NASIB Dan TAKDIR

NASIB Dan TAKDIR
59.BERKAS PERKARA


__ADS_3

Kini hari sudah berganti pagi. Alika melakukan aktivitas seperti biasanya. Meski ada paman nya yang baru datang dari luar negeri tak membuat alika bermalas malasan melakukan aktivitas nya.


***


Tak terasa waktu terus berlalu kini sudah 5 bulan lama nya alika menunggu hari itu datang. Alika sangat antusias ingin segera menceraikan suaminya yang keras kepala itu. Alika kembali diantar oleh ema sang ibu untuk mendatangi kembali gedung pengadilan agama. Tak seperti di awal, kini alika sudah tidak terlalu gugup lagi untuk memasuki gedung megah dihadapan nya itu. Alika langsung memasuki ruang siaga 1 ditemani oleh ema dan alika disambut ramah oleh petugas disana.


"Selamat pagi.. Ada yang bisa kami bantu ibu?" Tanya petugas ramah dengan senyum simpulnya menyapa alika.


"Iyaa mba.. Begini 5 bulan yang lalu aku pernah mengajukan gugatan untuk menceraikan suami saya. Dan kata petugas yang bekerja disini aku disuruh datang kembali stelah 5 bulan!" Jawab alika detail dan sesekali melirik anaknya di gendongan ema.


"Atas nama siapa bu?" Tanya lagi petugas sembari menatap layar komputer nya.


"Atas nama Alika!" Jawab alika singkat.


Petugas dihadapan alika mencari nama nya yang tertera di layar komputer nya. Dan tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan informasi tentang klien di depan meja nya itu.


"Atas nama ibu alika dengan pengajuan gugatan dapat perlakuan kdrt dan tempramen yang di derita suami? Apa betul?" Tanya petugas memastikan.


"Betul mba!" Sahut alika singkat.


"Baik ibu mari ikut saya keruang siaga 2 untuk mencatat semua perkara agar diajukan kepada pihak hakim pengadilan!" Titah petugas beranjak dari duduk nya dan mengajak alika keruang siaga 2 untuk menceritakan perkara rumah tangga nya.


Alika mengikuti langkah petugas ditemani ema yang menggendong cucunya. Stelah sampai diruang siaga 2 kini alika sudah kembali duduk didepan meja yang terdapat laptop dihadapan nya.

__ADS_1


"Baik bu silahkan ceritakan semua perkara dari awal pernikahan hingga terakhir ibu alika masih satu rumah dengan suami ibu!" Jelas petugas siap mengetik perkara alika sekarang juga.


"Baik mba! Jadi waktu diawal menikah dia tidak menunjukan sikap kasar nya selama berada dirumah ku mba! Setelah aku pindah di kampung x mengikuti suami disitulah dia mulai sedikit demi sedikit memberikan perlakuan kasar bahkan melakukan pemerkosaan dalam rumah tangga hingga penganiayaan yang tak henti nya dia terus menyiksaku. Dia juga tidak pernah memberi nafkah lahir padaku malah justru diberikan pada ibunya yang jelas jelas masih mempunyai seorang suami. Selama disana aku juga tidak diberi makan dengan layak bahkan aku hanya makan singkong rebus setiap hari untuk mengganjal perutku. Itu saja saat mereka tidak ada dirumah aku baru mencari makanan yang bisa aku makan saat mereka semua pergi ke sawah dan kebun mencari kayu bakar!" Jelas alika panjang kali lebar dan petugas terus dengan fokus mengetik apa yang dia dengar dari alika.


Alika menceritakan semua perkara nya dan segala keburukan tajudin agar perceraian nya berjalan lancar dan cepat tanpa kendala. Ema yang berdiri dibelakang alika dengan fokusnya mendengarkan segala cerita alika selama berumah tangga. Ema menggeleng gelengkan kepalanya mendengar cerita alika sambil menggendong cucunya tak habis pikir ternyata menantunya bagai seorang psikopat yang terkadang halus terkadang kasar bahkan sampai tega mengurung alika berbulan bulan dirumah nya tak membiarkan dirinya pergi kemanapun meski hanya pergi kerumah tetangganya.


Setelah selesai dengan semua perkara yang alika ceritakan kini saat nya petugas menjadikan catatan nya untuk menjadi lembaran kertas dan akan diberikan pada pihak hakim untuk di urus dan menentukan tanggal sidang nya.


