NASIB Dan TAKDIR

NASIB Dan TAKDIR
58.KECEWA


__ADS_3

"Permisi mba..! Maaf mau tanya! Anak saya akan mengajukan gugatan cerai untuk suaminya! Cara mendaftarkan nya dimana?" Tanya ema pada petugas informasi.


"Oooh ibu masuk di ruang siaga 1 lalu mengajukan maksud anak ibu pada petugas di dalam!" Jawab petugas informasi dengan ramah menunjukan lokasi nya.


"Baik mba trimakasih!" Ujar ema dan menggandeng tangan alika untuk menuju lokasi. "Ayo alika!" Ajak ema melangkahkan kakinya menuju ruang siaga 1.


Setelah masuk diruang siaga 1 ema menyampaikan niat nya untuk mengajukan gugatan alika. Ema menanyakan segalanya dengan begitu detailnya agar tidak salah mengajukan.


"Mbaa.. Ini anak saya ingin mengajukan gugatan cerai pada suaminya. Persyaratan nya apa saja yaa?" Tanya ema yang sudah duduk didepan meja petugas.


"Bawa ktp? Bisa lihat ktp nya?" Tanya petugas pada ema.


Ema menoleh ke arah alika yang berdiri dibelakangnya yang sedang menggendong lala anaknya.


"Ini mba..!" Ujar alika menyerahkan ktp dimeja petugas.


"Silahkan duduk mba!" Titah petugas karena akan mengajukan beberapa pertanyaan pada alika.


"Apa masalah rumah tangga mba alika? Dan kenapa akan mengajukan gugatan? Lalu sudah berapa lama pisah rumah dengan suaminya?" Tanya petugas beruntun membuat alika bingung menjawab pertanyaan yang mana dulu.


"Mmm suami saya kasar mba.. Dia mempunyai tempramen bahkan dia juga tidak pernah memberi nafkah lahir dari sejak awal menikah hingga sekarang!" Sahut alika dengan detail dan dicatat oleh petugas dengan mengetiknya dilayar komputer. "Saya akan mengajukan gugatan karena dia sudah melakukan kdrt beberapa kali. Setelah itu kita pisah rumah, berarti sekarang sudah 1 bulan lebih kita pisah rumah mba!" Jelas lagi alika mengingat ingat kejadian beberapa bulan yang lalu.


"Okee baik mba! Menyangkut permasalahan nya dan pengajuan nya sudah kami catat dan sudah kami ajukan kepada pihak pengurus gugatan. Tapii disini masalahnya mba alika belum sampai 6 bulan berpisah dari suami ibu! Jadi nanti ibu datang kembali di 5 bulan kedepan untuk mengajukan kembali gugatan nya secara resmi!" Jelas petugas dengan ramah menjelaskan agar alika mengerti.


"Memangnya harus 6 bulan yaa mba? Nggak bisa sekarang saja?" Tanya lagi alika dengan wajah kecewa nya.


"Tidak bisa mba! Karena persyaratan mengajukan gugatan harus seperti itu. Pisah darat selama 6bulan dan pisah laut atau pulau selama 2th baru bisa mengajukan gugatan." Jelas lagi petugas berusaha tetap seramah mungkin.


"Oooh begitu! Jadi nanti aku harus balik lagi kesini setelah 5 bulan mba?" Tanya alika lagi memastikan sedangkan ema hanya mendengarkan pembicaraan alika dan petugas dengan seksama.

__ADS_1


"Iyaa mba! Ini berkas pengajuan sudah saya simpan dan akan kembali diproses setelah 5 bulan kedepan!" Ujar petugas lagi.


"Baiklah kalau gitu saya permisi dulu! Insyaallah nanti aku akan kembali lagi! Doakan semoga semuanya lancar yaa mba?" Ucap alika dengan polosnya.


"Iya mba amin. semoga saja semuanya lancar!" Sahut petugas dengan senyum lebarnya yang menganggap lucu dengan tingkah alika.


Alika dan ema beranjak dari duduknya lalu keluar dengan hasil yang mengecewakan. Alika terlihat lesu karena masih harus menunggu sampai 5 bulan lagi untuk bercerai dari tajudin. Rasanya alika sudah ingin bercerai hari ini juga. Namun menyangkut aturan yang harus dipatuhi akhirnya alika hanya bisa pasrah dan menunggu waktunya tiba.


Setelah keluar dari gedung pengadilan ema dan alika tidak langsung pulang melainkan pergi main kerumah teman ema agar alika sedikit terhibur. Setelah sampai mereka berdua disambut hangat oleh sang penghuni rumah.


"Assalamualaikum..!" Ucap ema yang sudah di depan pintu rumah teman nya yang bernama Sri.


"Waalaikumsalam..! Eeeeh ada tamu dari kota! Ayo ayo masuk!" Titah sri menyuruh ema dan alika masuk kerumahnya.


