MY SWEET BABYSITTER

MY SWEET BABYSITTER
Jangan tinggalkan kami, Kak!


__ADS_3

Ricko berhasil mengejar Jasmine yang sudah sampai di kamar kedua anaknya. Tapi, sayangnya gadis tersebut memasuki kamar mandi untuk mencuci tangan, tidak berselang lama Jasmine keluar dari kamar mandi lalu menatap tajam Ricko yang berada di dalam kamar tersebut.


“Untuk apa Bapak berada di sini?!” ketus Jasmine lalu berjalan menuju lemari untuk mengemasi pakaiannya dan memasukkannya ke dalam koper.


“Jas! Tadi aku hanya bercanda, jangan di ambil hati.” Ricko merasa ketar-ketir saat melihat Jasmine memasukkan semua pakaiannya ke dalam koper.


Jasmine tidak mendengarkan ucapan Ricko, Gadis itu terus melanjutkan aktifitasnya, akan tetapi terhenti saat Ricko tiba-tiba mencekal salah satu tangannya.


“Lepas!” Jasmine menyentakkan tangannya hingga cekalan tersebut terlepas.


“Jasmine dengarkan aku dulu! Aku harap kamu jangan pergi dari sini, apakah kamu tidak ingin melihat tumbuh kembang Rayan dan Raisa?” tanya Ricko berusaha untuk menahan Jasmine agar tidak pergi dari rumahnya.


“Tugasku sudah selesai, Pak. Lagi pula aku hanyalah seorang ibu pengganti untuk mereka,” jawab Jasmine dengan kedua mata berkaca-kaca dan suara yang bergetar.


Melihat Jasmine yang bersedih hingga menangis membuat Ricko di dera rasa bersalah luar biasa. Pria tersebut akhirnya menurunkan egonya untuk meminta maaf kepada Jasmine.

__ADS_1


“Jasmine, maafkan aku. Maaf atas semua kesalahanku dan semua perkataanku yang telah menyakiti hati dan perasaanmu,” ucap Ricko pada akhirnya. terselip rasa sesal luar biasa di balik kalimatnya itu.


Jasmine terdiam sesaat, dia memejamkan kedua matanya erat hingga air matanya menetes membasahi pipinya, kemudian ia membuka kedua matanya dan melanjutkan aktifitasnya, mengemasi pakaiannya ke dalam koper tanpa menjawab permintaan maaf dari Ricko.


Baginya permintaan maaf itu sudah terlambat, Ricko sudah menorehkan banyak luka di dalam hatinya.


“Jas!” Ricko tercengang ketika melihat Jasmine sudah selesai mengemasi pakaiannya dan menarik koper itu keluar dari kamar.


Kali ini Jasmine sepertinya tidak main-main, dia sangat serius ingin pergi dari rumah ini, meninggalkan kedua anaknya.


“Kak Jasmine!” teriak Rayan dan Raisa bersamaan, sambil berlari menghampiri Jasmine yang sudah berada di ruang tengah.


“Kakak mau ke mana? Kenapa membawa koper?” tanya Raisa sembari menatap pengasuhnya dengan tatapan sedih.


“Kak Jas ingin pergi meninggalkan kami? Kak Jas sudah tidak sayang dengan kami ya?” lanjut Rayan sembari meraih salah satu tangan Jasmine yang menggantung.

__ADS_1


“Kami nakal ya, Kak? Kami minta maaf dan akan menjadi anak yang baik dan penurut. Kami janji tidak akan nakal lagi biar Kak Jas tidak pergi meninggalkan kami.” Raisa menyahut sambil meneteskan air mata dan menekuk bibirnya ke bawah, seolah menahan isak tangis.


Jasmine menangis sedih saat mendengar ucapan polos kedua malaikat kecilnya. Hati Jasmine bagaikan teriris sembilu, begitu sakit dan perih rasanya. Bagaimana tidak? Jika selama ini dia hanya bisa merawat kedua malaikat kecilnya sebagai seorang pengasuh bukan sebagai seorang ibu. Kemudian Jasmine berjongkok dan memeluk kedua anaknya itu dengan penuh kasih sayang dan kesedihan.


Ricko terdiam saat melihat kesedihan ketiga orang itu di hadapannya. Dia harus menurunkan egonya untuk kedua anaknya sekaligus demi kebaikan Rayan dan Raisa.


“Kak Jas tidak akan pergi dari sini,” ucap Ricko seraya menyusut setiap sudut matanya dengan salah satu jari tangannya.


Jasmine menoleh dan menatap Ricko dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.


“Daddy, tolong bilang kepada Kak Jas supaya tidak pergi meninggalkan kami ... hua ... hiks.” Raisa menatap ayahnya dengan tatapan berlinang air mata, begitu pula dengan Rayan.


“Sayang, Kak Jas tidak akan pergi meninggalkan kalian untuk selamanya, karena Kak Jas adalah ...”


***

__ADS_1


Sedih 😭😭😭


__ADS_2