"Silahkan ibu alika tanda tangani disini!" Ucap petugas memberikan stempel dan menyodorkan kertas untuk ditanda tangani oleh alika. "Ibu tunggu disini sebentar yaa bu? Saya akan keruang hakim untuk menyerahkan perkara dan menentukan tanggal sidang awal!" Ucap lagi petugas dengan ramah dan beranjak meninggalkan alika juga ema diruangan nya.


Petugas dengan langkah tegas dan pasti melangkah menyusuri lorong pengadilan menuju ruang hakim dan menyerahkan berkas perkara yang harus disetujui oleh hakim lebih dulu. Stelah berjalan menyusuri lorong pengadilan petugas wanita yang tinggi putih menggunakan seragam batik khas pengadilan dengan wajah cantik nya sudah sampai diruangan hakim.


"Tok! Tok! Tok!"


"Permisi bu ada pengajuan berkas perkara yang harus disetujui dan di tentukan tanggal sidang nya!" Ucap petugas itu berdiri di depan pintu sebelum disuruh menghampiri hakim.


"Hum.. Kemari!" Titah hakim menyuruh petugas menghampirinya.


Petugas menyodorkan berkas perkara dan membaca nya dengan teliti lalu baru memutuskan apakah perkara tersebut diterima atau ditunda. Setelah selesai mempelajari berkas dihadapan nya hakim mengangguk anggukan kepalanya dan menyetujui perkara untuk segera disidangkan.


"Yaa semua sudah saya pelajari! Beri tanggal sidang nya bulan depan. Di hari senin di awal bulan!" Ucap hakim lalu menyerahkan kembali perkara pada petugas. "Saya minta kopian perkara ini untuk saya pelajari lebih lanjut!" Ucap lagi hakim dan di angguki oleh petugas


"Baik bu! Kalau begitu saya permisi keruangan saya kembali!" Jawab petugas membungkukkan badan nya dengan hormat lalu membalikan arah untuk keluar dari ruang hakim.

__ADS_1


Petugas kembali berjalan menyusuri lorong pengadilan setelah mendapat keputusan dari hakim dan menentukan tanggal sidang nya bulan depan di awal bulan. Setelah berjalan menyusuri lorong pengadilan petugas sudah sampai diruang siaga 2 untuk menyelesaikan keluhan alika dan kembali duduk di kursi meja kerjanya.


"Baik bu! Semua sudah saya laporkan kepada pihak hakim dan hakim menyetujui perkara ibu alika dan akan dia adakan sidang bulan depan di awal bulan tanggal 6 januari yaa bu! Nanti surat panggilan dari pengadilan akan datang kerumah ibu yang diantar oleh petugas pengadilan!" Ujar petugas dengan ramah menjelaskan semua pada alika.


"Alhamdulillah.. Trimakasih banyak yaa mba sudah mau membantu saya!" Jawab alika dengan senyum sumringahnya akhirnya perkara rumah tangga nya disetujui oleh pihak pengadilan dan segera di sidang bulan depan.


"Apa ada lagi yang akan kami bantu bu?" Tanya petugas memastikan kembali sebelum alika pulang dari pengadilan.


"Nggak ada mba! Kalau begitu jika semuanya sudah selesai aku permisi dulu!" Ucap alika ingin segera pulang kerumah nya.


"Semua sudah selesai! Ibu akan datang kembali bulan depan untuk sidang awal!" Jawab petugas dengan ramah.


"Baik mba kalau gitu aku permisi dulu! Trimakasih banyak yaa!" Ujar alika menyalami petugas dan beranjak meninggalkan ruang siaga 2 di susul oleh ema yang mengikuti langkah alika dari belakang.


Alika keluar dengan ema yang menggendong cucunya. Alika menoleh kebelakang dan mengambil anaknya dari gendongan ema lalu duduk sebentar untuk menyusui anaknya yang sudah merengek dari tadi. Senyum alika terus sumringah mendengar keputusan pengadilan yang menyetujui perkaranya. Ema juga ikut lega karena alika dimudahkan segala urusan nya di pengadilan.


"Alhamdulillah yaa alika.. Semuanya berjalan dengan lancar!" Ucap ema mengusap bahu alika dengan mata yang berkaca kaca.


"Iyaa mah! Aku nggak nyangka pihak pengadilan akan langsung memutuskan untuk sidang bulan depan! Aku seneng banget mah!" Jawa. Alika dengan senyum lebar nya sembari menyusui anaknya yang di tutupi kain agar tidak ada yang melihat nya.


...****************...


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2