
"Assalamualaikum..!" Ucap alika saat memasuki rumah nya dan duduk disofa ruang tamu nya.
"Waalaikumsalam..!" Semua serentak menyambut alika dengan senyuman.
"Mbak ema aku mau lihat bayi nya dong!" Ucap rodiyah yang penasaran dengan anak alika.
"Ini cucu ku, cantik kan yaa seperti aku neneknya..!" Jawab ema masih menggendong bayi alika dan mengajak nya bercanda.
Semua nampak bahagia melihat bayi alika yang imut dan cantik seperti alika. Alika juga merasa terhibur karena banyak yang menyayanginya meski tanpa suaminya. Semua mengajak bayi alika bermain dan menyanyikan banyak lagu anak-anak meskipun bayi nya masih terlelap dan diam tapi membuat seisi rumah begitu heboh dan ingin menggendong bayi nya berebutan. Alika bahagia dan selalu melebarkan senyumnya karena tingkah mereka sangat lucu.
***
Tak terasa sudah dua minggu alika berada dirumah dan rombongan pengajian semakin bertambah karena rodiyah selalu mengajak orang-orang kerumah ema bagi yang ingin bertaubat. Ada seorang pria bernama fahri datang dengan penampilan yang urakan seperti preman. Dia ingin bertaubat dan tidak ingin menjadi preman lagi karena dirinya sudah bosan menjadi orang yang nakal. Ema membimbing nya dengan telaten dan sabar agar fahri mau merubah penampilan nya yang lebih rapi. Setelah satu minggu fahri datang ema semakin terlena dengan rombongan nya tanpa memikirkan alika yang masih membutuhkan nya. Meskipun alika tercukupi dalam segi makanan namun dia juga masih membutuhkan ema cara menjadi ibu yang baik dan perhatian. Selama kedatangan fahri ema semakin lupa diri bahkan sampai rela setiap hari meninggalkan alika sendirian mengurus bayi nya dirumah.
"Mama pergi dulu yaa? Ini mama sudah belikan mie instan dan telor siapa tau kamu lapar nanti malam. Mama kunci pintu nya dari luar, mungkin mama pulang pagi!" Ucap ema dan mengusap rambut alika dengan senyum simpulnya.
__ADS_1
"Mama mau nginep lagi?" Tanya alika dengan wajah kesalnya.
"Mama nggak tau nginep atau nggak. Mama di ajak sama mereka untuk kumpul di rumah mereka bergantian!" Jawab ema tanpa rasa bersalah. "Kamu pengen apa? Biar mama sekalian belikan kalau pulang?" Ema menawarkan pada alika agar alika tidak kembali marah padanya.
"Alika nggak pengen apa-apa! Alika cuma pengen mama dirumah nemenin alika! Itu ajah." Jawab alika kembali menyusui anaknya.
"Yaa nanti mama akan menemani kamu jika acara nya sudah selesai yaa?" Sahut ema dengan senyum simpulnya dan berpamitan pada alika. "Yaa sudah mama pergi dulu. Kabari mama jika ada apa-apa!" Ucap ema lalu beranjak pergi meninggalkan alika dirumah sendirian.
Alika kesal karena sejak ema mengenal fahri dirinya menjadi sering keluar meninggalkan alika sendirian. Alika frustasi dan stres karena sekarang alika tak mempunyai teman curhat dan berbagi cerita lagi. Alika merasa ema sudah berubah semenjak dekat dengan fahri anak didik nya yang usianya sama dengan adik alika si anindia. Fahri terus mendekati ema yang sudah berumur 40 lebih dan sedangkan fahri masih perjaka yang usinya lebih muda dua tahun dari alika.
***
"Kamu itu kenapa sih dek? Dari tadi nggak diem-diem! Kamu minta apa?" Ucap alika yang sudah mulai frustasi karena dia tidak tau apa yang harus ia lakukan agar anaknya kembali diam. "Sudah dooong jangan nangis terus! Mau kamu apa sih?" Ucap alika mencoba tetap sabar.
