MY SWEET BABYSITTER

MY SWEET BABYSITTER
Ayo!


__ADS_3

Pesta pernikahan sudah berakhir tepat jam 10 malam. Para tamu juga sudah pulang, begitu juga keluarganya yang sudah bersiap untuk beristirahat. Si kembar yang di asuh oleh pengasuh baru merengek lalu menghampiri Jasmine dan Ricko yang sudah akan bersiap akan masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka ke kamar pengantin mereka.


“Daddy dan Mommy mau ke mana? Dan kenapa tidak mengajak kami?” tanya Rayan dan Raisa bersamaan dengan raut wajah yang menggemaskan sambil merengek manja.


“Mommy dan Daddy ingin berganti pakaian,” jawab Jasmine dengan lembut seraya mengelus pucuk kepala kedua anaknya.


Ricko memejamkan kedua matanya dengan erat, menahan kesal di dalam hati, karena dua bocil ini pasti akan mengganggu malam pertamanya.


Kemudian Ricko menatap tajam kepada pengasuh baru kedua anaknya, bertanda kalau pengasuh itu harus membawa kedua anaknya menjauh darinya dan juga Jasmine untuk sementara waktu.


“Maaf, Pak, Bu.” Pengasuh baru itu segera mengajak dua anak kembar itu menjauh, akan tetapi Rayan dan Raisa menolak dan kini malah menangis.


“Jangan memaksa mereka!” ucap Jasmine dengan nada tidak suka,


“Maaf, Bu.” Pengasuh baru itu langsung menundukkan kepala takut.


“Maaf, bukan begitu maksudku. Biarkan mereka bersama kami malam ini,” ucap Jasmine seraya tersenyum tipis.


“Mine, tapi kita ‘kan--” Ricko ingin protes kepada istrinya akan tetapi tidak jadi saat melihat kedua anaknya sudah masuk ke dalam lift lebih dulu dan diikuti oleh Jasmine.


“Oh, My God!” rutuk Ricko seraya mengikuti anak dan istrinya masuk ke dalam lift.

__ADS_1


*


*


“Kenapa wajahmu murung?” tanya Jasmine ketika mereka sudah sampai di kamar pengantin.


Kamar pengantin yang dihias dengan indah, ribuan kelopak bunga mawar berteberaan di atas ranjang yang terbingkai dengan sprei berwarna putih.


Ricko sangat mengharapkan malam pertamanya berjalan dengan lancar, tapi harus gagal total karena kehadiran kedua anaknya. Sungguh menyebalkan! Batin Ricko kesal.


“Aku tidak apa-apa!” jawab Ricko seraya mendengus kesal kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, tanpa memedulikan istrinya yang menatapnya heran.


“Mommy, kenapa kamarnya sangat indah dan wangi, tidak seperti kamar kami?” tanya Rayan sambil tertawa senang.


“Emh ... karena kamar ini spesial untuk Mommy dan Daddy,” jawab Jasmine sekenanya, mendudukkan diri di sofa sembari melepaskan sepatu, dan beberapa aksesoris yang nempel di badannya. Wanita cantik itu tersenyum lebar sambil menatap kedua anaknya yang masih loncar-loncat di atas ranjang sambil menghamburkan kelopak bunga.


KLEK!


Suara pintu kamar mandi terbuka, Jasmine menoleh dan menatap suaminya yang tampak segar dan tampan. Pria tampan itu keluar kamar mandi menggunakan jubah mandi, dia berjalan mengambil baju tidurnya yang ada di tepian ranjang lalu kembali lagi ke kamar mandi.


“Pak, kenapa tidak memanggilku kalau mau mengambil baju tidur?” tanya Jasmine kepada suaminya.

__ADS_1


“Aku bisa sendiri!” Ricko menjawab dengan ketus.


“Dia kenapa sih? Apakah marah denganku? Tapi kenapa?” Jasmine bergumam sambil menatap suaminya yang sudah masuk ke dalam kamar mandi. Jasmine masih terlalu polos dan belum mengerti tentang kebutuhan biologis suaminya.


Jasmine berdecap kesal sambil menggerutu, “aku pikir sikap dinginnya akan hilang setelah kami menikah, tapi ternyata aku salah.”


Jasmine segera beranjak dari duduknya saat melihat suaminya sudah keluar dari kamar mandi.


“Pak,” panggil Jasmine kepada Ricko saat mereka berhadapan di depan pintu kamar mandi.


“Ada apa?!” jawab Ricko dingin.


“Bisa membantuku melepaskan gaun pengantin ini? Aku merasa kesulitan,” ucap Jasmine sambil mengangkat gaun pengantinnya yang mengembang di bagian bawah.


Wajah Ricko yang semula terlihat masam, kini berubah sangat berbinar bagaikan cahaya matahari yang baru terbit di pagi hari.


“Ayo!” Ricko langsung menarik istrinya masuk ke kamar mandi.


***


Sabar Ricko, Mine masih polos🤣🙈

__ADS_1


__ADS_2