"Yaa Ampun.. Berapa lama kita nggak ketemu em?" Ujar sri dengan ramah cipika cipiki dengan ema.


Alika menurunkan anaknya duduk dilantai agar bermain sendiri dan alika hanya menjaganya tanpa berkata apapun alika hanya diam saja masih dengan wajah kecewa nya sepulang dari pengadilan. Mereka berbincang bincang hingga lupa waktu dan tak sadar mereka sudah pergi dari pagi hingga sore menjelang magrib. Alika dan ema baru sampai rumah nya saat adzan maghrib berkumandang.


"Alhamdulillah.. Akhirnya sampai juga!" Ucap ema dan mendudukan dirinya di sofa ruang tamunya menyandarkan tubuhnya disandaran sofa nya. "Mama capek sekali hari ini!" Ucap ema lagi mengambil nafasnya dalam dan menghembuskan nya.


Alika masih selalu terdiam tak banyak bicara karena kekecewaan nya belum hilang. Ema paham alika sedang tidak baik baik saja terus mencoba menghibur anaknya agar tidak kembali kecewa.


"Kamu masih kecewa dengan keputusan pengadilan alika?" Tanya ema yang sudah menegapkan badan nya.


"Iyaa..!" Jawab alika singkat dengan wajah cemberutnya.


"Hmmm.. Sabar.. Semua butuh proses! Nanti juga kamu akan bercerai dengan suamimu! Asal kamu benar benar yakin dengan keputusan kamu dan tidak menerima tajudin kembali!" Ujar ema menasehati alika dengan lembutnya.


"Iyaa mah!" Sahut alika dengan nada lembut sembari menjaga lala bermain.

__ADS_1


"Yaa sudah sana kamu mandi! Biar lala mama yang jagain!" Titan ema menyuruh alika membersihkan dirinya agar tidak kotor jika cucunya ingin menyusu pada ibunya.


Alika beranjak dari duduk nya lalu menuju kamarnya dan membersihkan dirinya di kamar mandi. Ema yang menjaga lala begitu riang nya mengajak cucunya bermain.


Kini hari sudah berganti malam. Alika dan ema akan beristirahat di jam 11 malam. Tapi matanya kembali terbuka karena ada seseorang yang mengetuk pintunya dari luar. Ema yang khawatir karena tidak ada lelaki dirumah nya menghampiri alika dikamarnya meminta alika menemaninya untuk membuka pintunya. Saat pintu dibuka betapa terkejut nya alika dan ema melihat siapa yang datang.


"Assalamualaikum!" Ucap pria yang gagah tinggi dengan wajah khas orang pakistan membuat ema dan alika membulatkan matanya.


"Waalaikumsalam! Yaa Allah Tholib!" Terkejut ema langsung memeluk adiknya itu yang baru pulang dari turki.


"Hehehehehehe.. Kakak apa kabar? Hay alika? Kamu sudah punya anak sekarang?" Ujar tholib merangkul keduanya dengan senyum lebarnya sambil membawa kopernya.


"Aku baik paman!" Sahut alika datar tak seperti dulu yang masih manja dengan paman nya.


"Paman tidak dipeluk?" Ucap tholib sembari merentangakan kedua tangan nya.


Alika akhirnya berhambur kepelukan paman nya yang selama ini sudah dirindukan nya. Alika sangat merindukan tholib sejak dirinya menikah dengan tajudin. Alika sangat dengan dengan paman nya yang satu ini. Alika menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang paman lalu menumpahkan air matanya disana. Tholib yang melihat alika menangis juga ikut sedih karena sudah menahan rindu selama bertahun tahun. Alika dan tholib sudah seperti kakak adik kandung yang tak bisa dipisahkan.


"Hey.. Kenapa menangis?" Tanya tholib menangkup wajah alika dengan kedua tangan nya.


"Aku Kangen banget sama paman! Kenapa tidak pernah pulang?" Jawab alika dengan manjanya sambil menangis.


"Hehehehehe.. Paman kan cari uang buat bekal menikah nanti! Kamu aja sudah menikah! Lalu kapan paman akan menikah jika tak bekerja dan hanya menemanimu dirumah?" Ujar tholib beberapa kali mengecup kening alika dengan penuh kasih sayang.


Alika tersenyum simpul merasa malu karena masih saja manja dengan paman yang selalu ada sejak kecil. Alika dan ema menyuruh tholib untuk masuk dan membawa beberapa koper nya masuk. Mereka saling melepas rindu dengan berbincang bincang hingga tak terasa sampai jam 3 dini hari mereka masih dengan bahagianya saling melempar candaan di tengah malam sambil minum teh dan beberapa cemilan di ruang keluarga. Alika sedikit melupakan masalahnya sejak kedatangan tholib sang paman. Karena tholib tipe orang yang suka bercanda setiap saat membuat alika selalu melebarkan senyumnya sejak kedatangan tholib.


...****************...


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2