NASIB Dan TAKDIR

NASIB Dan TAKDIR
20. LEPASKAN AKU


__ADS_3

"Kak! Jangan keluar aku mohon!" Mohon alika dengan mata berkaca-kaca.


Tajudin menuruti keinginan alika untuk tidak keluar dari kamarnya. Tajudin menepis tangan alika kasar dan menjatuhkan dirinya duduk diatas kasur dengan mengusap wajahnya kasar. Alika yang melihat tajudin frustasi mencoba untuk menenangkan nya. Namun yang alika lakukan untuk menenangkan suaminya itu salah. Malah alika sendiri yang terjebak pelampiasan oleh emosi tajudin yang sudah tidak bisa ia tahan.


"Aaaa! Brughk.." Teriak alika saat dirinya di dorong oleh tajudin hingga jatuh terpental diatas kasur.


Dengan tubuh gemetarnya alika memundurkan tubuhnya hingga mentok sampai disandaran kasurnya. Alika ketakutan melihat tajudin yang penuh dengan emosi ingin sekali melempar semua yang ada disana. Tajudin yang notabene nya mempunyai sifat tempramen tidak bisa mengendalikan emosinya. Dia ingin menumpahkan segala emosinya pada alika yang terlihat ada dihadapan nya. Tajudin menaiki kasur dan membuka bajunya menuju alika yang masih bersandar disandaran kasurnya. Alika terus bergetar melihat tajudin yang seperti buaya kelaparan ingin memakan nya habis tanpa sisa. Tajudin mulai membuka celana nya dan kini sudah tanpa sehelai benangpun ditubuh nya membuat alika menjadi semakin takut. Alika menggeleng-gelengkan kepalanya dan meremas bajunya sendiri agar tidak bisa dilepas oleh tajudin. Namun sayang pertahanan alika tak sekuat tenaga suaminya. Kedua Kaki alika di tarik hingga terlentang dibawah kungkungan tajudin.


"Aaaa.. Jangan kak aku mohon! Jangan seperti ini tolong jangan paksa aku! Aaa..." Tolak alika dengan tangan dikunci oleh tajudin.


Tajudin terus bergerak liar tak memperdulikan teriakan alika yang seakan teriak penuh takut dengan air mata yang terus berlinang tanpa henti. Tajudin terus menciumi seluruh tubuh alika yang sudah merobek semua baju alika dan kini sudah tanpa sehelai benang pun ditubuh alika. Tajudin mengobrak abrik milik berharga alika yang masih perawan dengan memainkan lidah nya yang lihai disana. Alika bergerak gelisah dengan tingkah tajudin yang semakin tak terkendali.


"Aakkhh.. Aku mohon jangan beginiihh.. Aakkhh.. Hentikan aku mohon.. Aakkhh..!" Desah alika merasakan kenikmatan yang luar biasa namun masih dengan tubuh gemetar dan rasa takutnya.


Dengan nafas yang memburu tajudin menghentikan aksinya dan menatap wajah alika dengan tajam. Alika menjadi semakin ketakutan dan menggelengkan kepalanya karena milik tajudin dan miliknya sudah sangat berdekatan dengan jarak satu senti. Tajudin kemudian mengunci kembali tangan alika dengan tangan kirinya dan menghisap gunung kembar miliknya. Alika menjadi semakin teriak oleh ulah suaminya. Rasa takut nya semakin besar memikirkan tentang hubungan suami istri.


"Aaa.. Tidak! Jangan aku mohon lepaskan aku! Hiks hiks hiks Lepaskaaan!" Teriak alika terus memohon agar tajudin melepaskan aksinya diatas tubuhnya.

__ADS_1


Tajudin yang mendengar teriakan alika malah membuatnya semakin semangat untuk terus menyakitinya agar bisa membuat alika semakin menjerit kesakitan. Wardiyo yang mendengar teriakan alika menjadi panik takut tajudin menyakiti alika. Wardiyo tahu sifat adiknya jika sedang emosi ingin membunuh seseorang saat itu juga. Namun karena pintu kamar tajudin dikunci wardiyo tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya mondar-mandir didepan pintu kamar tajudin. Wardiyo waspada jika alika teriak meminta tolong dirinya akan dengan siap siaga mendobrak pintu itu dan menolongnya.


