
“Sayang, Kak Jas tidak akan pergi meninggalkan kalian untuk selamanya, karena Kak Jas adalah--” Ricko menjeda ucapannya sejenak sembari menatap kedua anaknya yang masih menangis sambil memeluk Jasmine.
Ricko menelan ludahnya dengan kasar. Ya, dia tidak boleh egois, dia harus memikirkan kedua anaknya yang membutuhkan figur seorang ibu.
“Karena Kak Jas adalah Mommy kalian,” lanjut Ricko setelah memikirkan semuanya dengan matang.
Pilihannya ini tidak salah ‘kan? Dia benar ‘kan?
Entah kenapa dada Ricko terasa plong dan lega setelah selesai mengatakan kejujuran itu kepada kedua anaknya.
Jasmine terkejut saat mendengar ucapan Ricko. Dia tidak menyangka jika pria tersebut berkata seperti itu kepada si kembar. Para pelayan yang kebetulan di ruang tengah itu juga sangat terkejut bukan kepalang ketika mendengar perkataan Bos mereka.
“Apakah ini mimpi? Jika iya, tolong jangan bangunkan aku,” batin Jasmine sedih dan juga bahagia.
Rayan dan Raisa tidak kalah terkejut saat mendengar perkataan Ayah mereka yang menyatakan kalau Jasmine adalah mommy mereka.
Kedua anak kembar itu menatap Ricko dan Jasmine bergantian dengan tatapan tidak percaya.
“Daddy tidak bohong ‘kan?”
“Iya, Daddy tidak menge-prank kami ‘kan?"
__ADS_1
Rayan dan Raisa melontarkan pertanyaan bersamaan.
Ricko tersenyum lalu mendekati mereka bertiga, kemudian ia berjongkok di dekat Jasmine seraya memeluk mereka bertiga bersamaan.
Jasmine merasa canggung saat di peluk oleh Ricko apa lagi di hadapan beberapa palayan yang ada di sana.
“Apakah Daddy pernah berkata bohong kepada kalian?” tanya Ricko kepada kedua anaknya.
Dengan kompak Rayan dan Raisa menggeleng, lalu tersenyum penuh bahagia.
“Jadi, benar kalau Kak Jas adalah Mommy kami?” tanya Raisa dan di angguki oleh Ricko.
“Kak Jas, benarkah itu?” Kali ini Rayan yang bertanya kepada Jasmine.
“Mommy!” seru Rayan dan Raisa bersamaan lalu memeluk Jasmine dengan erat, tapi sebelum itu Rayan melepaskan pelukan ayahnya hingga membuat Ricko hampir terjungkal ke belakang jika tidak segera menopang badannya dengan salah satu tangannya.
“Dasar anak-anak itu,” batin Ricko, tapi dia senang saat melihat kedua anaknya sangat bahagia karena sudah bertemu dengan Mommy mereka yang selama ini di rindukan.
Hati Jasmine menghangat, seolah ada ribuan kupu-kupu terbang di dalam hatinya saat mendengar panggilan kedua anaknya.
Mommy?
__ADS_1
Jasmine tidak menyangka jika dia akan di panggil seperti itu oleh kedua anaknya. Ia pikir selama ini dia hanya akan bisa bermimpi.
Ketika Tuhan membolak-balikkan hati manusia maka apa pun bisa terjadi. Seperti halnya ketika Tuhan membalikkan hati Ricko yang selama ini di selimuti sifat egois.
“Thanks,” ucap Jasmine kepada Ricko yang tengah menatapnya.
Ricko tersenyum lalu menganggukkan kepalanya pelan. Rasanya dia sangat bahagia saat melihat gadis yang selama ini dia sukai terlihat senang dan bahagia.
Lalu, apakah ini adalah waktu yang tepat juga untuk mengungkapkan perasaannya kepada Jasmine? Pikir Ricko.
*
*
Rayan dan Raisa seolah tidak ingin lepas dari Jasmine barang sedetikpun. Kedua anak kembar itu sejak tadi memeluk Jasmine dengan erat.
Ricko sedang berbicara kepada orang tuanya melalui sambungan telepon. Ia membicarakan tentang Jasmine.
"Mom, aku ingin menikahi Jasmine, apakah kalian setuju?" tanya Ricko kepada ibunya.
***
__ADS_1
Mommy-mu pasti setuju banget, Bang.
Jangan lupa like-nya❤