NASIB Dan TAKDIR

NASIB Dan TAKDIR
43.SOP KEPALA KAMBING


__ADS_3

"Kamu sedang hamil tidak boleh makan sembarangan! Sudah aku belikan nasi goreng saja! Tunggu sebentar yaa?" Ucap rayan beranjak keluar menuju motor nya namun ada yang lupa membuatnya kembali masuk."Ah alika! Nasi goreng nya pedas atau jangan?" Tanya rayan takut salah membelikan.


"Sedang saja jangan terlalu pedas! Minta timun nya yang agak banyakan yaa?" Sahut alika dengan ramah.


Akhirnya rayan pergi menggunakan motornya dengan senang hati membelikan nasi goreng untuk alika. Alika juga senang karena dirumah nya banyak orang-orang yang peduli padanya.


Selama rayan pergi membeli nasi goreng untuk alika. Alika duduk disofa dan berbincang-bincang dengan tamu ema disana. Meskipun alika sudah paham sedikit tentang agama tapi tak segan alika juga ikut mendengarkan wejangan nasehat agama yang ema sampaikan pada rombongan pengajian nya. Setiap hari ema menghabiskan waktunya hingga subuh pada mereka yang membutuhkan nasehat. Tak berselang lama nasi goreng yang dibeli oleh rayan akhirnya sampai juga ditangan alika.


"Ini alika nasi goreng nya! Sebentar aku ambilkan sendok didapur!" Ujar rayan dengan semangat memperhatikan alika agar mendapatkan hatinya."Ini alika sendok nya! Dihabiskan nasi goreng nya!" Tambah rayan lagi dan kembali duduk dilantai beralaskan karpet bergabung dengan yang lain.


"Trimakasih mas. Kamu baik sekali!" Sahut alika dengan senyum simpulnya sembari membuka bungkus nasi gorengnya.


Alika mencoba untuk melahap nasi gorengnya satu sendok. Dan rasanya enak di lidah alika. Akhirnya tanpa terasa alika kini sudah menghabiskan nasi goreng nya tanpa menawari semua yang ada dihadapan nya. Rayan selalu melebarkan senyumnya saat melihat alika makan. Karena alika makan seperti orang satu bulan tidak makan. Saat akan membuang bungkus nya alika menghentikan kunyahan nya dan melihat mereka yang menatap alika dengan heran.


"Ada apa? Apa ada yang salah?" Tanya alika tak mengerti dengan tatapan mereka.


"Heheheheheh.. Tidak! Kamu lapar sekali yaa?" Tanya rodiyah menunjukan giginya.


"Hehehehe.. Iyaa aku lapar sekali! Ini saja masih kurang!" Sahut alika tanpa rasa malu membuat rayan melotot menatap nya.


"Apa! Kurang?" Tanya rayan dengan tatapan heran dan terkejut.


"Iyaa kurang! Apa aku salah bicara?" Sahut alika yang apa adanya.

__ADS_1


"Hahahahahahah...!" Semuanya serentak menertawakan alika begitu juga dengan ema.


Alika yang ditertawakan merasa heran dan tidak tau dimana letak kesalahan nya. Setelah dirasa nasi nya sudah berproses alika kembali pamit untuk tidur di jam 3 pagi dini hari. Setelah alika masuk ke kamarnya mereka semua juga ikut pamit karena sudah pagi. Ema mengantarkan mereka hingga depan pintu rumah nya dan mengunci pintu rumahnya lalu beranjak untuk tidur. Begitulah keseharian ema sekarang setelah alika menikah. Karena ema juga butuh pemasukan dan juga butuh teman untuk mengobrol jadi ema berinisiatif untuk menjadi guru ngaji dirumah nya untuk semua umur tanpa batas.


***


Tak terasa kini kandungan alika sudah hampir memasuki bulan ke sembilan. Alika sudah menyiapkan segala macam keperluan bayi dengan pakaian hingga peralatan mandinya. Tinggal menunggu waktu saat saat menegangkan. Alika selalu banyak melamun memikirkan kelahiran nya nanti. Alika takut dengan rasanya yang mungkin akan terasa sakit. Ema yang paham hanya bisa menguatkan agar tidak terlalu banyak pikiran. Hari ini adalah malam pengajian yang biasa di adakan ema dihari kamis malam jumat. Ema menyuguhkan masakan khas pakistan india dengan bahan kepala kambing. Ema memasak sop kaldu kepala kambing dan membuat alika sudah membuka perutnya lebar lebar untuk makan masakan khas india kesukaan nya itu. Alika sangat suka segala makanan yang berbau kambing. Dari sop kambing, sate kambing, garang asem kambing hingga kaki dan kepala kambing nya juga alika sangat suka. Saat semua acara selesai ema menghidangkan makanan diruang tamu yang seperti biasa dialasi karpet. Ema menyuguhkan dengan senang karena malam ini ema masak masakan terenak khas india. Karena ema dari keturunan india pakistan arab yang menurun pada alika. Otomatis wajah mereka berdua sangat cantik seperti boneka india. Alika yang sudah tak sabar akhirnya mengambilnya lebih dulu tanpa basa basi. Alika makan dengan lahapnya hingga menghabiskan tiga piring nasi yang membuat perutnya menjadi begah. Jika tidak mempunyai rasa kenyang alika ingin menghabiskan sop nya satu panci tak ada yang boleh memintanya.


