
"Oooh alhamdulillah yaa Allah. Alika! Akhirnya kamu stabil juga." Sahut wardiyo setelah mendengar penjelasan sang dokter. "Terimakasih dok atas penanganan nya pada alika. Saya sangat lega sekali mendengar nya." Ucap wardiyo bersyukur dengan kondisi alika.
"Sama-sama pak! Semua nya tidak akan seperti ini tanpa bantuan doa dari bapak dan keluarga." Ujar dokter juwita yang juga merasa lega akan kondisi alika yang semakin membaik.
"Lalu apa tindakan selanjutnya dok?" Tanya wardiyo antusias ingin melihat alika segera sadar.
"Kita tinggal menunggu pasien sadar. Mungkin setelah satu kantong darah yang sudah disalurkan ketubuh alika akan sadar. Kita tunggu saja ya pak? Semoga semuanya baik-baik saja." Jelas dokter juwita mendoakan yang terbaik untuk pasien nya.
"Baik dok terimakasih banyak." Ucap wardiyo terharu dengan mata berkaca-kaca.
"Sama-sama pak. Kalau begitu saya permisi dulu untuk kembali keruangan, Pasien sudah boleh dijenguk. Saya permisi mari.." Ucap dokter juwita sembari melangkah pergi.
Wardiyo hanya menjawab dengan anggukan disertai senyum simpulnya dan menghampiri alika yang masih terbaring lemah di atas kasurnya. Wardiyo merasa lega karena alika sudah lepas dari masa kritisnya. Wardiyo duduk disebelah alika dengan kursi yang sudah disediakan. Wardiyo menggenggam tangan alika erat dan menciuminya karena wardiyo merasa sedih melihat kondisi adik iparnya.
***
Kini hari semakin berlalu. Hari demi hari dilalui oleh alika yang masih berada dirumah sakit sudah satu minggu lama nya. Wardiyo dengan setia nya bolak-balik kerumah sakit demi sang adik ipar. Namun tajudin tak di ijinkan mengunjungi alika dirumah sakit oleh wardiyo. Maksud wardiyo demi menjaga kesehatan mental alika, jadi untuk sementara waktu alika di pisahkan dari tajudin. Wardiyo takut alika akan kembali histeris jika melihat tajudin.
"Selamat sore alika. Bagaimana keadaan nya? Apa saja yang masih dirasakan?" Tanya dokter juwita pada alika yang sudah siuman tiga hari yang lalu.
"Saya sudah enakan dok. Kapan saya boleh pulang?" Tanya alika yang sudah tidak krasan dirumah sakit.
__ADS_1
"Saya periksa dulu ya? Jika semuanya stabil besok pagi alika sudah boleh pulang!" Jawab dokter kemudian memeriksa alika keseluruhan.
Wardiyo hanya tersenyum simpul melihat alika yang semakin hari semakin membaik diluar ekspetasinya. Wardiyo juga selalu menemani alika dua puluh empat jam full makan dan mandi juga tidur dirumah sakit demi alika. Semua mengira bahwa wardiyo sudah jatuh cinta pada alika karena sikap nya yang berlebihan. Namun pemikiran mereka semua salah, wardiyo yang sedari kecil menginginkan adik perempuan tapi tak pernah ia dapatkan. Setelah melihat alika wardiyo merasakan perasaan yang berbeda pada alika seakan sudah mengenalnya puluhan tahun yang lalu. Wardiyo hanya menganggap alika sebagai adiknya karena bagi wardiyo gadis lugu seperti alika memang pantas dijadikan adik nya.
"Alhamdulillah kondisi semuanya sudah stabil dan besok pagi alika sudah boleh pulang!" Jelas dokter juwita dengan senyum simpulnya.
"Alhamdulillah terimakasih dok!" Jawab wardiyo yang masih disebelah alika dengan berdiri menghadap sang dokter.
"Sama-sama. Kalau begitu saya permisi dulu ya?" Ujar dokter juwita membalikan badan sembari melangkah namun langkahnya terhenti dan membalikan badan kembali memanggil wardiyo."Maaf pak wardiyo bisa ikut saya keruangan sekarang? Ada sesuatu yang harus kita bicarakan!" Ucap dokter juwita masih berdiri ditempat menunggu jawaban wardiyo.
"Iya dok!" Sahut wardiyo dan berpamitan pada alika."Mm alika. Aku keruangan dokter dulu yaa? Kamu disini sendirian nggak apa-apa kan?" Tanya wardiyo sembari mengusap puncuk kepala alika.
