NASIB Dan TAKDIR

NASIB Dan TAKDIR
62.SIDANG PUTUSAN


__ADS_3

"Gimana hasil sidang nya alika?" Tanya ema yang sudah melihat alika dihadapan nya.


"Alhamdulillah lancar mah! Cuma sidang masih ditunda bulan depan dengan sidang putusan! Tanggalnya nanti akan di beri surat yang dikirim dari pengadilan kerumah!" Jawab alika dengan raut wajah kecewanya karna masih harus ada sidang berikutnya.


"Yaa sudah nggak pa pa! Insyaallah bulan depan hakim bisa memutuskan dan mendukung kamu untuk menceraikan tajudin!" Ujar ema menguatkan alika mengusap bahu nya. "Yaa sudah ayo kita pulang!" Titah ema memeluk bahu alika untuk melangkah menuju parkiran karena danur dan ali tetangga alika sudah menunggunya di parkiran untuk pulang bersama menggunakan motor mereka.


Alika dan ema membonceng Danur dan Ali untuk kembali pulang kerumah masing masing. Masih dengan raut wajah kecewanya alika lebih banyak diam dan memikirkan sidang putusan nya bulan depan. Tak terasa setelah perjalanan panjang nya selama 30 menit kini alika sudah sampai dirumah nya. Alika melangkah memasuki rumah nya diikuti oleh ema dibelakang nya. Alika mengucapkan salam lalu bergegas menuju kamar nya. Alika masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintunya kemudian menaruh lala diatas kasurnya dan kemudian alika menangis sejadi jadinya. Rasanya tak sanggup untuk menghadapi segala ujian dan cobaan yang selama ini diterima nya.


***


1 Bulan kemudian.


Alika melakukan sholat hajat sebelum berangkat menuju pengadilan agama. Alika berwudhu dan melaksanakan sholat hajatnya dengan khusuk lalu berdoa dengan menengadahkan tangan nya di depan wajah nya alika berdoa dengan tetesan airmatanya yang sudah tidak bisa ditahan lagi.


"Yaa Allah! Jika kau mengujiku agar aku menjadi lebih baik maka lancarkan lah sidang putusan hari ini. Mudahkanlah segala urusan hamba yaa Allah. Jangan kau persulit lagi seperti sidang yang lalu! Hamba mohon padamu. Kuatkan aku untuk menjalani cobaan yang kau berikan padaku saat ini! Kepada siapa lagi hamba mengadu jika bukan padaMu! Hamba mohon sekali lagi, hamba mohon lancarkan dan mudahkanlah sidang putusan hari ini! Hamba sudah tidak sanggu untuk hidup berumah tangga dengan nya!" Ucap alika dan mengucapkan lafal untuk memantapkan doanya.


Setelah selesai alika beranjak dari duduknya dan membereskan peralatan sholatnya kemudian bersiap untuk kembali ke pengadilan hari ini. Setelah siap alika keluar dari kamarnya sudah disambut oleh ema dan rodiyah beserta pasukan nya untuk mendukung alika karena hari ini adalah sidang putusan nya. Dengan memantapkan hatinya alika memutuskan untuk tetap menceraikan suaminya.


Alika sudah melakukan perjalanan nya di dampingi rombongan rodiyah dan ema. Selama perjalanan nya 30 menit alika selalu berdzikir agar semuanya diberi kelancaran tak ada halangan suatu apapun selama berjalan nya sidang. Tak terasa kini alika dan rombongan nya sudah sampai di gedung pengadilan agama. Alika turun dari motor dan menatap gedung dihadapan nya itu dengan tajam. Alika berharap sidang hari ini memutuskan untuk status kedepan nya yang menjadi seorang janda. Siap tidak siap alika harus tetap siap. Alika melangkahkan kakinya dengan tegas dan menyerahkan lala pada ema dan sudah menyusui nya lebih dulu agar lala tidak rewel bersama neneknya. Alika sudah mendaftarkan nama nya dan menunggu antrian diruang tunggu. Setelah menunggu 30 menit akhirnya namanya dipanggil sesuai harapan nya.


"Ibu Alika!" Panggil petugas dengan suara tinggi nya.


"Yaa saya!" Sahut alika beranjak dari duduknya dan langsung melangkah masuk keruang sidang.


Alika duduk dihadapan hakim dengan penuh keyakinan. Alika terus berdzikir dalam hatinya agar semuanya sesuai dengan harapan nya hari ini.


"Selamat pagi ibu alika! Bagaimana? Apa sudah memutuskan untuk masa depan ibu selanjutnya?" Tanya hakim mencairkan suasana karena melihat wajah alika yang tegang.


"Pagi bu hakim! Yaa insyaallah saya sudah mantap memutuskan semuanya!" Jawab alika dengan tegas.


"Baik.. Apa suami ibu datang kemari untuk melakukan sidang?" Tanya hakim lagi.

__ADS_1


"Tidak!" Sahut alika singkat.


"Apa keputusan ibu sekarang? Apakah ibu akan tetap menceraikan suami ibu atau memberinya kesempatan kembali?" Tanya hakim sedikit memberikan senyum.


"Sudah! Saya memutuskan untuk tetap bercerai dari suami saya!" Sahut alika dengan penuh keyakinan dalam dirinya.


