
Jasmine sangat terkejut ketika dia sudah berada di taman belakang. Bagaimana tidak terkejut jika taman itu dihias dengan sangat indah dan mewah.
Belum selesai rasa terkejutnya, Ricko datang dari arah samping kiri sembari menyapa dirinya.
“Hai,” sapa Ricko seraya tersenyum menatap Jasmine yang berdiri di tengah taman itu.
Jasmine tersenyum malu sambil menganggukkan kepalanya, tiba-tiba situasi menjadi canggung.
Ricko yang tadinya sudah menyiapkan kata-kata romantis kini menjadi nge-lag. Begitu pula dengan Jasmine, gadis cantik itu menunduk malu sembari menautkan kedua tangannya bergantian.
“Huh, dia itu bodoh atau bagaimana sih!” Nathan menjadi gemas kepada putranya yang mendadak mlempem saat berhadapan dengan Jasmine langsung, padahal tadi malam Ricko yang paling semangat untuk mempersiapkan acara lamaran itu.
“Dia kan keturunanmu,” sahut Kirana sembari melirik suaminya.
“Berarti keturunan Daddy Xander juga.” Jeje ikut menyahut, saat ini mereka sedang mengintip pasangan yang sedang berada di tengah taman itu. Kirana tersenyum meringis menanggapinya.
“Oma Uyut, kami sudah pegal,” rengek Raisa dan Rayan bersamaan sembari menarik kedua tangan Jeje di sisi kanan dan kiri.
“Aduh, sabar dulu dong sayang.” Jeje berjongkok lalu mengelus pipi kedua cucunya itu dengan lembut.
“Argh! Daddy dan Mommy sangat lama, mereka sedang apa sih?!” kesal Raisa, ingin beranjak menuju taman akan tetapi langkahnya tertahan saat Nathan langsung menggendongnya.
__ADS_1
Awalnya Raisa menolak di gendong Nathan, akan tetapi saat melihat sebuah ketulusan yang terpancar dari kedua bola mata opanya itu, Raisa langsung anteng.
“Sabar dong cucu Opa yang cantik, kita lihat dari sini.” Nathan tersenyum sembari mencubit gemas salah satu pipi Raisa yang berada di gendongannya.
*
*
“Kenapa taman ini di hias seperti ini? Akan ada acara apa?” pertanyaan Jasmine memecah kecanggungan di antara mereka berdua.
“Akan ada sebuah acara lamaran,” jawab Ricko seraya menatap Jasmine yang berdiri di hadapannya.
“Acara lamaran? Siapa yang akan melamar? Dan siapa yang akan di lamar?.” Jasmine menjadi penasaran dan terlihat sangat antusias hingga melontarkan berbagai pertanyaan yang membuat Ricko berdecap kesal.
Jasmine menganga lebar saat mendengar lamaran Ricko yang terkesan memaksa dan juga sangat datar. Bagaimana bisa ada seorang pria melamar wanita dengan gaya seperti itu?!
“Pak, ini--”
“Sstt, sudah aku bilang kau hanya mempunyai dua jawaban yaitu ‘iya’ jadi kau tidak boleh berkata selain satu kata itu!” Ricko menyela ucapan Jasmine seraya menempelkan salah satu jari telunjuknya di permukaan bibir Jasmine yang ranum dan kenyal itu, kemudian ia mengambil sesuatu dari kantong celananya.
“Aku harap kau akan menjadi istri dan ibu yang baik untuk anak-anak kita nanti,” ucap Ricko seraya membuka kotak beludru berwarna merah yang baru saja dia ambil dari kantong celananya. Sebuah cincin berlian yang sangat indah dan menyilaukan mata membuat Jasmine terperangah melihatnya.
__ADS_1
Tidak ingin membuang waktu , Ricko langsung menarik tangan kiri Jasmine dan menyematkan cincin berlian itu di jari manis wanita cantik tersebut.
“Pak--”
“Diam, Mine! Aku memang sedang memaksamu untuk menjadi istriku!” sela Ricko lalu menatap cincin berlian yang sudah tersemat di jari manis Jasmine. “Sangat pas,” gumam Ricko senang, kemudian ia mengecup punggung tangan gadis itu dengan mesra, dan kedua matanya melirik Jasmine yang masih terlihat sangat terkejut.
“Aku bilang juga apa, kalau putraku akan melakukan berbagai macam cara agar Jasmine mau menjadi istrinya, the real Clark generation,” ucap Nathan sangat puas dan bangga dengan keberhasilan putranya.
Kirana dan Jeje dengan kompak menatap Nathan sambil geleng-geleng kepala, kemudian mereka kembali fokus ke arah taman di mana Ricko dan Jasmine saat ini sedang saling pandang.
“Sepertinya mereka akan berciuman! Ayo, pergi dari sini!” pekik Jeje tertahan dan sangat senang lalu menggandeng lengan Rayan menjauh dari taman belakang dan di ikuti yang lainnya.
“Oma Uyut, tapi kami mau bertemu Daddy dan Mommy,” rengek Rayan tapi tetap mengikuti langkah kaki Jeje.
“Daddy dan Mommy kalian sedang membuat adik bayi, jadi kalian tidak boleh mengganggu mereka,” sahut Nathan tidak berfilter.
“Nathan!!!” geram Jeje dan Kirana bersamaan seraya menatap pria yang rambutnya sudah di tumbuhi uban itu.
***
Nggak bisa ngebayangin saat Ricko melamar Jasmine kayak kanebo kering, kaku dan datar🤣🤣🙈
__ADS_1
Jangan lupa like-nya❤