
Jasmine merasakan sesak di area perutnya seolah ada benda berat yang menimpa. Gadis tersebut membuka kedua mata seraya meraba perutnya.
Dia terkejut saat melihat tangan kekar melingkar erat di perutnya.
Jasmine berdecap kesal karena dia tahu siapa pemilik tangan itu.
Yap, siapa lagi kalau bukan Ricko, si bos mesumnya yang selalu mencuri kesempatan dalam kesempitan.
Jasmine ingin menyingkirkan tangan itu akan tetapi gerakannya terhenti saat mendengar bisikan Ricko yang membuat sekujur tubuhnya merinding.
“Jika kamu berani menyingkirkan tanganku, maka kau akan tahu akibatnya!” bisik Ricko tepat belakang Jasmine, hingga hembusan nafas hangatnya menerpa tengkuk wanita itu.
Tubuh Jasmine semakin menegang saat merasakan Ricko mengeratkan pelukan di tubuhnya itu. Bahkan tubuhnya kedua kini tidak berjarak dan Jasmine bisa merasakan suhu tubuh Ricko yang sangat hangat, membuat Jasmine merasa nyaman, takut dan juga gelisah.
“Pak, jangan seperti ini.” Jasmine merasa tidak nyaman, dia berusaha melepaskan diri dari pelukan Ricko.
“Kenapa? Apakah kamu takut? Atau jantungmu saat ini sedang berdetak tidak karuan?” bisik Ricko lalu mengecup tengkuk Jasmine dengan penuh kelembutan, sehingga membuat Jasmine kian menegang.
“Dua-duanya. Pak, aku mohon jangan seperti ini.” Jasmine menggigit bibir bawahnya saat merasakan hembusan nafas Ricko menerpa tengkuknya.
“Tapi aku suka seperti ini, aku tidak akan pernah melepaskanmu, Mine.” Ricko berkata sembari membalikkan tubuh Jasmine yang tadinya membelakanginya kini menjadi menghadap padanya.
Jasmine menatap wajah tampan Ricko yang di terpa sinar lampu tidur, wajah tampan itu semakin terlihat sangat mempesona hingga membuatnya tidak mampu berpaling atau pun berkedip.
“Mine?” Jasmine bertanya tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah tampan Ricko.
“Iya, kamu adalah milikku,” jawab Ricko seraya menatap Jasmine sembari memajukan wajahnya, lalu salah satu kakinya menimpa kedua kaki Jasmine, untuk mengantisipasi kalau Jasmine tiba-tiba menendangnya.
Jasmine menahan dada bidang Ricko dengan kedua tangannya, seraya memundurkan kepalanya saat wajah Ricko semakin mendekat ke arahnya.
“Bapak kesurupan apa?” tanya Jasmine dengan nada heran.
Pertanyaan Jasmine berhasil membuat Ricko kesal bukan kepalang.
__ADS_1
"Apakah gadis ini bodoh?! Sudah jelas kalau aku menyatakan perasaanku kepadanya!" batin Ricko menjadi kesal sendiri kepada Jasmine.
“Mungkin aku kesurupan panah cinta!” jawab Ricko asal dan kesal.
“Hah?!” Jasmine melongo mendengar jawaban Ricko yang menurutnya sangat tidak masuk akal.
“Ck!” Ricko semakin kesal, kemudian dengan tidak sabaran lagi dia menarik tengkuk Jasmine dan mencium bibir mungil dan ranum itu dengan penuh kelembutan.
Jasmine terkejut dan membulatkan kedua matanya dengan lebar saat merasakan benda kenyal itu mendarat di permukaan bibirnya. Tapi, beberapa saat kemudian dia turut memejamkan kedua matanya, merasakan betapa lembutnya ciuman yang di berikan oleh Ricko, sehingga membuat dirinya terbaui dan mulai membalas ciuman itu tidak kalah lembut.
Ricko semakin mengeratkan pelukannya dan memperdalam ciumannya. Dia senang dan sangat bahagia saat Jasmine membalas ciumannya.
“Kamu bisa merasakannya, Mine?” tanya Ricko dengan nafas terengah ketika ciuman mereka terlepas.
