NASIB Dan TAKDIR

NASIB Dan TAKDIR
54.CLUB X


__ADS_3

Tak terasa sudah satu bulan keseharian alika tanpa tajudin setelah kedatangan nya yang membuat alika tertekan. Alika melakukan aktifitas nya seperti biasa setiap harinya. Lala anak alika kini sudah berusia empat bulan dan sudah bisa diajak bicara dan bercanda. Alika bagaikan mempunyai boneka hidup sebagai penawar luka nya selama ini.


Alika saat ini sedang sibuk membersihkan rumah nya tak peduli meski banyak tamu ema yang berdatangan dari mana saja. Ada 3 orang pria datang meminta bantuan pada ema untuk mengurus suratnya di PT jakarta agar mereka bisa berangkat berlayar dilaut luar negeri korea dengan imbalan uang berjuta juta ema menerima tawaran itu. Saat alika sedang menyapu lantai rumah nya ada sepasang mata yang selalu memperhatikan alika yang sembari menggendong anaknya menggunakan kain gendong nya. Ketiga pria itu bernama Yudi dan Yuda yang kakak beradik dan satu teman nya yang bernama Amin. Yuda menyukai alika karena melihat alika sekilas saat alika menyapu lantai nya hingga halaman rumah nya. Tanpa disadari oleh alika yuda diam diam bertanya pada ema tentang alika.


"Itu siapa bu ema?" Tanya yuda yang duduk disamping ema bersama yang lain.


"Oooh itu anakku namanya Alika!" Jawab ema dan kembali membaca berkas yang harus ia urus.


"Apa ada suaminya?" Tanya yuda lagi membuat ema tidak fokus membaca berkasnya.


"Ada.. Tapi sedang pisah rumah! Mungkin alika akan mengurus perceraian nya nanti jika dia sudah siap!" Jawab ema lagi dan menatap yuda. "Memang nya ada apa?" Tanya ema yang merasa heran dengan pertanyaan tamu nya.


"Oooh nggak pa pa cuma ingin tau ajah!" Sahut yuda lalu kembali mengobrol dengan teman nya.


Yuda berharap alika akan keluar lagi dan dirinya akan mengajaknya berkenalan. Namun sayang hingga yuda pulang alika tidak kembali menunjukan batang hidung nya. Karena alika bukan tipe wanita yang suka caper jika ada pria yang ingin mendekatinya.


......................


Kini Dirumah tajudin telah terjadi kegaduhan yang dilakukan oleh tajudin. Keluarga tajudin tidak tau dia kenapa sampai hampir setiap hari dirinya membuat gaduh bahkan sampai merusak barang barang dirumah nya.


"Praang! Praaang! Brukh! Brukh!"


Tajudin membuat ulah melampiaskan emosinya dengan merusak semua barang yang dilihatnya.


"Kamu ini kenapa sih diin?! Itu fas bunga harga nya mahal! Televisi juga kamu rusak begitu saja! Siapa yang membuat kamu seperti ini?" Teriak dariyah stres melihat tajudin setiap hari mengamuk entah apa masalahnya.


Dari sejak kepulangan nya dari rumah alika tajudin frustasi bahkan bertingkah seperti orang gila sampai mabuk-mabukan bahkan hingga main perempuan. Saat hari sudah berubah malam tajudin diantar oleh seorang wanita yang memakai baju sexy membawa tajudin pulang dengan tergopoh gopoh wanita itu membantu tajudin yang sudah mabuk berat.


"Tok! Tok! Tok!"

__ADS_1


"Permisii..!" Ucap wanita itu masih menyangga lengan tajudin dibahunya berdiri di depan pintu rumah tajudin.


"Yaa siapaa?" Sahut darun dari dalam dan beranjak dari tidurnya setelah mendengar ada yang mengetuk pintu rumahnya.


"Ceklek..!"


"Siapa?" Tanya lagi darun sembari membuka pintu rumahnya dan betapa terkejutnya darun melihat anak kesayangan nya seperti itu.


"Lailahailallah Tajudin!" Terkejut darun dan mengambil alih lengan tajudin untuk dibantu darun membawa nya masuk. Setelah masuk dan ditidurkan di sofa ruang tamunya darun kembali menghampiri wanita yang mengantar anaknya. "Anakku dari mana? Kenapa dia pulang jadi seperti itu?" Tanya darun dengan wajah cemas nya.


"Dia ada ditempat hiburan pak di club X sendirian. Bahkan dia terjatuh saat melangkahkan kakinya! Jadi aku mengantar dia pulang!" Sahut wanita yang berbaju sexy itu dengan sopan.


"Oooh baiklah trimakasih sudah mau membawa anakku pulang! Adek rumah nya dimana? Terus pulang naik apa? Apa mau menginap disini saja? Ini sudah tengah malam." Ujar darun mengajukan beberapa pertanyaan membuat wanita itu bingung untuk menjawabnya.