"Baik! Apakah ibu dengan sadar tanpa paksaan dari siapapun untuk tetap menceraikan suami?" Tanya lagi hakim membuat alika jadi banyak berfikir.


"Saya dengan sadar tanpa paksaan dari siapapun dan dengan penuh yakin saya ingin menceraikan suami saya tajudin!" Jawab alika penuh ketegasan.


"Baiklah kalau ibu alika sudah mantap dan yakin maka dengan ini saya menyatakan secara resmi putusan sidang hari ini ibu alika resmi berpisah dari suami ibu yang bernama tajudin bin darun sunardi dan ibu alika sudah sah secara hukum dan agama kini sudah bercerai dengan tajudin!" Ujar hakim dengan tegas satu nafas mengucapkan alika sudah resmi secara sah bercerai dari tajudin.


"Tok! Tok! Tok!" Hakim mengetuk palunya 3 kali menyatakan bahwa alika sudah selesai dan sudah resmi menyandang status jandanya.


Alika yang mendengar keputusan hakim langsung merengkuhkan tubuhnya dilantai dan bersujud syukur karena sekarang sudah terbebas dari tajudin yang selalu membuatnya tersiksa. Alika menangis sejadi jadinya dan mengucapkan trimakasih pada yang maha kuasa karena sudah membantu melancarkan sidang putusan nya hari ini. Petugas dan hakim yang turun langsung membantu alika berdiri dari sujudnya. Hakim terharu melihat alika yang benar benar ingin berpisah dengan suaminya. Tanpa sadar alika langsung memeluk hakim dengan erat dan menangis dipelukan hakim tanpa sadar.


"Trimakasih bu hakim sudah mau mendukung saya untuk bercerai dari nya! Rasanya aku sudah tidak sanggup mempertahankan rumah tangga yang nggak sehat ini!" Ucap alika sesenggukan dipelukan hakim.


"Semoga dengan keputusanmu akan menjadikan hidupmu lebih baik dari sebelumnya!" Ucap hakim mengusap pipi alika dengan senyum simpulnya.


"trimakasih sekali lagi bu hakim!" Sahut alika masih sesenggukan.


"Nanti akan ada putusan dari pengadilan membawa surat ke alamat ibu alika untuk memberitahukan tanggal pengambilan akta cerai nya!" Ujar hakim dengan lembut dan memberikan senyum simpulnya pada alika.


Alika hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban dan permisi keluar dari ruang sidang karena sudah tidak sabar menemui ema. Setelah keluar dari ruang sidang alika berlari kecil mencari keberadaan ema dan langsung berhambur ke pelukan nya.


"Mamaaah!" Teriak alika berlari memeluk ema yang sudah tak menggendong cucunya karena lala berada digendongan rodiyah.


"Alika!" Ema terkejut dan membalas pelukan alika yang sedang bahagia. "Ada apa? Bagaimana keputusan sidang nya?" Tanya ema melepaskan pelukan alika dan menatap wajahnya dengan senyum lebarnya.


"Aku sudah resmi dan sah bercerai dengan tajudin mah!" Sahut alika dengan berjingkrak jingkrak tersenyum lebar merasa bahagia.

__ADS_1


"Alhamdulillah! Akhirnya kamu sudah terbebas dari status pernikahan kejam kamu!" Ujar ema dan membalikan badan menatap ke arah rodiyah dengan senyum lebarnya. "Mba anakku sudah resmi jadi janda! Alika janda baru sekarang!" Ujar ema dengan nada canda nya dan kemudian tertawa.


"Hahahahahaha..!" Alika tertawa lepas mendengar candaan ema yang menurutnya lucu.


Mereka semua menyahut candaan ema termasuk furqon dan rayan yang menyukai alika dan menunggu status alika sekarang. Alika bahagia karena keinginan nya bercerai dari suaminya sudah terkabul berkat doanya pada yang maha kuasa.


"Stelah ini kamu nggak boleh kemana mana sampai 100 hari alika! Karena kamu harus dipingit selama baru sah menjadi janda! Biar cepet kawin lagi! Hahahahahah..." Ujar rodiyah dengan nada candanya.


Alika melangkah menuju rodiyah dan mengambil lala dari gendongan nya lalu memutar mutarkan tubuhnya sembari melayangkan lala di udara dengan kedua tangan nya. Kebahagiaan alika di sambut senang oleh mereka yang melihatnya. Entah apa keputusan alika selanjutnya setelah menjadi janda. Apakah alika akan menikah lagi sesuai dengan lamaran yuda waktu itu? Atau akan hidup sendiri dulu untuk mengobati luka nya yang selama ini bersarang dihatinya. Entahlah!


...****************...


TAMAT


***


Haaay semuanya bagi para pembaca cerita NASIB dan TAKDIR.


Trimakasih dukungan nya yang sudah membaca cerita kisah alika selama menikah dengan tajudin.


Jangan lewatkan untuk cerita alika selanjutnya yang berjudul *JANDA BERKARAT* Judul tersebut adalah kisah alika selama menjadi janda. Dan kehidupan alika yang menjadi janda tak kalah pahit dari kisah sebelumnya. Akan banyak penderitaan yang lebih sakit dari kisah alika sebelumnya.


Simak terus kisah kelanjutan nya yaa? Mohon dukungan dan saran nya!


Trimakasih 🥰🙏


***


COVER CERITA NOVEL *JANDA BERKARAT*


__ADS_1


__ADS_2