Wardiyo tersenyum simpul sebagai jawaban kemudian pergi melangkah mengikuti dokter juwita keruangan nya. Alika yang sendirian berusaha menutup matanya tapi tidak bisa ia lakukan. Wardiyo meminta tolong pada satu suster yang berjaga untuk menjaga alika dan tidak boleh meninggalkan nya sendirian walau lima menit. Kini wardiyo sudah sampai diruangan dokter juwita dengan posisi duduk menghadap ke mejanya.
"Ada apa dokter menyuruh saya kemari?" Tanya wardiyo yang penasaran.
"Begini pak. Menyangkut tentang kondisi pasien yang sudah stabil, saya mohon dengan sangat bapak lebih memperhatikan secara extra pada pasien. Mental nya sangat terganggu tentang hal yang berbau *** pak. Saya tekan kan sekali lagi, setelah saya periksa bagian kelamin nya bahwa bengkak nya sudah sembuh total. Tapi pasien masih belum bisa melayani suaminya, karena bagian dalam ****** pasien masih terinfeksi dan masih mengeluarkan cairan hijau pekat dan berbau. Untuk obat nanti akan saya berikan dosis yang lebih tinggi agar infeksi cepat kering dan pasien bisa melakukan hubungan kembali dengan suaminya. Ada jadwal kontrol rutin yang harus dilakukan untuk terapi pengobatan vitamin untuk infeksinya ya pak! Jadi kontrol harus rutin satu minggu sekali sampai pasien benar-benar sembuh total tidak lagi kambuh." Ujar sang dokter panjang kali lebar sama dengan luas.
"Memang nya parah sekali yaa dok?" Tanya wardiyo yang penasaran kenapa bisa sampai seperti itu.
"Untuk pertama kali nya di sentuh oleh seorang pria dan berakibat seperti ini mungkin karena pihak lelaki sudah kotor karena sudah pernah bergonta-ganti pasangan sebelum menikah. Jadi bakteri yang disebabkan dari vital pria mengakibatkan banyak bakteri yang masuk kebagian dalam ****** pasien pak. Maka dari itu saya tekan kan agar pasien tidak berhubungan dulu untuk sementara sampai bakteri hilang dari suntikan vitamin yang kami berikan setiap minggunya." Jelas dokter juwita dengan wajah datar dan seriusnya.
__ADS_1
"Oooh jadi ini semua disebabkan karena dari pihak pria ya dok?" Tanya wardiyo memastikan.
"Iya pak ini karena dari pihak pria. Sedangkan pasien masih gadis dan masih bersih bagaimana mungkin bisa mendapatkan bakteri hingga menyebabkan infeksi jika bukan karena dari pihak pria yang sudah kotor?" Ujar dokter dengan penjelasan yang masuk akal.
"Oke oke dok saya baru paham sekarang! Jadi untuk sementara alika harus menjauh dulu dari suaminya begitu dok?" Tanya wardiyo yang tidak ingin alika berdekatan dengan tajudin untuk sementara.
"Pasien boleh berinteraksi dengan suaminya asalkan tidak melakukan hubungan lebih dulu sampai pasien benar-benar sembuh dan bersih!" Jelas lagi dokter juwita agar wardiyo tidak salah faham maksudnya.
"Oke baik dok saya mengerti. Apa ada lagi yang akan dijelaskan dok?" Tanya wardiyo dengan wajah tanpa ekspresi.
"Tidak ada! Nanti akan saya beri resep untuk pasien agar kondisinya terus stabil ya pak? Obat ini hanya untuk satu minggu kedepan sampai kontrol kembali. Jadi setiap kontrol pasien akan diberikan resep yang baru!" Ucap dokter dengan menengadahkan tangan nya diatas meja.
"Baik dok kalau begitu saya permisi dulu kembali keruangan alika." Ucap wardiyo berpamitan sembari mendorong kursi menggunakan kakinya.
"Iya pak silahkan!" Sahut dokter sembari mengambil map disampingnya untuk dipelajari.
Wardiyo sangat miris dengan kondisi alika yang disebabkan oleh adiknya. Wardiyo tak habis pikir tajudin bisa sebejat itu bergonta-ganti pasangan sebelum menikah dan bisa berhasil mendapatkan alika yang jelas-jelas masih perawan. Dibalik ketulusan wardiyo mengurus alika namun dirinya tak terurus karena jauh dari istrinya. Wardiyo sudah bertekad untuk kembali ke jakarta karena ingin menghindari masalahnya yang ada dirumah. Namun dirinya dikejutkan dengan kondisi alika yang mengharuskan dirinya merawat alika sampai sembuh.
...****************...
BERSAMBUNG
__ADS_1