
"Jadi istri saya sudah bisa untuk melakukan hubungan dok?" Tanya tajudin memastikan.
"Sudah pak!" Jawab tegas dokter juwita.
"Tidak akan mempengaruhi kandungan nya kan dok?" Tanya tajudin takut kandungan alika semakin bermasalah.
"Jika bapak melakukan nya dengan perlahan maka tidak akan mempengaruhi kandungan nya pak! Jangan terlalu keras!" Ujar dokter juwita memberi pengarahan."Nanti akan saya beri vitamin penguat kandungan ya pak?" Ucap lagi dokter juwita sembari menulis resep di kertas resepnya.
"Iyaa dok terimakasih!" Sahut tajudin merasa lega dan sekaligus senang karena kebutuhan biologisnya sudah bisa tersalurkan.
"Ini resepnya bisa di ambil di apotik rumah sakit yaa pak!" Jelas dokter juwita sembari menyerahkan resep pada tajudin.
"Baik dok! Apa ada lagi yang harus dijelaskan dok?" Tanya tajudin memastikan.
"Tidak ada. Semua sudah saya jelaskan!" Jawab dokter juwita ramah.
"Kalau begitu kami permisi dulu! Mari dok!" Pamit tajudin berdiri dari duduknya dan melangkah keluar dari ruang dokter juwita.
Setelah penjelasan dari dokter tajudin selalu mengumbar senyumnya sepanjang jalan. Pria berambut panjang memakai kemeja batik lengan pendek berwarna ungu dipadukan dengan celana levis berwarna navi dan sepatu sandal khas lelakinya dengan kulit putihnya membuat pesona nya semakin terpancar. Berbeda dengan alika dengan ekspresi kecewa nya memasang wajah cemberut melangkah dibelakang tajudin dengan perut buncitnya menggunakan gamis berwarna pink dipadukan hijab berwarna hitam membuat aura kecantikan nya semakin terpancar. Setelah berjalan menyusuri lorong rumah sakit akhirnya tajudin sudah sampai di apotik rumah sakit dan menyodorkan resep nya kepada petugas apotik. Tak berselang lama obat dan vitamin sudah ditebus dan tajudin mengajak alika untuk pulang dengan menggandeng tangan alika dengan mesra nya ditambah senyum yang terus merekah dibibir nya.
***
Kini mereka berdua sudah berada dirumahnya setelah melakukan perjalanan yang cukup melelahkan. Hari semakin sore alika dan tajudin sudah membersihkan dirinya. Tajudin menawarkan segala yang alika inginkan dengan ramah dan lembutnya membuat alika merasa heran dengan perubahan sikap suaminya yang begitu drastis. Alika mengambil kesempatan ingin makan sayuran yang menyegarkan tenggorokan nya dengan rasa asin yang sangat disukai nya. Alika menyukai makanan yang berbau asin bahkan makan mangga muda saja dia celupkan garam lima sendok makan yang di haluskan dengan satu lombok saja. Begitulah jika ibu hamil makan asin namun terasa manis di lidah nya. Hari semakin malam dan sudah menyelesaikan makan malam nya. Alika masuk ke dalam kamar nya ingin mengistirahatkan tubuhnya yang sudah sangat lelah seharian sibuk dengan urusan nya. Saat baru merebahkan tubuhnya tajudin memeluk tubuh alika dari belakang yang membelakangi dirinya.
"Alika! Ijinkan aku meminta hak ku malam ini ya?" Tanya tajudin membisikan nya di telinga alika sebelah kanan.
Alika tak menjawabnya. Alika memejamkan matanya dengan meneteskan airmata nya bergelut dengan pikiran nya sendiri. Ingin rasanya menolak tapi itulah kewajiban nya melayani suaminya sesuai nasehat ibunya.
__ADS_1
"Aku tidak mau disentuh lagi oleh mu! Tapi aku tidak ingin berdosa dan dilaknat karena menolaknya. Aku harus bagaimana ya Allah!" Bisik alika dalam hati masih merasakan berat memberikan nafkah batin nya.
"Alika! Apa kamu dengar aku? Apa kamu sudah tidur?" Tanya tajudin melongok wajah alika yang masih membelakangi nya.
"Cup..cup..cup.."
Tajudin mengecup pipi kanan alika dengan lembutnya membuat alika membuka matanya masih dengan air mata nya yang mengalir. Alika membalikan badan nya terlentang dan menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca. Tajudin yang melihat alika menangis berusaha menenangkan nya dengan mengusap air mata nya menggunakan jarinya.
"Kenapa kamu menangis?" Tanya tajudin menatap alika yang dibawah nya namun memiringkan tubuhnya yang masih dikasur.
"Aku nggak apa-apa!" Jawab alika dengan suara seraknya.
"Boleh kan aku meminta nya malam ini?" Tanya tajudin dengan mata sayu yang sudah menahan hasrat nya.
Alika masih terdiam dengan bibir terkunci tak mampu menjawab nya karena hati nya masih merasakan berat untuk melakukan nya. Tajudin tak memperdulikan alika yang masih terdiam. Tajudin langsung mendekatkan bibirnya di bibir alika hingga ******* nya dengan lembut dengan erangan yang dikeluarkan tajudin karena sudah menahan nya selama berbulan-bulan. Alika yang mendapatkan perlakuan lembut dari suaminya meremas sprei untuk menahan rasa nikmat yang menjalar ke seluruh tubuh nya agar tidak mengeluarkan suara.
