NASIB Dan TAKDIR

NASIB Dan TAKDIR
15. GADIS MANJA


__ADS_3

"Tajudin kenapa? Apa yang dia lakukan?" Sahut ema sembari membuka pintu kamarnya perlahan.


"Maaf bu. tadi aku sedang mengganti pakaian ku!" Ujar tajudin yang sudah dihadapan ema dan dibelakang alika.


"Oooh mama kira kamu kenapa alika!" Ujar ema menepuk bahu alika sambil cengengesan melihat tingkah anaknya itu.


Alika membuka jarinya sedikit untuk mengintip apakah tajudin sudah memakai baju atau belum. Saat mengintip ternyata tajudin sudah rapi dengan memakai sarung dan kaos santai nya. Alika yang melihatnya bernafas lega dan membalikan badan nya kembali menuju ruang keluarga untuk mengisi perutnya. Kini mereka bertiga makan tanpa mengeluarkan suara hingga selesai. Setelah selesai alika dan ema membereskan bekas makan siang mereka. Alika langsung mencuci piring dan ema kembali duduk diruang keluarga mengajak tajudin berbicara dan menasehatinya agar tidak mengulangi perbuatan nya lagi jika mereka kembali kerumah tajudin.


"Tajudin! Ibu sudah memberi sedikit pengertian pada alika. Tapi jika dia takut tolong hentikan! Jangan sampai memaksakan nya. Karena alika benar-benar baru memahami apa yang harus dia lakukan tadi." Ujar ema memberi sedikit pengertian pada menantunya.


"Iyaa bu! Aku tadi tidak sengaja mendengar obrolan ibu dan alika. Aku tidak ingin mengganggu jadi aku kembali lagi masuk ke kamar!" Sahut tajudin mengerti atas penjelasan ema mengangguk-anggukan kepalanya.


"Sabar menghadapi alika ya tajudin! Dia itu jika diperlakukan dengan lembut maka dia akan menurut semua perkataanmu! Dia tidak bisa mendengar suara keras sejak kecil!" Ujar ema panjang lebar yang duduk bersebelahan dengan menantunya.


"Iyaa bu! Aku akan berusaha mengerti bagaiman alika." Jawab tajudin dengan mengulas senyumnya.


Alika yang sudah selesai mencuci piring kembali keruang keluarga dan bergabung dengan suami dan ibunya. Mereka mengobrol dan memberi sela untuk bercanda. Ema alika dan tajudin sudah lelah dengan obrolan mereka. Akhirnya mereka memutuskan untuk istirahat siang nya. Alika ingin tidur bersama ema selama dirinya masih berada bersama ibunya dirumah.


"Mah! Alika pengen tidur sama mama! Boleh yah mah?" Ucap alika memohon dengan wajah memelas.


"Tidak! Kamu sudah punya suami. Malu dong sama tajudin!" Sahut ema dengan nada meledek pada alika.


"Mah! Boleh yaa pliiis! Ujar alika dengan menangkupkan kedua tangan nya di dada."Selagi alika masih disini mah! Nanti jika tajudin membawa alika lagi kerumahnya kan udah nggak bisa manja-manja lagi sama mama!" Ucap alika memeluk ema dan menyandarkan kepalanya dibahu ema dengan manjanya.

__ADS_1


"Ijin dulu sama suamimu! Boleh tidak jika untuk sementara kamu tidur dengan mama!" Sahut ema menunjuk pada tajudin yang ada dihadapan nya tersenyum lebar melihat tingkah alika.


"Boleh kok mah! Santai saja." Sahut tajudin mengangguk setuju.


"Tuh kan! Tajudin aja boleh masa mama nggak kasih ijin!" Ujar alika mengercutkan bibirnya dengan manja.


"Dasar gadis manja! Ya sudah ayo!" Titah ema mengusap kepala alika sambil berjalan dan terkekeh.


Mereka sudah saling mengenal satu sama lain dengan perlahan. Tajudin juga sudah memahami sifat alika sedikit demi sedikit. Mereka kini sudah beristirahat dikamar mereka masing-masing.


