NASIB Dan TAKDIR

NASIB Dan TAKDIR
53.KURANGAJAR


__ADS_3

"Prraaaang..!"


Alika memecahkan piring dan membalikan mangkuk yang berisi lauk yang dimasak oleh tajudin dengan kasar nya. Alika marah dengan wajah merah padam membulatkan matanya menatap tajudin dihadapan nya. Alika sudah tidak sabar lagi menghadapi suaminya yang tidak tau malu selama berada dirumah nya.


"Jaga sikap kamu yah alika! Aku ini suamimu!" Teriak tajudin menunjukan jarinya diwajah alika.


"Apah! Jaga sikap kamu bilang? Sejak kapan kamu menganggap dirimu sebagai suamiku hah!" Jawab alika dengan melototkan matanya dihadapan tajudin. "Ingat yah tuan tajudin yang terhormat! Mamaku adalah seorang janda yang tak bekerja hanya mengharapkan belas kasih dari saudara yang mengingatnya! Sedangkan aku seorang wanita yang mempunyai suami tapi bagaikan seorang janda yang hidup sebatang kara! Jika kamu ingin menghabiskan makanan seperti dirumah mu maka jangan pernah tinggal dirumah ini! Kami seorang wanita yang harus berusaha keras lebih dulu hanya untuk membeli beras satu kilo. Memang nya siapa kamu berani menghabiskan nasi satu rice cooker lalu hanya dibalas dengan kata maaf saja? Memang nya kamu anggap disini rumah makan gratis hah!" Pekik alika dengan nada tingginya meluapkan segala emosinya pada tajudin. "Kamu itu hanya seorang lelaki yang cuma modal burung saja! Jika mencari uang pun kamu berikan pada ibu mu! Lalu untuk apa kamu menikah? Jika memang kamu ingin dihargai oleh istrimu maka hargai dulu istrimu! Jangan seenaknya kamu berbuat semau kamu. Sedangkan apa kamu memikirkan aku kelaparan saat aku berada dirumah mu? Apa aku menghabiskan semua makanan yang ada dimeja makan ibumu? Dasar pria rakus!" Pekik alika tanpa rasa takut menghadapi suaminya yang selalu membuatnya naik darah setiap hari.


"Jadi kamu melakukan semua ini karena balas dendam sama aku?" Teriak tajudin membulatkan matanya semakin mendekatkan wajahnya di wajah alika.


"Aku tidak balas dendam! Aku hanya ingin kamu tau bagaimana rasanya hidup dirumah keluarga yang tidak pernah mau mendukungnya dan dibiarkan kelaparan begitu saja! Beruntung kamu lelaki. Jika kamu perempuan dan saat ini kamu sedang hamil apa yang akan kamu rasakan jika sikapku seperti ini? Merasa tidak dihargai? Merasa sakit hati? Atau merasa..!" Ujar alika masih dengan nada tingginya dan ucapan nya berhenti begitu saja karena tajudin yang menghentikan ucapan alika dengan.


"Plaaaakk!" Tajudin menampar alika dihadapan mertuanya.


"Heeehh! Beraninya kamu menampar anakku! Kurangajar!" Teriak ema tak terima dengan perlakuan tajudin pada alika dan alhasil.


"Buhg..buhg..buhg.." Ema memukul tajudin menggunakan sapu yang berada disampingnya di pinggir meja makan dengan tanpa ampun ema terus memukul tajudin dan alika yang melihatnya hanya diam saja dan tersenyum sinis bahkan kalau bisa alika ingin ema terus memukulnya hingga tajudin merasakan patah pada seluruh tulang nya. Ema yang kalut tak menghiraukan kesakitan tajudin dipukul menggunakan sapu. Namun pukulan ema terhenti saat rombongan rodiyah datang dan menghentikan ema yang sedang kalut.


"Astaghfirullah mbak ema stop!" Teriak rodiyah dan menghentikan ema dengan mengambil sapunya. "Stop mbak! Kenapa mba ema seperti ini?" Tanya rodiyah dengan memeluk ema yang bernafas terengah engah setelah memukul tajudin.

