
"Boleh aku mendengar kamu mengaji?" Tanya rodiyah ingin mengetes alika apakah benar-benar bisa mengaji.
"Aku masih kotor! Aku belum mandi dan belum berwudhu! Jadi tidak diperbolehkan untuk saat ini! Jika aku mandi sekarang ini sudah tengah malam!" Jelas alika membuat rodiyah tersenyum kecut.
"Baiklah! Besok kamu mengajarkan kita mengaji yaa?" Ucap rodiyah yang sedikit tidak punya sopan santun.
"Boleh, jika mama mengijinkan! Kalian disini kan belajar ngaji dengan mamaku! Kenapa jadi minta aku yang ngajarin kalian?" Ucap alika tak suka dengan ucapan mereka yang seakan meremehkan ema sang ibu.
"Harusnya kalian mengajak aku untuk mengaji bersama saat mamaku mengajarkan kalian! Bukan malah minta aku yang mengajarkan dan mamaku yang menyimak!" Kesal alika pada tamu ema yang tak mempunyai aturan."Aku mau istirahat! Aku capek sekali hari ini!" Tambah alika lagi beranjak dari duduk nya dan menuju kamar ema untuk istirahat karena sudah jam 12 malam.
"Alika marah yaa mbak ema?" Tanya rodiyah yang memang sedikit bodoh.
"Maaf! Kalian belum mengenal alika secara langsung! Dia itu anak yang nggak suka basa basi. Alika kalau bicara memang suka terang-terangan dan tidak peduli siapa orang yang diajak bicara! Jadi saya mohon, jangan menyinggung masalah privasi atau memerintah alika untuk mengajarkan kalian. Apalagi kalau diperintah untuk membeli sesuatu diluar pasti alika akan sangat marah! Karena dirinya merasa dianggap seperti budak! Alika jika diperintah aku atau kakek nenek nya dia tidak akan keberatan karena dia menghormati orangtua nya. Tapi jika yang bukan keluarga nya alika tidak akan suka!" Jelas ema karena takut alika berbicara kasar pada tamu nya.
"Oooh begitu! Baiklah kita tidak akan banyak bertanya. Padahal maksud aku hanya ingin akrab saja dengan nya. Tapi jika alika salah menanggapi yaa sudah kami mengerti!" Sahut rodiyah merasa tidak enak karena alika baru saja pulang kerumah nya.
Alika shock dan terkejut dengan kedatangan mereka yang baru dikenal. Alika merasa tidak nyaman berada dirumah nya karena terlalu banyak orang yang seenaknya berlalu lalang masuk ke dalam rumah menuju dapur dan kamar mandi. Alika tidak terbiasa dengan kehadiran mereka dan akhirnya memilih untuk menonton tv diruang keluarga sendirian. Sejak menikah dengan tajudin alika selalu ingin menyendiri tak ingin mengenal siapapun. Namun ada mata yang selalu menatap alika yang membuat alika merasa tidak nyaman.
Keesokan harinya alika bangun siang hingga waktu mendekati dzuhur. Dirumah alika sudah ramai tamu yang seperti semalam bahkan lebih ramai lagi karena rodiyah membawa kakak perempuan nya yang bernama Nur. Nur mempunyai satu anak lelaki dan perempuan. Yang lelaki bernama furqon dan yang wanita bernama Bella. Furqon masih lajang begitu juga dengan bella. Furqon menyukai alika saat semalam pertama kali melihat alika begitu juga dengan rayan. Tapi alika tidak begitu menanggapi nya karena status alika masih seorang istri. Alika tidak mau jadi pendosa karena dirinya sedang hamil dan harus menjaga nama baik diri nya sendiri.
"Itu siapa mbak ema?" Tanya nur yang melihat alika keluar kamar menuju ruang tv tak memperdulikan kedatangan mereka.
"Itu alika anak saya! Dia baru datang semalam dan akan melahirkan disini!" Jelas ema dengan bangga mengenalkan alika pada tamu nya.
"Cantik yah! Seperti mbak ema!" Ucap nur memuji dengan senyum simpulnya.
"Hehehehehehe.. Buah jatuh tidak jauh dari pohon nya mbak nur!" Sahut ema diselingi candaan.
Mereka semua tertawa melihat betapa genit nya ema memperkenalkan anaknya. Alika tidak suka keramaian yang membuatnya merasa risih. Disaat sedang bercanda ria ema memanggil alika untuk bergabung dengan rombongan pengajian nya.
__ADS_1
"Alikaaa!" Teriak ema dari ruang tamu yang sudah digelar karpet permadani.
"Iyaa maaah!" Jawab alika dengan nada sedikit tinggi karena dirinya berada diruang keluarga.
"Sini naak!" Panggil ema lagi menyuruh alika bergabung.
Alika bangkit dari duduk nya dan berjalan perlahan menuju ruang tamu yang sudah ramai tamu.
"Ada apa mah?" Tanya alika masih berdiri menatap ema yang duduk di atas karpet.
"Sini sayang!" Titah ema menepuk sofa disamping dirinya sedangkan ema duduk di atas karpet.