"Mmm aku pulang nanti di antar teman ku! Tadi aku sudah menelfon nya. Kalau begitu aku permisi pulang dulu pak! Marii.." Jawab wanita itu lalu pergi meninggalkan rumah tajudin.


Darun cemas dan khawatir dengan keadaan tajudin yang sudah satu bulan ini suka marah marah nggak jelas bahkan sekarang malah semakin menjadi dengan mabuk-mabukan hingga bermain perempuan untuk melampiaskan hasratnya. Tajudin kembali seperti saat dulu ia belum mengenal alika yang suka main perempuan dan mabuk tapi hanya mabuk untuk sekedar menghilangkan rasa capeknya saja.


......................


Keesokan harinya dirumah alika seperti biasa alika membersihkan rumah nya dan kembali mengurus lala anaknya dengan telaten dan penuh kasih sayang. Alika kini sudah mulai bisa berdamai dengan keadaan dan tidak terlalu memikirkan sesuatu yang buruk untuk dirinya kedepan nya.


Seperti biasa saat alika membersihkan rumahnya yuda kembali datang menemui ema untuk membicarakan masalah berkas yang akan di urus nya.


"Maaf bu ema! Saya mau tanya!" Ucap yuda yang membuyarkan keseriusan ema membaca berkas nya.


"Yaa mau tanya apa?" Jawab ema dengan wajah seriusnya.


"Apa boleh aku minta nomer ponsel anak ibu yang bernama alika?" Tanya yuda dengan jantan nya meminta langsung pada sang ibu.

__ADS_1


"Memang nya kenapa? Kok tiba tiba minta nomer ponsel anakku?" Tanya ema lagi sedikit lebih serius.


"Aku menyukai anak bu ema! Jika di ijinkan sepulang dari berlayar di Korea aku akan menikahinya!" Ujar yuda dengan penuh keyakinan pada ema sang ibu.


Ema terdiam! Ema terkejut dengan ungkapan perasaan yuda yang dengan terang terangan melamar alika meskipun status alika masih seorang istri dari tajudin. Ema yang terdiam berfikir jawaban apa yang akan ema berikan pada yuda yang dengan jujur dan gentle man mengutarakan keseriusan nya.


"Gimana bu? Boleh?" Tanya yuda lagi membuyarkan lamunan ema.


"Oooh aku tanyakan dulu pada alika! Jika dia mengijinkan nanti akan aku kabari!" Sahut ema tak begitu serius menanggapi pria yang menyukai alika dihadapan nya.


"Kalau gitu aku catat aja nomerku yaa? Jika alika mau suruh dia hubungi aku dinomer ini!" Ujar yuda dengan penuh percaya diri mencatat nomer nya lalu diberikan pada ema.


"Yaa nanti akan aku sampaikan!" Sahut ema lalu kembali mempelajari berkas yang akan dia urus.


Yuda terus berharap alika keluar dan akan duduk bersama diruang tamu agar yuda bisa bicara secara langsung dengan alika. Namun sayang yuda gagal lagi mengharapkan alika yang akan keluar. Alika masih tetap didalam kamarnya bermain dengan anak satu satunya yang ia punya.


......................


Sedangkan tajudin pagi pagi sekali dia sudah kembali berulah dengan keluar rumah lalu mencari keributan diluar rumah sebagai pelampiasan emosi dan sakit hati nya karena tajudin masih mencintai alika. Tajudin selalu memanggil nama alika jika dia sedang mabuk berat.


Malam hari tajudin kembali ke club x dikotanya dengan membawa uang satu juta yang dia curi dari tabungan ayahnya di bawah kasurnya. Begitulah tajudin terus berulah karena seorang alika.


"Alikaaa alikaaa! Hahahahahaha kamu wanitaku dan tidak akan pernah ada yang bisa memilikimu selain aku!" Teriak tajudin mengoceh dengan langkah gontai yang mabuk berat bahkan terjatuh hingga beberapa kali dan kembali berdiri lalu terjatuh lagi.


Tajudin frustasi karena cintanya yang terlalu besar pada alika tapi tajudin ingin selalu menyiksanya. Entah penyakit apa yang di derita tajudin sampai dia mempunyai sifat seperti itu. Sedangkan alika sudah tidak mau tau dengan kabar tajudin yang ia dengar dari kakak ipar nya yang selalu menghubunginya untuk meminta bantuan alika agar tajudin tidak kembali mabuk mabukan setiap hari bahkan sampai main perempuan. Alika sudah tidak ingin peduli lagi tentang tajudin saat tajudin mengatakan "Jangan lagi mencari aku jika suatu saat kamu membutuhkan ku! Dan jangan lagi anggap aku sebagai ayah dari anakmu!" Disitulah alika berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak mau mencari dan tidak mau mendengar kabar apapun lagi tentang tajudin. Bagi alika sekarang tajudin hanya sebuah kebodohan dirinya sendiri yang sudah mau menerima pria gila seperti tajudin.


...****************...


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2