongga mulut Jasmine.
Pasangan itu berperang lidah dan bertukar salivanya, gairah kedua semakin berkobar dan menggebu seolah ingin merasakan hal yang lebih dari sekedar ciuman panas tersebut.
“Pak, ada anak-anak,” ucap Jasmine ketika Ricko melepaskan ciuman mereka.
“Maka dari itu tahan suaramu.” Ricko menjawab sembari menatap wajah Jasmine yang terlihat memerah bertanda jika istrinya itu sangat bergairah. Kemudian tatapan Ricko beralih pada dua gunung kembar Jasmine yang masih terbungkus oleh kaca mata busa dan lingerie.
“Boleh aku membukanya, Mine?” tanya Ricko menatap sayu pada istrinya, bertanda jika dia sudah tidak bisa menahan gairahnya lagi.
“Apanya yang mau di buka?” Jasmine membalas pertanyaan suaminya dengan pertanyaan lainnya.
Ck!
Ricko berdecap sebal, dan tidak mau menjawab pertanyaan Jasmine, tapi pria itu segera melucuti pakian Jasmine dengan sangat cepat dan gesit.
“Pak!!” Jasmine terkejut dan berusaha menahan tangan nakal suaminya, tapi dia kalah tenaga dengan kekuatan Ricko yang terus menepis tangannya. Kini tubuhnya sudah polos tanpa sehelai benang dia atas pangkuan suaminya.
__ADS_1
“Aku malu!” Jasmine berengut sebal seraya menyilangkan kedua tangannya di dada, guna menutupi dua gunung kembarnya.
“Dosa kalau kamu menutupi dua benda ini dari suamimu sendiri.” Ricko menurunkan kedua tangan Jasmine dan akhirnya dia bisa melihat dua buah melon madu yang terlihat sangat segar di depan matanya.
Bagai singa yang kelaparan, Ricko segera memeluk dan merebahkan istrinya di atas sofa mewah dan berukuran lebar. Ricko mencumbu istrinya dengan sangat buas, tidak lupa ia mencicipi dua melon madu yang pastinya rasanya sangat manis, enak dan sangat legit.
“Ah ... ah ...” Jasmine melenguh dan mendesaah nikmat saat suaminya meremas dan menyesap pucuk dadanya bersamaan hingga menimbulkan sebuah rasa yang sangat nikmat yang sulit untuk di ungkapkan dengan kata-kata.
Ricko yang sudah tidak tahan lagi langsung menegakkan badannya seraya melepaskan celananya, namun saat baru saja akan menurunkan celananya dia mengumpat kesal karena mendengar Rayan yang merengek memanggil ibunya.
“Mommy ...” rengek Rayan sambil mengucek kedua matanya dan hendak mendudukkan diri.
Jasmine memejamkan kedua matanya dengan erat, lalu segera memunguti semua pakaian setelah itu dia berlari ke kamar mandi.
“Dasar anak nakal!” kesal Ricko sambil memijat pelipisnya.
Malam pertamanya gagal total karena ulah si kembar!
“Daddy, Mommy mana?” tanya Rayan sambil turun dari tempat tidur menghampiri Ricko yang duduk di sofa lalu bocah kecil itu mendudukkan diri di pangkuan ayahnya sambil memejamkan kedua mata dan menguap lebar.
“Kenapa bangun?” tanya Ricko seraya mengecup kening putranya.
“Aku bermimpi mempunyai adik bayi,” jawab Rayan masih memejamkan kedua mata, pria kecil itu masih mengantuk dan ingin tidur lagi di pangkuan ayahnya.
__ADS_1
“Lalu?”
“Aku dan Raisa sepakat tidak mau punya adik. Punya adik itu tidak menyenangkan,” jawab Rayan menguap lebar lalu membenarkan posisi duduknya untuk mencari kenyamanan di pangkuan ayahnya.
“Kata siapa tidak menyenangkan?” tanya Ricko.
“Buktinya Raisa sangat menyebalkan! Selalu merebut mainanku dan merebut Mommy dariku." Rayan menjawab tidak jelas karena dia mulai larut lagi dalam alam mimpi.
*
*
Di dalam kamar mandi, Jasmine sedang kebingungan karena dia tidak membawa baju ganti selain lingerie yang ada di tangannya. Dia membuka pintu kamar mandi sedikit lalu mengintip ke arah kamar, dan dia melihat suaminya sedang memangku Rayan.
Dia bernafas lega karena putranya itu mau tidur kembali dan tenang di atas pangkuan Ricko, lalu ia menutup kembali pintu kamar mandi tersebut dan mendudukkan diri di atas closet.
“Ya ampun, yang tadi itu sangat aneh, Tubuhku rasanya seperti tersengat listrik,” gumam Jasmine mengingat betapa beringasnya suaminya saat menjamah tubuhnya.
“Meski aneh tapi rasanya sangat nikmat.” Lanjut Jasmine dengan kepolosannya.
***
Ada yang lebih enak lagi, Mine🤣🤣🙈
__ADS_1