"Aku duduk dibawah saja!" Sahut alika duduk dibawah dengan perlahan takut perutnya sedikit menekan."Kenapa mah?" Tanya alika menoleh kearah ema yang berada disamping nya.
"Ini kenalin.. Ini mbak nur kakak nya mbak rodiyah. Ini furqon anaknya mbak nur. Dan ini bella adiknya furqon!" Jelas ema pada alika.
Alika hanya menatap mereka bergantian dan memberi senyum manis nya.
"Iyaa mbak!" Sahut alika mengusap perut buncitnya dengan senyuman nya.
"Oooh.. Baru pulang semalam yaa kata mama kamu?" Tanya nur lagi sedikit kepo.
"Iyaa baru pulang semalam!" Jawab alika singkat merasa sungkan.
"Diantar suami mu atau pulang sendiri?" Tanya nur yang masih ingin mencari informasi tentang alika namun alika tidak menjawab hanya senyum dari bibir nya saja yang ia tunjukan.
"Alika saya jemput kemarin karena suaminya tidak bisa mengantar!" Ucap ema menjelaskan agar tidak ada rasa tersinggung dibenak alika.
"Oooh begitu..Tapi hubungan alika dan suaminya baik-baik saja kan mbak ema?" Tanya nur semakin kepo tentang alika.
__ADS_1
"Alhamdulillah semuanya baik. Iya kan alika?" Ucap ema sembari mengusap punggung alika dan dibalas anggukan oleh alika dengan senyum simpulnya.
Nur akhirnya terdiam. Namun ada yang tak sengaja keceplosan membuat alika jadi salah tingkah.
"Sayang nya udah menikah! Kalau belum aku juga mau sama kamu alika!" Ucap furqon tanpa basa basi membuat alika kelimpungan menatap perut nya."Hehehehehe bercanda ko alika. Jangan dianggap serius!" Ucap furqon lagi dan hanya dibalas senyuman oleh alika.
Rayan yang tak berada disana karena bekerja membuat furqon bisa lebih leluasa untuk mendekati alika. Tapi furqon tahu bahwa alika masih berstatus menjadi istri dari pria lain.
Kini hari hari alika dirumahnya juga sudah merasa damai karena dikelilingi oleh orang orang baik yang datang setiap hari yaitu rombongan pengajian ema. Setiap malam jumat ema selalu mengadakan pengajian. Dan satu minggu dua kali ema mengajarkan ibu ibu dan bapak bapak untuk belajar mengaji bagi yang belum bisa mengaji. Namun saat sedang mengaji alika ikut menyimak apa yang diajarkan ema pada tamu nya. Ema sengaja menunjuk alika untuk melafalkan satu ayat alqur'an agar rodiyah tidak selalu menyuruh alika untuk mengajarkan mereka mengaji.
"Alika! Coba baca satu ayat surat dalam alqur'an yang kamu tau!" Ucap ema dengan bangga di depan para tamu nya.
Alika melafalkan ayat alqur'an dengan fasih dan sesuai dengan tajwid nya membuat mereka yang mendengarnya merasa kagum. Alika bukan tipe orang yang menyombongkan diri bahwa dirinya bisa mengaji dan bahkan suaranya sangat merdu. Karena dulu saat alika masih sekolah SD dia disekolahkan disekolah swasta yang favorit hingga lulus SD alika sudah hafal alqur'an 30 juz. Ema dan kakek nenek nya merasa bangga jika saat mendengar alika mengaji setelah selesai sholat.
Kini hari sudah malam saat nya alika istirahat karena sudah duduk seharian membuat pinggang nya merasa pegal. Saat alika sedang tidur dia terbangun di jam satu malam dan keluar dari kamarnya karena ema juga belum tidur masih menemui para tamunya yang masih setia mendengar sedikit nasehat agama dari ema. Alika ikut bergabung duduk di sofa dan mendengarkan ema memberikan nasehat agama pada para tamunya.
"Mah! Aku lapar!" Ucap alika saat ema menghentikan obrolan nya.
"Kamu lapar? Ini jam berapa?" Tanya ema dan melirik ke arah jam dinding yang ada diatas dirinya duduk."Oooh ini sudah jam satu malam. Kamu mau makan apa?" Tanya ema karena haru sudah malam belum tentu banyak warung makan yang masih buka.
"Aku belikan nasi goreng yaa alika?" Tawar rayan tiba-tiba angkat bicara.
"Ah tidak usah! Aku beli mie instan aja diwarung!" Tolak alika merasa sungkan.
"Kamu sedang hamil tidak boleh makan sembarangan! Sudah aku belikan nasi goreng saja! Tunggu sebentar yaa?" Ucap rayan beranjak keluar menuju motor nya namun ada yang lupa membuatnya kembali masuk."Ah alika! Nasi goreng nya pedas atau jangan?" Tanya rayan takut salah membelikan.
"Sedang saja jangan terlalu pedas! Minta timun nya yang agak banyakan yaa?" Sahut alika dengan ramah.
Akhirnya rayan pergi menggunakan motornya dengan senang hati membelikan nasi goreng untuk alika. Alika juga senang karena dirumah nya banyak orang-orang yang peduli padanya.
__ADS_1
...****************...
BERSAMBUNG