***


Kini hari semakin berlalu. Tak terasa alika sudah satu minggu tinggal dirumahnya bersama suaminya. Hari ini saatnya alika untuk pulang mengikuti suaminya pulang ke kampungnya. Alika sedih karena harus berpisah lagi dengan ibunya. Ema yang mengetahui alika akan pulang hari ini juga bersedih dan selalu meneteskan air matanya tanpa henti. Ema juga berkali-kali meminta tajudin agar tinggal dirumahnya saja dan mencari pekerjaan di kotanya. Namun tajudin tatep pada keputusan nya. Akhirnya ema hanya bisa pasrah tak bisa memaksa menantunya. Mereka berdua sudah bersiap dengan koper yang sudah berdiri didepan rumahnya. Menggunakan taxi online alika pergi ke terminal bersama tajudin. Alika berpamitan untuk mengabdikan dirinya pada suami yang sudah menikahinya.


"Kamu juga baik-baik disana! Jangan sampai sakit! Jika sakit langsung kabari mama. Dan mama akan langsung pergi kerumah mertuamu dan mengukum orang yang sudah membuatmu sampai sakit!" Ancam ema dengan sesenggukan mengusap kepala alika lembut.


"Mah! Aku pamit yah!" Ujar tajudin menyalami tangan ema dengan ramah.


"Iyaa! Ingat tajudin! Jangan sampai seperti kemarin lagi yaa!" Ujar ema sembari menepuk bahu menantunya dengan airmata yang membasahi pipinya.


"Iyaa bu insyaallah!" Sahut tajudin menganggukan kepalanya.


Kini mereka melangkah menuju mobil yang sudah dipesan. Mereka menaiki mobil dan alika terus meneteskan air matanya tanpa henti. Alika sangat berat meninggalkan ema sendirian dirumah. Alika takut terjadi apa-apa dengan ibunya jika tak ada yang menemaninya. Mobil akhirnya berjalan perlahan dan ema juga alika saling melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan nya hari itu. Ema terus berdiri dipintu gerbang hingga mobil yang membawa alika hilang dari penglihatan nya. Ema membalikan badan nya dan mengunci pintu gerbang lalu masuk ke dalam rumahnya. Ema langsung menuju kamarnya dan menangis sejadi-jadinya karena kini dirinya sudah sendirian lagi tak ada keceriaan dari dua orang gadis yang menemani dirinya seperti dulu. Ema merasa sangat kesepian dirumahnya. Apalagi dirinya hanya mengurus anak lelakinya yang masih kelas enam SD dan suka bermain diluar bersama teman-teman dikampung nya dari sejak pulang sekolah hingga sore hari.

__ADS_1


***


Tak terasa setelah perjalanan panjangnya alika sudah sampai dirumah mertuanya. Alika menghela nafas nya panjang setelah sampai dirumah tajudin. Alika tidak merasa betah tinggal dirumah itu. Tapi dia mau tidak mau harus mengikuti kemanapun suaminya pergi. Alika datang disambut oleh ibu mertuanya karena alika tiba saat maghrib semuanya sudah pulang dari sawah. Namun sang bapak mertua tak menghiraukan alika mau datang lagi atau tidak. Alika langsung bergegas ke kamarnya untuk mengganti pakaian nya yang longgar agar lebih santai. Tajudin menyusul alika ke dalam kamarnya setelah berbincang dengan ibu dan ayahnya sebentar.


"Ceklek"


"Jantung alika nampak berdetak kencang tak beraturan mendengar tajudin membuka pintu kamar dan kembali menutupnya lagi. Alika hanya fokus membereskan bajunya ke dalam lemari tanpa menoleh ke arah suaminya."


"Jangan mendekat! Jangan mendekat!" Gumam alika dalam hati dengan tubuh yang gemetaran pikiran nya trafeling mengingat vidio yang pernah dia lihat.


"Alika!" Panggil tajudin yang sudah duduk ditepi ranjang nya memanggil istrinya dengan nada lembutnya.


"Deg!" Alika hanya terdiam masih fokus dengan baju yang ada ditangan nya tak menghiraukan panggilan suaminya.


"Alika!" Panggil tajudin lagi dengan nada sedikit heran kenapa istrinya tidak menoleh saat dirinya memanggil.


"Yaa!" Sahut alika membalikan badan nya namun dengan kaki yang masih terpaku ditempat.


"Bisa kita bicara sebentar?" Tanya tajudin dengan tangan yang menepuk kasurnya memberi tanda alika agar duduk disebelahnya.


"Hum! Eem yaa tunggu sebentar! Aku belum selesai membereskan baju!" Sahut alika kembali membalikan badan nya menghadap ke lemari dengan pikiran yang trafeling kemana-mana."Apakah dia akan meminta hak nya malam ini juga? Atau hanya sekedar bicara? Tapi dia mau bicara apa?" Gumam alika dengan banyak pertanyaan di otaknya tanpa ekspresi.


...****************...

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2