
Hari terus berganti. Siang berganti malam. Malampun berganti pagi. Kini Alika sudah satu bulan menikah dengan tajudin. Namun dengan situasi dan keadaan yang sama kondisi alika masih seorang gadis berstatus istri. Setiap malam mereka selalu bertengkar hanya karena hal hubungan suami istri. Alika yang belum mencintai tajudin rasanya berat untuk melayani dan menyerahkan seluruhnya pada tajudin sang suami. Tajudin emosi,dia setiap hari selalu marah-marah entah karena apa masalahnya. Dipagi hari saat alika masih terlelap namun tajudin masih setia menunggunya di bawa kasur dan duduk di lantai dengan santai. Tak berselang lama alika terbangun merasa heran dengan tajudin yang terlihat lesu.
"Kak. Kenapa duduk dilantai? Kenapa tidak dikasur saja?" Tanya alika yang terkejut melihat tajudin duduk dilantai.
"Kamu sudah bangun?" Ujar tajudin tanpa menoleh melihat alika."Bangunlah. Lalu mandi,kita akan bersiap pulang kerumahmu!" Titah tajudin yang sudah siap dengan pakaian style nya.
"Apa? Kita mau pulang kerumahku?" Alika kembali menanyakan apa yang diucapkan tajudin.
"Iyaa!" Jawab tajudin singkat tanpa ekspresi.
"Yes! Yes! Yes! Akhirnya aku pulang juga!" Gumam alika antusias tanpa didengar tajudin."Yaa. Kakak tunggu sebentar. Aku akan mandi dulu!" Ujar alika langsung beranjak dari tempat tidurnya.
Alika sangat bahagia mendengar dirinya akan pulang kerumahnya. Setelah satu bulan hanya berdiam diri didalam rumah,kini alika kembali menghirup udara segar bagai burung yang keluar dari sangkar nya.
"Kak. Aku sudah siap. Kita akan berapa hari disana?" Tanya alika ingin mempersiapkan pakaian yang akan dia bawa.
"Selamanya!" Sahut tajudin singkat yang sudah tidak ingin lagi berdebat dengan istrinya.
Alika yang mendengar jawaban tajudin langsung diam setelah senyum lebarnya. Alika paham tajudin sedang malas bicara dengan nya. Alika membereskan pakaian nya tanpa berkata apapun lagi. Karena tajudin sudah menunggu nya diluar dengan ojek yang sudah dipesan nya. Ojek yang dipesan tajudin adalah tetangga nya sendiri yang berprofesi sebagai tukang ojek. Alika sudah siap dengan tas dan penampilan nya. Akhirnya alika beranjak keluar ke tempat tajudin menunggu nya. Alika tidak sempat berpamitan dengan mertuanya. Karena sang mertua sedang berada disawah. Namun tajudin sudah menyampaikan tujuan nya untuk mengantar alika pulang pada kedua orang tua nya. Alika hanya berpamitan dengan wardiyo sang kakak ipar. Wardiyo juga mengantar mereka berdua hingga depan pintu rumahnya. Kini alika sudah dalam perjalanan pulang kerumah nya. Sepanjang jalan alika selalu melebarkan senyumnya dengan duduk di sebelah jendela bis yang dia naiki. Selama perjalanan tajudin hanya selalu diam membisu tanpa mengucapkan kata dari bibirnya. Setelah perjalanan panjang kini alika sudah sampai di terminal di kota xx. Untuk menuju kerumahnya alika menggunakan angkutan umum dari terminal. Alika dan tajudin tidak memberi tahu ema bahwa dirinya akan pulang. Setelah sampai dirumahnya alika berlari layaknya anak kecil yang sudah sangat merindukan ibunya.
"Assalamulaikum maaah!" Teriak alika langsung masuk tanpa mengetuknya karena pintu tidak dikunci.
"Waalaikumsalam!" Teriak ema dari ruang keluarga yang mendengar suara alika.
"Mamaaaa..!" Alika berlari kecil dan langsung memeluk mamanya.
__ADS_1
"Alika! Kamu pulang?" Tanya ema terkejut melihat alika pulang mendadak.
"Iya mah. Aku sangat rindu sama mama!" Sahut alika dengan posisi masih memeluk mama nya.
"Dengan siapa kamu pulang?" Tanya ema merasa alika sedang ada masalah.
"Aku diantar tajudin mah. Mama tidak suka alika pulang?" Tanya alika yang melihat ekspresi ema seperti tidak antusias.
"Mama senang kamu pulang. Tapi kalian sedang tidak bertengkar kan?" Tanya ema dengan nada menyelidiki.