"Alika! Jangan terlalu banyak. Nanti perutmu sakit karena ini kepala kambing!" Ujar rodiyah yang melihat alika makan dengan rakus nya.


"Hehehehehe.. Aku ingin menghabiskan sop nya satu panci!" Sahut alika tanpa rasa malu dan apa adanya yang membuat rayan jadi jatuh hati padanya.


"Hahahahahah.. Selain cantik kamu juga doyan makan juga yaahh?" Tawa rodiyah merasa heran dengan kerakusan alika.


Tak terasa acara pengajian sudah selesai hingga jam satu malam semuanya pamit pulang karena kepala mereka merasakan pusing dan juga mengantuk setelah makan sop kaldu kepala kambing. Alika dan ema tidur dengan lelap nya karena sudah merasa sangat kenyang malam ini. Namun saat jam tiga pagi perut alika merasakan sakit dan akhirnya beranjak dari tidurnya untuk ke kamar mandi.


"Aduuhh! Kenapa sakit sekali..!" Ucap alika setelah sampai dikamar mandi.


Namun alika tidak mengeluarkan apapun dikamar mandi hanya buang air kecil saja. Alika akhirnya kembali ke kamar dengan sedikit meringis karena menahan sakit. Setelah berbaring alika lega karena sakitnya sudah hilang. Namun jam empat pagi alika kembali bangun karena perutnya kembali sakit namun masih tetap berbaring. Alika tak membangunkan mama nya karena takut membuat ema panik dan khawatir. Alika hanya merasakan nya sendiri sampai nanti ema bangun dengan sendirinya. Alika terkadang merasakan sakit lalu hilang dengan sendirinya dan terus seperti itu hingga siang jam sepuluh pagi alika merasakan itu sampai tak bisa tidur. Alika kembali masuk ke kamar mandi karena sudah tidak tahan ingin membuang air kecilnya. Saat selesai alika terkejut karena ada bercak darah di pakaian dalamnya. Alika panik pucat dan takut terjadi apa-apa dengan kandungan nya. Akhirnya alika menyerah untuk tidak membangunkan ema. Dengan perlahan alika membangunkan ema.


"Maah..mamah! Mah bangun mah!" Ucap alika membangunkan ema dengan lembut.


"Ada apa alika?" Tanya ema mengerjapkan matanya dan bangkit untuk duduk.

__ADS_1


"Mah..! Di ****** ***** alika ada darah nya! Dan perut alika sakit sejak jam tiga pagi!" Ujar alika dengan suara lembutnya menahan sakit.


"Hah! Apa kamu akan melahirkan?" Tanya ema terkejut dengan melebarkan matanya panik.


"Aku tidak tau ini akan melahirkan atau bukan!" Sahut alika mengusap perutnya yang masih sakit.


"Apa warna darah nya tadi?" Tanya ema ingin memastikan.


"Darahnya berwarna kecoklatan dan berlendir!" Sahut alika sembari mengambil gelas yang berisi air putih diatas nakas.


"Yaa sudah kamu duduk saja dulu diruang tamu. Mama akan membersihkan diri dulu setelah itu mama akan menelfon rodiyah untuk membantu kita!" Ujar ema menggandeng alika dan memeluk bahunya membimbing alika berjalan menuju ruang tamu.


Ema akhirnya segera membersihkan dirinya dikamar mandi lalu bersiap siaga dan tak lupa menghubungi rombongan nya untuk datang kerumah takut ema tidak bisa mengatasinya sendiri. Ema terus mendampingi alika dan mengusap perut alika.


"Apa masih sakit?" Tanya ema mengusap perutnya.


"Terkadang sakit nya datang, terkadang hilang begitu saja!" Sahut alika dengan nafas tak beraturan.


"Yaa sudah mama akan membuatkan teh dulu untukmu agar lebih hangat!" Ucap ema beranjak dari duduknya menuju dapur.


Alika panik takut dan khawatir dirinya tak bisa melahirkan dengan selamat. Alika ingin mengabarkan nya pada tajudin bahwa dirinya akan melahirkan namun tidak sekarang pikir alika. Alika akan menghubunginya jika sudah berada dirumah sakit saja nanti.


...****************...

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2