MY SWEET BABYSITTER

MY SWEET BABYSITTER
Cap Cip Cup


__ADS_3

Ricko menggaruk kepalanya yang tidak gatal saat menatap jejeran pemba*ut wanita yang tersusun rapi di rak minimarket dengan berbagai merek dan ukuran yang tidak dia mengerti.


“Yang mana ya?” gumam Ricko. Dia seperti orang bodoh karena sudah hampir setengah jam berdiri di dekat rak tersebut.


“Sial! Ini semua karena Jasmine! Harga diri dan wibawaku jatuh dalam sekejap karena gadis tersebut!” gerutu Ricko karena dia menjadi pusat perhatian para wanita yang ada di dalam minimarket tersebut.


Ricko dengan asal mengambil satu pack pemba*ut lalu segera menuju kasir untuk membayarnya.


“Ini saja, Mas?” tanya kasir kepada Ricko.


“Iya!” jawab Ricko dengan singkat, padat dan jelas seraya mengeluarkan dompetnya.


“Istrinya baru melahirkan ya?” tanya kasir lagi.


“Apa?! Menikah saja belum!” seru Ricko spontan, hingga seruannya itu membuat tatapan pengunjung minimarket langsung tertuju kepadanya. “Emhh ... maksudku, aku belum menikah dan ini untuk ...”


“Oh, saya paham.” Kasir tersebut langsung memproses pembayaran belanjaan Ricko. “60 ribu, Pak.” Kasir tersebut menyerahkan plastik belanjaan kepada pria yang berdiri di balik mejanya itu.


Ricko menyerahkan selembar uang berwarna merah kepada kasir tersebut, kemudian menyambar plastik yang berisi roti bantal dengan cepat.


“Kembaliannya ambil saja!” ketus Ricko lalu segera keluar dari minimarket tersebut sambil menahan rasa malu luar biasa.


Seumur hidupnya baru kali ini dia membeli onderdil wanita. Sungguh memalukan sekali!

__ADS_1


“Awas saja, saat sampai hotel nanti, Jasmine harus mendapatkan hukuman yang setimpal!” geram Ricko sambil terus berjalan menuju hotel yang letaknya berseberangan dengan minimarket tersebut.


*


*


Di kamar hotel. Jasmine masih setia menunggu Ricko di dalam kamar mandi, gadis tersebut sudah sangat sebal karena duduk di atas closet.


Sungguh sial nasibnya karena meninggalkan benda keramatnya itu. Untung saja ada bosnya yang berbaik hati kepadanya, mau membelikan benda keramatnya itu.


Ceklek!


Suara pintu hotel terbuka, dan suara langkah kaki terdengar mendekati kamar mandi.


“Ya!” jawab Ricko terdengar sangat kesal sambil memberikan kantung plastik dari celah pintu yang terbuka sedikit. Jasmine segera menerimanya dan tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada bosnya itu.


“Pak!!! Kenapa beli yang ini?!” seru Jasmine lagi tapi kali ini suaranya sangat keras.


“Apa lagi!!!” seru Ricko tidak mau kalah dari luar kamar mandi.


“Benda ini untuk wanita yang baru melahirkan!” jawab Jasmine sambil mendengus.


Ricko membulatkan matanya dengan lebar, kemudian ia teringat pada pertanyaan kasir saat di minimarket tadi.

__ADS_1


“Mana aku tahu! Pakai saja yang ada! Dasar wanita!” geram Ricko lalu berjalan menuju sofa dan merebahkan diri di sana.


Tidak berselang lama. Jasmine keluar dari kamar mandi sambil cemberut.


“Ada apa lagi?!” geram Ricko pada Jasmine.


“Rasanya sangat tidak nyaman,” jawab Jasmine, semakin mengerucutkan bibirnya.


“Sini!” Ricko mendudukkkan dirinya sambil mengayunkan salah satu tangannya kepada Jasmine, kedua matanya menatap tajam gadis tersebut.


Jasmine dengan ragu mengayunkan langkah kakinya menghampiri Ricko sambil menutupi keningnya dengan salah satu telapak tangannya. Langkah kakinya kini sudah terhenti di depan Ricko yang duduk di sofa.


“Sepertinya kau semakin kurang ajar kepadaku ya!! Dan kau harus mendapatkan hukuman yang sangat berat!” geram Ricko seraya menarik salah satu lengan Jasmine, hingga membuat gadis itu memekik saat terjatuh di atas pengkuannya.


“Pak ...”


CUP


Kedua mata Jasmine terbuka lebar saat ada benda kenyal mendarat di permukaan bibirnya.


***


Cap Cip Cup kembang kuncup🤣🙈🙈

__ADS_1


Like-nya jangan lupa biar nggak cantengan jempolnya🤣


__ADS_2