MY SWEET BABYSITTER

MY SWEET BABYSITTER
Bikin candu


__ADS_3

Deru nafas saling bersahutan, dan kedua kening saling menempel ketika ciuman panas dan buas terlepas.


Salah satu tangan Ricko masih berada di tengkuk Jasmine, dia melirik Jasmine yang kini tengah memejamkan kedua mata sembari mengatur nafas yang masih memburu.


"Pak ..." panggil Jasmine dengan nada pelan terdengar lirih.


"Heum." Ricko hanya menjawabnya dengan deheman saja, seraya menjauhkan wajahnya dari Jasmine, kemudian ia menatap wajah cantik wanita yang ada di hadapannya itu dengan tatapan memuja. Kemudian ia mengusap bibir Jasmine dengan ibu jarinya untuk menghapus sisa salivanya yang tertinggal di sana.


Bibir Jasmine yang terasa kenyal dan lembut membuat Ricko menelan ludahnya dengan kasar, dia rasanya ingin melahap bibir itu dengan buas.


Tapi, mengerti dengan kondisi dan keadaan sekitarnya, Ricko menahan hasratnya itu.


"Sepertinya kita sudah kelewat batas,” cicit Jasmine, wajahnya merona seperti buah stroberry yang siap untuk di petik.


“Kelewat batas? Apa maksudmu? Kita ‘kan hanya berciuman saja,” jawab Ricko seraya memandang wajah Jasmine yang terlihat lucu dan menggemaskan.


“Ish! Maksudku kita berciuman tapi tidak tahu tempat, bagaimana kalau ada yang melihatnya!” Jasmine menyahut dengan nada sebal lalu mengerucutkan bibirnya, terlihat sangat menggemaskan di mata Ricko.


“Aku tidak peduli!” Ricko menjawab seraya merengkuh pinggang Jasmine dengan kedua tangannya, kepalanya menunduk dan bibirnya sedikit monyong, sepertinya dia ingin mencium Jasmine lagi, akan tetapi aksinya itu terhenti saat Jasmine membekap bibirnya dengan salah satu tangannya.


“Mine!!” Ricko kesal karena kesenangannya di ganggu oleh wanita itu, kemudian ia menyingkirkan tangan Jasmine yang masih membekap bibirnya.


“Bukankah tadi sudah? Apakah Bapak tidak puas?” Jasmine menjawab sembari melepaskan rengkuhan pria itu dari pinggangnya.

__ADS_1


“Tidak pernah puas sama sekali, yang ada malah semakin candu,” jawab Ricko seraya menundukkan kepalanya, masih berusaha untuk kembali merasakan hangat dan kenyalnya bibir Jasmine.


“Pak! Aku harus menemui anak-anak!” Jasmine berseru seraya memundurkan langkahnya saat bibir Ricko sudah akan menempel di bibirnya.


Alhasil, Ricko mencium udara karena Jasmine menghindar darinya.


“Mine!!!” geram Ricko pada Jasmine yang sudah keluar dari area taman tersebut.


Jasmine membalikkan badannya seraya tersenyum dan melambaikan tangannya kepada Ricko, kemudian ia melanjutkan langkahnya memasuki rumah untuk mencari keberadaan kedua anaknya.


Sial! Gadis itu sudah berhasil membuatnya tergila-gila! Umpat Ricko di dalam hati.


“Baik, kali ini aku biarkan kamu lolos dariku, tapi saat waktunya tiba nanti, jangan harap bisa lolos dariku!” Ricko bergumam sembari merapikan kemeja yang dia pakai, kemudian ia mengikuti Jasmine dari belakang.


*


*


Rayan dan Raisa kompak diam sambil menyilangkan kedua tangan di dada, dan enggan menatap Jasmine.


“Loh, kalian kenapa? Kok tidak menjawab ucapan Mommy?!” tegur Ricko yang berdiri di belakang Jasmine.


“Habisnya Mommy sekarang lebih sayang dengan Daddy!” sahut Rayan dengan nada merajuk kesal, dan masih tetap enggan menatap Jasmine.

__ADS_1


“Kenapa kalian bisa berkesimpulan seperti itu?” Jasmine berjongkok, menjajarkan tinggi badannya dengan tinggi kedua anaknya.


“Buktinya saat di taman tadi, Mommy dan Daddy saling pandang, dan lama sekali di sana!” sahut Raisa tidak kalah merajuk sambil menggembungkan kedua pipinya, terlihat lucu dan sangat menggemaskan.


Jasmine melipat bibirnya ke dalam, kemudian ia menatap Ricko yang berdiri di sampingnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Jasmine dan Ricko menyadari kalau kedua anak mereka saat ini sedang cemburu, kedua anak itu tidak suka kalau Mommy dan Daddy-nya saling berdekatan.


“Kata Opa, Mommy dan Daddy akan membuatkan adik bayi untuk kami. Tapi, kami tidak suka dengan adik bayi!!” rajuk Rayan dan Raisa bersamaan.


“Benarkah Opa berkata seperti itu?” tanya Ricko dengan nada terkejut, tapi beberapa saat kemudian dia mempunyai ide untuk menjahili kedua anaknya.


“Padahal di perut Mommy saat ini sudah ada adik bayi yang sangat lucu dan menggemaskan. Bahkan adik bayi lebih lucu dari kalian,” ucap Ricko sambil menahan tawa di dalam hati.


Wajah Rayan dan Raisa kompak sedih dan sebal, mereka berdua tidak ingin kasih sayang Jasmine terbagi dengan adik bayi, kemudian kedua anak itu merengek dan menangis karena tidak ingin punya adik bayi.


“Bapak!” Jasmine menegur Ricko yang menahan tawa karena melihat si kembar menangis, puas rasanya mengerjai kedua anaknya itu.


Jasmine segera menenangkan kedua anaknya yang sedang menangis.


****


Bikin candu ya, Bang🤣🤣🤣

__ADS_1


Like dan dukungannya jangan lupa bestie❤❤❤


__ADS_2