Tajudin yang melihat alika menikmati nya semakin dalam memagut lidah dan bibirnya. Tangan kanan nya mulai memainkan tubuh alika dengan lihai. Tajudin melepaskan ciuman nya dan kembali ******* leher alika namun alika masih berusaha menahan suaranya agar tidak keluar dengan meremas sprei lebih kuat dari sebelumnya. Setelah puas dengan leher alika tajudin mulai membuka dress alika dari bawah dan mengusap paha alika dengan lembut sampai dress yang tadinya masih ditubuh alika sudah terlepas hingga tubuhnya sudah terpampang tanpa sehelai benangpun. Tajudin menyesap dua gunung kembar alika dengan lembutnya yang akhirnya membuat alika mengeluarkan suara nikmatnya yang menurut tajudin sangat sexy.
"Eemmhhh.." Lenguh tajudin dengan memberi tanda kepemilikan nya di seluruh tubuh alika.
Setelah puas bermain dengan tubuh alika kini tajudin membuka pangkal paha alika dan membenamkan wajahnya di goa indah milik alika. Tajudin memainkan lidahnya dengan lihai membuat alika mendesah dan merasakan begitu nikmat surga dunia dengan merentangkan tubuhnya berkali-kali.
"Aahhkkg..ahhhkkgg" Alika terus mendesah karena ulah tajudin yang masih memainkan lidah nya di goa indah milik alika.
Setelah puas bermain di atas tubuh alika tajudin menghentikan nya sesaat dan mengungkung tubuh alika dengan wajah yang sudah diatas wajah alika kemudian mengecup dahi alika lembut dengan nafas yang memburu.
"Alika! Siap yaa? Mungkin sedikit sakit karena sudah lama tidak melakukan nya. Tahan sedikit jika perlu gigit bahu ku kalau kamu tidak kuat menahan sakitnya. Yang pasti aku akan melakukan nya dengan lembut." Jelas tajudin dengan mata sayu dan suara beratnya karena sudah tak tahan.
__ADS_1
Alika tak menjawabnya dan memalingkan wajahnya ke arah samping karena menahan malu saat kondisi dirinya tanpa pakaian nya.
"Bismillah! Siap yaa?" Ujar tajudin dengan lembut di atas telinga alika.
Alika yang merasakan deru nafas tajudin di telinganya merasa geli namun masih dengan bibir yang terkunci alika merasa sangat malu.
Tajudin mulai menusukan pedang nya ke dalam goa milik alika dan akhirnya.
"Aaahhkkgg.." Lenguh tajudin karena milik alika masih seperti perawan dan begitu mengigit milik tajudin hingga tajudin begitu merasakan miliknya di hisap oleh milik alika. Alika yang merasakan ada sesuatu yang masuk dengan sedikit ditekan merasakan kenikmatan yang luar biasa.
"Aaahhhkkk.." Desah alika setelah milik tajudin masuk ke dalam nya. Tajudin menghentikan nya sesaat agar alika tak merasakan sakit dan nyeri sembari ******* bibir alika dengan rakusnya dan tangan kirinya memainkan gunung kembar milik alika yang membuat alika semakin mendesah dengan nafas yang memburu karena bibirnya masih dibungkam oleh tajudin.
"Eemmmhhh..eemmhhh..!" Lenguh alika semakin gelisah.
Tajudin yang melihat alika semakin memburu akhirnya mulai memainkan pedang nya dengan memaju mundurkan secara perlahan masih dengan ******* bibir alika yang terasa candu bagi nya. Kini tajudin sudah melepaskan pagutan bibirnya dan mulai menggoyangkan tubuhnya dengan perlahan dan lihai nya membuat alika mendesah saking nikmat yang ia rasakan pertama kalinya setelah kekerasan seksual yang tajudin lakukan tempo hari.
"Aaahhkkkg.. Aaahhkkg.. Aaahhkkg..!" Alika terus mendesah dibawah kungkungan suaminya.
Tajudin kembali mendekatkan bibirnya ditelinga alika dan membisikan sesuatu pada alika.
"Sebentar lagi alika.. Aahh.. Sebentar lagi aku mengeluarkan nyaa.. Aaahhh.." Dengan ucapan lembut sembari mendesahkan dengan goyangan yang sedikit cepat namun perlahan alika tak memperdulikan rasa malunya menatap tajudin yang berada di atas nya dengan mata sayu nya."Aaaahhhkkkgg.." Erang tajudin setelah berhasil mengeluarkan cairan nya ke dalam rahim alika.
Dengan wajah penuh nikmat alika menatap tajudin disaat terakhir dirinya menyelesaikan nya. Alika merasakan kenikmatan di wajah tajudin yang menurut nya sangat sexy. Tajudin menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh alika karena dirinya merasa lemas dan tak berdaya. Setelah menetralkan nafas nya tajudin menjatuhkan tubuhnya di samping alika dan menatap alika yang berada di samping nya.
"Alika! Apa kamu menikmatinya?" Tanya tajudin memiringkan tubuhnya sembari menyingkirkan anak rambut alika yang berantakan menutupi wajahnya.
Alika hanya terdiam dengan tatapan yang tanpa bisa di artikan dengan kata-kata. Seakan bibirnya terkunci tak mampu mengeluarkan ucapan nya. Alika begitu merasakan indah nya surga dunia yang ia rasakan saat ini. Dirinya ingin merasakan nya lagi namun tak bisa mengatakan nya pada tajudin. Malu? Yaa jelas alika merasa malu jika dirinya harus meminta nya lagi padahal dirinya sempat menolak karena ulah tajudin yang dulu membuatnya merasakan sakit dengan caranya yang kasar.
__ADS_1
...****************...
BERSAMBUNG