Tapi bayi nya masih saja menangis tanpa henti membuat alika semakin frustasi dan menjambak rambutnya sendiri dengan duduk di lantai dan mendekap lututnya hingga meneteskan air matanya membiarkan anaknya menangis tanpa mendiamkan nya. Akhirnya alika tak sabar dan membanting semua peralatan dikamar nya mulai dari baju bedak losion dan masih banyak yang lain nya alika lempar dan di benturkan ke dinding sampai semuanya pecah.
__ADS_1
"Aaakkkhhh! Semuanya bangsat! Semua orang sama saja! Aaaakkkhhh!" Teriak alika masih terus melempar semuanya hingga pecah.
Alika tak menghiraukan anaknya yang masih histeris menangis karena dirinya juga sudah lelah dengan semua ini. Alika menjatuhkan dirinya dilantai duduk dan menangis sejadi jadi nya.
"Yaa Allah! Kenapa kau memberikan nasib dan takdir ini padaku? Apa salahku? Kenapa kau melahirkan aku ke dunia jika hanya untuk menyiksaku disini ya Allah!" Tangis alika merasa kecewa dengan keadaan yang tak berpihak padanya. "Apa aku sehina ini sampai kau tak sudi memberikan kebahagiaan walau hanya satu hari padaku?" Alika kembali bergumam pada dirinya sendiri dan menatap bayi nya yang masih menangis dengan air mata alika yang terus mengalir. "Sayang! Jangan buat mama jadi gila karena kamu nak! Diam lah sayang.. Bantu mama agar bisa kuat menjalani ini semua tanpa siapapun!" Ucap alika lagi menatap bayinya yang menangis. "Diaaaaaaaaam!" Alika kembali teriak di hadapan bayi nya membuat bayi nya semakin menangis dan histeris mendengar suara alika yang menggema dikamar nya sendiri.
Setelah berteriak alika terus menangis dan memeluk kedua lututnya dengan erat tanpa menghiraukan anaknya. Alika ingin menyiksa dirinya sendiri tapi dia mencoba untuk bertahan dan terus melafalkan istighfar agar lebih tenang. Setelah tenang alika kembali menggendong anaknya dan menyusui nya hingga bayi nya terlelap di pelukan nya. Alika yang melihat anaknya sudah terlelap dan akhirnya meletakan bayinya dikasur diiringi dirinya yang berbaring disebelahnya. Alika yang sudah sangat mengantuk karena menangis dan matanya bengkak akhirnya ikut terlelap dengan damai nya tanpa ada gangguan.
***
Pagi hari nya di jam 7 pagi ema pulang dan langsung menuju kamar alika karena semalam ema gelisah memikirkan alika yang berada dirumah sendirian. Ema membuka kamar alika dengan pelan karena takut membuat alika dan anaknya terbangun. Betapa terkejutnya ema yang melihat kamar alika seperti kapal pecah berantakan dan licin karena ada beberapa minyak telon yang pecah saat alika membanting nya.
"Astaghfirullah! Apa yang alika lakukan semalam hingga membuat kamar nya seperti ini?" Ucap ema pada dirinya sendiri dan melihat alika yang masih terlelap memeluk bayinya. "Kenapa mata nya sembab? Apa dia habis menangis semalam? Atau suaminya telfon dan membuat dirinya jadi marah besar sampai seperti ini?" Ucap ema lagi bertanya tanya pada hatinya sendiri.
Ema yang melihat alika masih terlelap akhirnya mencoba untuk keluar dari kamar alika karena takut alika terbangun dengan kondisi yang masih kecewa. Ema kembali menuju kamar nya dan membersihkan diri lalu tidur karena semalaman ema tidak tidur berbincang dan bercanda ria dengan rombongan pengajian nya sampai pagi.
__ADS_1
...****************...
BERSAMBUNG