"Gak ko mah. Alika dan tajudin baik-baik saja!" Jawab alika berbohong menutupi keburukan tajudin.
Tajudin yang sudah duduk di ruang tamu enggan untuk masuk ke dalam dan menyalami ema sebagai mertua. Tajudin ingin melaporkan tentang alika yang sama sekali tidak ingin disentuh oleh nya. Sudah satu bulan tajudin menahan sabar tapi seakan alika enggan menyerahkan semuanya pada tajudin. Ema dan alika kini sudah berada diruang tamu. Ingin menyapa menantunya dengan gembira. Namun sikap tajudin membuat ema sedikit curiga dengan hubungan mereka berdua. Karena tajudin hanya menyalami tangan ema tanpa mencium tangan nya dengan ekspresi yang datar menahan amarah.
"Tajudin. Apa kabar kamu?" Tanya ema basa basi.
"Bagaimana kabar keluarga disana? Apakah alika selalu mencari masalah?" Tanya ema yang curiga dengan sikap menantunya.
"Alhamdulillah semua keluarga sehat. Dan alika tidak pernah mencari masalah dirumah. Hanya saja diaa.." Ujar tajudin menggantungkan ucapanya.
"Alika kenapa tajudin? Apa dia kasar padamu?" Tanya ema yang ingin tahu masalah mereka berdua.
"Maaf bu. Sebenarnya aku tidak ingin menceritakan hal ini pada ibu. Tapi karena aku tidak punya pilihan lain,aku ingin ibu sedikit memberi wawasan pada alika tentang hubungan suami istri. Agar alika sedikitnya paham dan harus bagaimana!" Ujar tajudin panjang lebar menjelaskan maksud dan tujuan nya mengantar alika pulang.
"Memang nya kenapa? Apa alika masih perawan?" Tanya ema dengan clingukan memandang tajudin dan alika bergantian.
__ADS_1
"Mm iya bu. Alika masih perawan. Dan dia tidak pernah mau disentuh sedikitpun olehku. Bahkan aku sempat berbuat kasar,tapi malah aku yang ditampar oleh alika!" Jawab tajudin yang ingin ema menasehati alika dengan perlahan.
"Apa benar alika!?" Tanya ema dengan posisi menghadap alika.
"Sebenarnya bukan alika tidak mau mah. Tapi alika takut!" Jawab alika yang merasa terpojok karena tajudin mengadukan semuanya pada ema.
"Astaghfirullahal'adzim alika!" Teriak ema menatap tajam alika."Apa yang kamu takuti hingga kamu menyiksa suamimu seperti ini! Menolak ajakan suami diatas ranjang itu dilaknat oleh yang maha kuasa nak!" Ujar ema dengan nada sedikit tinggi menasehati alika.
"Alika kan tadi sudah bilang mah. Alika bukan tidak mau. Alika takut mah!" Jawab alika dengan nada kesal tak mau disalahkan.
"Hmm ya sudah, sekarang mama tanya. Apakah tajudin membawa alika pulang untuk menceraikan alika? Atau hanya untuk tinggal disini beberapa hari?" Tanya ema yang tidak tahu tujuan tajudin yang sebenarnya.
"Aku membawa alika kemari bukan untuk menceraikan dia bu. Aku kemari hanya ingin ibu memberi sedikit wawasan tentang hubungan suami istri padanya. Kalian kan sesama perempuan,jadi tahu apa saja yang harus dijelaskan!" Jelas tajudin membuat ema mengerti apa maksudnya.
"Baiklah. Mama akan memberitahu alika yang seharusnya. Mama akan berusaha agar alika bisa mengerti." Sahut ema yang kecewa dengan anak gadisnya."Yaa sudah. Kalian istirahat dulu saja. Apa kalian sudah makan?" Tanya ema menyembunyikan emosinya.
"Aku sudah makan tadi sebelum berangkat kemari!" Jawab tajudin.
"Alika. Apa kamu sudah makan?" Tanya ema pada alika yang masih cemberut.
"Aku tidak lapar. Aku hanya ingin tidur!" Jawab alika langsung beranjak ke kamarnya dibekas kamar Tholib sang paman.
"Hmm. Maafkan sikap alika ya tajudin. Dia memang berbeda dengan yang lain. Dia itu memang lugu dalam hal seperti itu!" Ujar ema dengan ramah.
"Iyaa bu tidak apa-apa,saya mengerti!" Jawab tajudin masih dengan wajah datarnya."
__ADS_1
...****************...
BERSAMBUNG