Jasmine membuka kedua matanya seraya mengatur nafasnya yang kembang kempis karena dia hampir kehabisan nafas saat berciuman dengan Ricko.
“Merasakan apa?” tanya Jasmine menatap Ricko yang juga tengah menatapnya.
Jasmine bisa merasakan detakan jantung Ricko yang tidak beraturan, dia menatap dada bidang itu lalu beralih menatap Ricko tapi kali ini dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.
“Mungkin selama ini aku sangat menyebalkan dan menjengkelkan di matamu. Tapi, aku bersikap seperti itu karena untuk menutupi perasaanku kepadamu. Aku tidak tahu kapan dia hadir di dalam hatiku,” ucap Ricko seraya memegang tangan Jasmine yang masih menyentuh dada bidangnya.
“Aku selama ini berusaha untuk menghindar dan menghilangkan perasaan ini, tapi semakin aku berusaha untuk menghindar, perasaan ini justru tumbuh semakin kuat dan bertambah besar, hingga membuatku tidak sanggup untuk menghindar lagi,” lanjut Ricko menatap Jasmine dengan tatapan lembut.
“Emh ... jadi?” Jasmine berkomentar dengan kening yang mengerut. Dia tidak ingin menyimpulkan tentang perasaan Ricko kepadanya, dia takut salah dan tidak ingin berekspetasi tinggi.
“Ck! Kau ini sebenarnya bodoh atau apa?! Aku sudah berbicara panjang lebar dan mengumpulkan keberanian tapi kenapa kau masih tidak mengerti!” Ricko langsung melepaskan pelukannya dengan rasa kesal luar biasa. Kemudian ia mengubah posisi tidurnya, membelakangi Jasmine.
Ricko merasa kesal dan juga gregetan kepada gadis itu.
“Hei!! Aku ‘kan hanya bertanya, kenapa kamu menjadi marah seperti ini.” Jasmine berkata manja sambil menusuk-nusuk punggung Ricko beberapa kali.
Aish!! Tadinya mau marah kepada Jasmine, tapi ketika tahu kalau sikap Jasmine sangat menggemaskan seperti ini, membuat Ricko tidak bisa marah terlalu lama kepada gadis tersebut, akhirnya Ricko membalikkan badannya lagi, menghadap pada Jasmine.
__ADS_1
“Hah! Aku akan menjelaskan dengan detail, agar otak bodohmu ini mengerti!” Ricko berkata sambil menunjuk kening Jasmine dengan kesal dan juga gemas.
“Oke, aku akan mendengarkannya!” Jasmine menjawab sambil mengerucutkan bibirnya sambil mengusap keningnya yang baru saja di tunjuk oleh Ricko.
“Sebenarnya aku ...” ucapan Ricko terpaksa harus berhenti saat mendengar putrinya merengek memanggil Jasmine.
“Mommy, haus ...” rengek Raisa dengan mata yang masih terpejam.
“Arghhh! Aku sudah menebaknya jika endingnya akan seperti ini!” geram dalam hati Ricko sambil mengepalkan kedua tangannya.
“Seharusnya aku menitipkan mereka kepada Opa dan Oma terlebih dahulu. Dasar pengganggu cilik!” Ricko masih kesal dengan putrinya itu.
“Sebentar, Pak.” Jasmine segera beranjak dan mengambil botol air putrinya yang dia letakkan di atas nakas, kemudian ia memberikan botol tersebut kepada Raisa.
“Peluk, dan puk-puk, Mommy.” Raisa kembali merengek sambil menepuki pahanya sendiri, bertanda jika Jasmine harus menepuk pahanya sampai kembali pulas.
“Baiklah, peri kecilku.” Jasmine segera memeluk Raisa, tanpa memedulikan Ricko.
“Mine,” panggil Ricko beberapa kali, akan tetapi Jasmine tidak kunjung menyahut.
“Diam dulu, Pak!” Jasmine terdengar kesal karena Ricko terus memanggilnya, padahal Raisa baru akan kembali pulas.
Ricko menghela nafas panjang, dia akan bersabar menunggu putrinya kembali pulas.
****
"Jahat kamu, thor!" Ricko.😡
"Sabar atuh, orang sabar mah mukanya lebar." Emak Othor.
🤣😜
Jangan lupa like dan vote-nya❤
__ADS_1