
"Alika! Kamu dengar kan yang mama bilang barusan?" Tanya ema membuyarkan lamunan alika.
"Ah iya mah! Sebentar lagi Alika keluar. Aku mau ganti baju dulu!" Sahut alika celingukan mencari keberadaan lemarinya.
Alika seperti orang ditagih hutang saat akan menemui yuda diruang tamu. Ema yang melihat tingkah alika hanya menahan tawanya karena lucu seperti anak smp yang baru mengenal cinta. Tak berselang lama alika keluar dengan langkah perlahan menghilangkan rasa gugupnya menemui yuda diruang tamu yang sudah menunggunya bersama ema. Yuda tersenyum lebar saat melihat alika keluar dengan wajah menunduk lalu duduk dilantai yang beralaskan karpet disebelah ema. Alika tak berani mendongakkan wajahnya karena malu yuda terus menatapnya.
"Gimana kabarmu alika?" Tanya yuda menatap alika tanpa berkedip.
"Ak-Aki baik!" Jawab alika gugup.
"Mmm alika.. Bu emaa.. Maaf sebelumnya, aku datang kesini untuk membicarakan hubungan aku dan alika. Aku berniat serius untuk menjalin hubungan dengan alika untuk kedepan nya. Aku ingin menikahi alika setelah kepulanganku dari korea dua tahun yang akan datang. Jika alika berkenan menungguku yaa alhamdulillah. Dan ini ada sedikit biaya untuk mengajukan gugatan cerai di pengadilan nanti. Aku harap kepulanganku dari korea status alika sudah jelas dan tidak menggantung seperti sekarang!" Ujar yuda menjelaskan panjang lebar pada alika dan ema.
"Trimakasih nak yuda. Tapi itu semua kita kembalikan pada Allah yang maha mengatur segalanya. Jika besok belum berangkat ke korea mungkin saya akan menyuruh nak yuda melamar alika secara resmi lebih dulu. Namun sayang besok nak yuda sudah berangkat dan alika juga statusnya masih menggantung. Mungkin ini yang jadi kendala. Tapi saya doakan semoga kalian berdua saling menjaga hati demi hubungan yang lebih baik untuk kedepan nya. Amiin!" Jawab ema mengutarakan segala isi hatinya. "Bagaimana alika? Apa kamu mau dan sanggup menunggu yuda pulang sampai dua tahun mendatang?" Tanya ema menoleh ke arah alika yang berada disamping nya.
"Insyaallaah alika akan menunggu mah!" Sahut alika yang masih menundukan wajahnya.
"Yaa kalau begitu kamu sudah dengar sendiri jawaban dari alika yaa nak yuda?" Tanya ema menengahi mereka berdua agar tidak terjadi fitnah.
"Iyaa bu! Trimakasih sudah mau menunggu aku alika!" Jawab yuda dengan senyum simpulnya.
"Diminum dulu teh nya nak yuda!" Titah ema menyuruh yuda meminum teh suguhan nya.
Kini ema, alika dan yuda tengah mengobrol dan bercanda ria diruang tamu. Alika sudah menggendong anaknya karena sudah terbangun dari tidurnya. Tak berselang lama hari akhirnya berubah menjadi sore. Yuda berpamitan untuk pulang dan sekalian berpamitan meminta restu untuk berangkat ke jakarta dan berlayar dikorea besok.
Ditempat lain dikampung tajudin seperti biasa nya tajudin sudah berada di club x di jam 8 malam yang sudah ditemani oleh desi. Tajudin hanya ingin minum saja malam ini menghilangkan suntuk dirumahnya yang membuatnya jenuh. Saat desi sedang berdua dengan tajudin ada pria yang menghampiri desi dan mengajaknya ke kamar untuk melayani nya.
__ADS_1
"Desi! Sudah ada pelanggan yang menunggumu dikamar 207! Dia juga sudah membayar Dp nya!" Ucap pria asisten dari gigolo di club x itu.
"Kenapa tidak bicarakan dulu denganku? Harusnya tanya dulu aku sedang melayani orang lain atau tidak?" Kesal desi karena pria itu bicara dihadapan tajudin dan takut tajudin tidak mau lagi tidur dengan nya.
"Sudah sana! Layani dulu pelangganmu!" Titah tajudin pada desi yang terlihat sedikit kesal .