__ADS_1


Ema tak menjawab justru malah menangis sejadi jadinya dipelukan rodiyah. Alika hanya diam saja masih melihat tajudin kesakitan karena bekas pukulan dari ema. Alika langsung melangkah menuju kamarnya mengambil anaknya dan akan ia gendong dengan erat tanpa melepaskan nya. Alika takut tajudin akan nekat membawa anaknya kabur dan dibawa pergi. Sedangkan para pria membantu tajudin berdiri dan membantunya duduk dilantai. Tajudin sangat sakit hati dengan perlakuan alika dan ibunya yang menyiksanya sampai seperti itu. Namun alika tidak salah karena alika sudah terlalu banyak menahan kesabaran dengan tingkah tajudin yang selalu membuat dirinya naik darah.


Setelah tajudin merasa sedikit hilang dengan rasa sakitnya ia masuk ke kamar dan mengemasi barang barang nya karena akan pulang ke kampungnya. Alika tak menghiraukan apa yang akan dilakukan tajudin. Yang terpenting anaknya selalu dalam dekapan nya agar tidak dibawa kabur oleh tajudin. Setelah selesai mengemasi barang nya akhirnya tajudin keluar dan menghampiri alika diruang tamu yang ditemani oleh rombongan rodiyah.


"Ingat yah! Aku tidak akan pernah terima dengan perlakuan kamu seperti ini! Jangan pernah mencariku jika suatu saat kamu membutuhkan aku! Dan jangan pernah anggap aku ayah dari anakmu itu!" Teriak tajudin dan keluar dari rumah alika tanpa diusir oleh sang penghuni rumah.


Alika yang berdiri menggendong anaknya menutup matanya dan meneteskan airmata nya lalu berlutut dilantai yang masih menggendong anaknya.


"Aaaaaakkkhhhh! Lelaki bangsat! Bajingan wanita! Aaaaaaakkkhhhh! Anjing kamu tajudin!" Teriak alika berlutut dilantai masih menggendong anaknya.


Rasanya alika sudah tidak sanggup berdiri. Tulang nya seakan remuk tanpa melihat perlakuan tajudin yang begitu kejam selama ini. Alika menangis sejadi jadinya dan dipeluk oleh ema sang mama. Anak alika diambil alih oleh rodiyah dan digendong dengan perlahan. Ema terus memeluk alika memberikan kekuatan agar alika bisa kuat dan tegar menjalani semua cobaan hidupnya.


***


***


Kini kehidupan alika semakin berlalu tanpa sosok seorang tajudin. Alika menjalani hari hari nya seperti biasanya. Alika semakin mendekatkan dirinya pada yang maha kuasa untuk memohon ampunan agar kehidupan kedepan nya semakin lebih baik. Alika mengikuti acara pengajian dan juga arisan yang diadakan oleh ema.


"Alika.. Kenapa melamun?" Tanya rodiyah dengan nada lembut nya.

__ADS_1


Alika tersenyum simpul "Aku nggak pa pa! Cuma lagi pengen ngelamun ajah!" Sahut alika dan kembali bermain dengan anaknya.


"Sabar! Jangan terlalu memikirkan suamimu! Suatu saat dia akan menerima balasan nya!" Ujar rodiyah mengusap punggung alika.


Alika selalu berusaha melebarkan senyumnya. Alika berusaha untuk baik baik saja meski hati nya terluka. Entah bagaimana masa depan alika selanjutnya jika perceraian yang alika pikirkan terjadi begitu saja. Sedangkan sudah dua bulan tajudin tak juga memberi kabar apapun untuk status mereka kedepan nya. Alika dilema antara bercerai atau bertahan. Jika bercerai alika belum siap menjadi seorang janda. Jika bertahan alika juga merasa sudah seperti seorang janda selama ini. Entah apa keputusan alika selanjutnya. Alika hanya terus berdoa dan sholat istikharah agar mendapatkan keputusan yang tepat tanpa ada saran dari orang lain.


...****************...


BERSAMBUNG


***


Hay semua bagi para pembaca. Cerita kisah nyata takdir dan nasib akan terus update setiap hari dengan dua episode perhari nya. Akan aku usahakan update dua episode perhari. Jika hanya satu episode saja itu karena saya tidak enak badan atau sedang sibuk karena acara tertentu.


jangan lupa tinggalkan jejak nya dengan memberi Like, komen, subscribe, juga saran dan dukungan nya.


🥰🙏


Trimakasih.

__ADS_1


__ADS_2