***


Tajudin masih terus mengunci tangan alika dan menenggelamkan wajahnya di atas gunung kembar milik alika dengan satu tangan kanan nya mengobrak-abrik milik alika dibawah sana. Nafas tajudin semakin sesak dan mendongakkan kepalanya menghadap alika yang masih terus memohon agar tajudin melepaskan nya. Namun tajudin semakin tersenyum smirk melihat alika yang terus memohon. Kini saat nya tajudin mendorong miliknya kedalam goa milik alika yang masih sangat tertutup rapat. Alika berteriak kesakitan membuat tajudin semakin semangat.


"Aaa.. Saakiiitt..! Aaa.. Jangan teruskan sakiiit! Hiks hiks hiks aaa sakiiit kaakk! Aku mohon lepaskan akuu!" Alika terus berteriak kesakitan dengan keringat dan air mata membasahi seluruh tubuhnya.


Tajudin terus mendorong miliknya sampai ujung dan berhasil. Tajudin mengehentikan nya sebentar untuk menetralkan nafasnya dengan pedang nya yang sudah full masuk kedalam goa milik alika. Alika terus menangis terisak karena tajudin memaksanya dengan kondisi alika yang ketakutan luar biasa. kini tajudin melepaskan tangan alika yang dikunci oleh tangan nya dan meremas dua gunung kembar milik istrinya. Saatnya tajudin memaju mundurkan pedangnya dengan lihai tak peduli dengan teriakan alika yang terus menahan sakit karena baru pertama kali disentuh. Dengan rasa perih sakit ngilu dan nikmat membuat alika merintih kesakitan.


"Hiks hiks hiks.. Aku mohon lepaskan aku! Tolong lepaskan akuuhh aakkhh.." Alika terus menangis dengan rintihan yang penuh luka.


"Haahh.. Tubuhmu nikmat sekali alika. Rasanya aku ingin terus melakukan nya tanpa henti!" Ucap tajudin seraya menyingkirkan anak rambut alika yang menutupi wajahnya."Maafkan aku sudah terlalu emosi sampai aku memaksakan diri!" Ucap lagi tajudin sambil menutupi tubuh alika dan dirinya kembali berbaring menutup matanya.


Tajudin pernah dipenjara karena membunuh orang yang membuatnya emosi. Tajudin orang yang sangat tempramental bahkan orangtua nya sendiri berani dia lawan karena emosi yang terlalu berlebihan. Tajudin orang yang sulit diajak bicara dengan kasar apalagi jika sampai ada yang marah-marah dihadapan nya tidak segan-segan tajudin akan lebih marah dan menyakiti orang yang membuat dirinya emosi. Tajudin juga pernah menjalin kasih dengan seorang wanita dan setiap hari selalu melakukan adegan ranjang tanpa libur seharipun. Melihat alika saat pertama kali membuat tajudin terobsesi memilikinya karena tajudin paham bahwa alika adalah gadis lugu dan polos tidak tahu tentang nakal nya seorang pria.


***

__ADS_1


Kini hari telah berganti. Pagi sudah memancarkan cahayanya namun sepasang kekasih yang masih terlelap dikamarnya tak menghiraukan teriakan dari luar pintu kamarnya. Tajudin menggeliyat dan mendengar pintu diketuk mulai bangkit dari tidurnya dan memakai pakaian nya satu persatu dengan buru-buru.


Tok! Tok! Tok!


"Tajudiiin.. Ayoo bangun! Ini sudah siang!" Teriak sang ibu yang terus menggedor pintu kamar tajudin.


"Iyaa iya tunggu sebentar!" Teriak tajudin dari dalam kamarnya dengan rambut yang acak-acakan.


"Ceklek! Ceklek!"


"Adduuh ibu ada apa? Jangan teriak-teriak bisa tidak! Ibu kan sudah tahu aku tidak bisa mendengar orang marah-marah dihadapanku! Jangan memancing emosiku terus bu!" Pekik tajudin dihadapan ibunya.


Dariyah terdiam melihat tajudin dengan wajah merah padam meneriaki ibunya dengan lantang.


"Heh! Berhenti bicara kasar dengan ibu! Apa kau tidak malu jika ada yang melihat bahwa kamu berani melawan ibumu? Ingat kita punya tetangga! Jangan membuat masalah terus-menerus!" Pekik wardiyo dihadapan tajudin agar dia berhenti meneriaki ibu yang sudah melahirkan nya.


...****************...

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2