"Kamu nggak pa pa aku tinggal?" tanya desi masih mengalungkan tangan nya dilengan tajudin.
"Aku nggak pa pa! Sudah sana!" Titah tajudin lagi merasa tidak enak hati.
"Tapi kamu jangan kemana-mana sampai aku kembali yaa?" Ujar desi menyuruh tajudin menunggunya.
"Iyaa tenang saja! Sudah sana!" Usir tajudin halus agar desi tak memikirkan nya.
"Nggak lama kan?" Ujar desi bergelayut manja dibahu tajudin. "Aku sudah mandi tadi setelah melayani nya. Apa kita akan kembali melakukan nya malam ini?" Tanya desi memastikan tajudin tidak menolak nya.
"Aku lagi nggak mood buat main! Hatiku lagi klik!" Jawab tajudin sekilas melirik desi yang berada di samping nya.
Desi kecewa dan mengercutkan bibirnya kesal. Tajudin menolaknya bukan karena sedang tidak mood. Namun dia hanya sedikit merasa jijik karena desi baru saja melayani pria lain yang di dengar langsung oleh nya. Jadi mau tidak mau tajudin menahan hasrat nya malam ini dan akan kembali lagi besok.
......................
Kini hari sudah berganti pagi. Seperti biasanya alika mengerjakan pekerjaan rumah nya dengan sumringah bahagia karena semalam dia kembali mengobrol melalui telfon dengan yuda. Alika berencana akan pergi ke pengadilan agama hari ini ditemani ema. Stelah jam 10 pagi alika sudah siap dengan penampilan nya yang selalu menarik perhatian kaum adam. Meskipun hanya memakai celana levis dan kemeja panjang namun membuat pesona alika semakin terpancar.
"Alika sudah siap?" Teriak ema dari pintu rumahnya karena alika masih berada didalam kamarnya menyiapkan peralatan lala anaknya.
__ADS_1
"Iyaa sebentar!" Jawab alika teriak dari kamarnya.
Tak berselang lama alika keluar menggendong anaknya yang menggemaskan dan alika yang cantik dengan penampilan nya.
"Ayo mah!" Titah alika berjalan melangkah menuju taxi online yang sudah dipesan.
Alika dan ema pergi menuju pengadilan untuk mengajukan gugatan nya. Alika merasa gugup dengan apa yang sudah ia putuskan untuk menceraikan tajudin tanpa memberinya kesempatan lagi. Karena sudah diberi kesempatan 3x namun tajudin tak juga berubah malah semakin membuat alika membencinya. Stelah perjalanan panjang nya selama 30 menit alika akhirnya sampai di gedung pengadilan agama. Kakinya seakan kaku tak mampu berjalan memasuki gedung itu. Namun dengan tekat yang tinggi alika ingin segera mengakhiri hubungan nya dengan tajudin. Ema yang melihat alika tidak ada disamping nya dia menoleh kebelakang memastikan bahwa alika mengikuti langkahnya. Dan ternyata alika masih berdiri di depan gerbang gedung pengadilan.
"Alika! Ayooo!" Teriak ema yang melihat alika masih berdiri seperti patung.
"Alika takut mah!" Jawab alika sedikit gugup dan berkeringat dingin.
"Insyaallah semua akan baik-baik saja! Mama akan mendampingi mu! Mama juga pernah masuk kesini saat dulu mama bercerai dengan abimu." Ujar ema menguatkan alika.
Alika menatap ema dengan wajah sendunya dan mengikuti langkah ema masuk ke gedung pengadilan. Dengan langkah pasti ema membimbing alika berjalan agar mampu melangkah. Ema menemui petugas dibagian informasi untuk menanyakan cara mengajukan gugatan perceraian.
"Permisi mba..! Maaf mau tanya! Anak saya akan mengajukan gugatan cerai untuk suaminya! Cara mendaftarkan nya dimana?" Tanya ema pada petugas informasi.
"Oooh ibu masuk di ruang siaga 1 lalu mengajukan maksud anak ibu pada petugas di dalam!" Jawab petugas informasi dengan ramah menunjukan lokasi nya.
"Baik mba trimakasih!" Ujar ema dan menggandeng tangan alika untuk menuju lokasi. "Ayo alika!" Ajak ema melangkahkan kakinya menuju ruang siaga 1.
...****************...
BERSAMBUNG
__ADS_1