
Perdebatan tentang tongkat antara Jasmine dan Ricko terjeda ketika mendengar Raisa merengek dalam tidurnya. Jasmine segera menghampiri Raisa, lalu menenangkan gadis kecil itu dengan cara memeluknya seraya mengelus punggung Raisa dengan penuh kelembutan.
Ricko menatap setiap pergerakan yang di lakukan Jasmine kepada putrinya. Dia teringat dengan hasil penyelidikannya tentang ibu kandung anak kembarnya. Dia akan membicarakannya nanti dengan Jasmine saat mereka sudah kembali ke Jakarta.
Raisa sudah tenang dan kembali terlelap lagi, membuat Jasmine ikut tenang. Pengasuh cantik itu menatap Raisa yang kini berada di pelukannya sambil menelusupkan wajahnya ke dada Jasmine. Terlihat jelas sekali kalau Raisa sangat nyaman kalau berada di pelukan Jasmine.
Jasmine tersenyum sambil mengelus pipi Raisa yang tirus sambil membayangkan kalau dia tidak bisa mengasuh kedua anak itu lagi jika ibu kandung mereka sudah di temukan.
Entah kenapa hati Jasmine merasa sangat sedih bila membayangkan hal itu. Lihat saja sekarang, gadis cantik itu sampai meneteskan air matanya, tapi Jasmine segera menyusut sudut matanya itu agar tidak terlihat oleh Ricko.
“Semoga saja kita bisa terus bersama,” lirih Jasmine seperti gumaman yang tidak jelas.
Ricko terdiam menatap Jasmine yang merebahkan diri di atas tempat tidur sambil memeluk putrinya. Dia sangat senang melihat pemandangan itu.
Terlebih lagi saat mengetahui kenyataan jika Jasmine adalah wanita yang sudah memberikan sel telur dan rahimnya kepada Ricko.
*
*
Malam harinya.
Ricko mengajak kedua anaknya beserta Jasmine makan malam di restoran mewah yang ada di Lembang.
“Tidak mau, ah! Kita makan saja di lesehan,” usul Jasmine kepada Ricko karena dia tidak memiliki pakaian yang bagus, dia tidak ingin membuat Ricko malu karena penampilannya yang ala kadarnya saat makan di restoran mewah nanti.
“Lesehan? Apa itu?” tanya Ricko sembari mengerutkan keningnya, seraya menatap heran pada pengasuh kedua anaknya itu.
__ADS_1
“Restoran juga, dan rasa makanannya tidak kalah dengan makanan di restoran bintang lima,” jawab Jasmine sambil tersenyum meringis.
“Benarkah? Kau jangan membohongiku ya!” Ricko menatap tajam Jasmine. Pasalnya dia tidak pernah makan di restoran Lesehan seperti yang di katakan oleh Jasmine.
“Beres! Aku yakin Bapak tidak akan pernah menyesal.” Jasmine mengacungkan kedua jempol tangannya pada Ricko.
“Kita buktikan saja!” ucap Ricko menatap Jasmine dengan sengit.
Jasmine mendengus lalu mengerucutkan bibirnya dengan kesal.
Ricko berdecap ketika melihat bibir Jasmine yang mengerucut, dia menjadi gemas sendiri dan merasa tidak tahan kalau melihat bibir yang ranum itu. Ricko tidak menyadari kalau dia sudah kecanduan dengan bibir Jasmine yang mungil dan ranum itu.
Ah, sial! Ricko terus mengumpat di dalam hati, rasanya ia ingin mengecup dan memagut bibir itu.
“Jangan gigit bibir jelekmu itu!” seru Ricko membuat Jasmine dan kedua anak kembar itu terkejut ketika mendengar seruan Ricko yang sangat keras.
“Bapak kenapa?” tanya Jasmine yang masih sangat polos dan tidak paham dengan kode yang di berikan oleh Ricko.
“Iya, Daddy ini kenapa sih? Belakangan ini sangat aneh sekali,” sahut Rayan dan Raisa bersamaan sambil menatap aneh kepada ayah mereka.
“Aku tidak apa-apa! Ayo, kalian pasti sudah lapar ‘kan?” Ricko segera mengalihkan pembicaraan, sembari berjalan keluar dari dalam kamar hotel tersebut.
Jasmine dan kedua anak asuhnya saling pandang, kemudian mereka menaikkan bahu bersamaan, bertanda jika mereka tidak mengerti dengan sikap Ricko yang sangat aneh belakangan ini. Lalu ketiga manusia itu mengikuti Ricko dari belakang tanpa membantah sama sekali.
“Tidak perlu naik mobil, Pak, karena restorannya dekat dari sini,” ucap Jasmine kepada Ricko yang akan berjalan menuju parkiran hotel saat mereka berempat sampai di lobby hotel.
“Kau serius?!” Ricko tidak percaya dengan kata-kata Jasmine.
__ADS_1
“Aku dulu sering liburan ke sini saat masih kuliah,” jelas Jasmine kepada Ricko yang menatapnya tidak percaya.
“Kau sering ke sini? Dengan siapa?!” cecar Ricko, mode cemburu.
“Dengan teman-teman kampusku,” jawab Jasmine seraya mengerutkan keningnya. Dia sungguh tidak mengerti dengan sikap Ricko yang belakangan ini sering kali over protektif kepadanya, di tambah lagi Ricko sudah menciumnya sebanyak dua kali.
Hemm ... Jasmine menjadi berpikir, apakah pria tersebut sebenarnya menyukainya?
Tapi, jika di pikir dua kali, tidak akan mungkin seorang Ricko yang sangat tampan dan kaya raya suka dengan pengasuh miskin seperti dirinya.
Tidak mungkin! Tidak mungkin! Jasmine segera mengenyahkan segala pikirannya itu.
Mungkin saja saat Ricko menciumnya, pria tersebut sedang kesurupan jin tomang makanya otak dan kewarasannya eror.
“Teman kampusmu, pria atau wanita? Kalau menjelaskan itu harus detail jangan setengah-setengah!” celetuk Ricko kesal. Entah kenapa dia menjadi emosian tidak jelas saat membayangkan Jasmine liburan ke Lembang bersama seorang pria.
“Bapak ini kenapa sih?” Jasmine tidak habis pikir dengan sikap Ricko yang sangat-sangat aneh.
“Aku? Kenapa?! Tentu saja aku sedang kelaparan!” jawab Ricko kesal lalu berjalan mendahului Jasmine dengan perasaan yang campur aduk.
“Dasar tidak peka!!!” batin Ricko geram pada sikap polos Jasmine.
***
Kesurupan Jin Tomang, kata Jasmine🤣🙈
Like dan dukungannya jangan lupa ya❤
__ADS_1