NASIB Dan TAKDIR

NASIB Dan TAKDIR
41.SIAPA MEREKA?


__ADS_3

"Setelah perjalanan panjang nya kini alika sudah sampai dikotanya jam sepuluh malam karena fajri mengendarai mobilnya perlahan takut kandungan alika kenapa-napa jika mengendarai dengan kecepatan tinggi. Alika merasa lega dan bahagia karena sudah terpisah dari tajudin untuk sementara waktu. Bibir alika selalu tersenyum lebar saking bahagia nya. Alika hanya menggunakan daster tanpa lengan dilengkapi dengan switer lengan panjang juga jilbab instan karena alika sudah merasa gerah jika menggunakan pakaian yang berbahan tebal.


"Assalamualaikum.." Ucap alika saat memasuki rumahnya meski tak ada siapapun dirumah itu.


"Waalaikumsalam.." Sahut ema sambil membawa koper alika masuk ke dalam.


Alika tak langsung masuk ke dalam, dia duduk lebih dulu disofa ruang tamu dan meluruskan kakinya yang sedikit bengkak karena duduk di mobil seharian.


"Haaahhh... Akhirnya sampai juga!" Ucap alika menyandarkan kepalanya disandaran sofa sembari melepas switer dan hijab nya.


Alika mengambil buku di meja ruang tamu lalu mengipaskan ke wajah nya agar tidak berkeringat. Fajri dan nindia juga beristirahat sebentar untuk menghilangkan lelah nya.


"Alika! Kamu mau minum?" Tanya ema yang baru keluar dari kamarnya duduk disofa ruang tamu.


"Nggak mah! Nanti biar alika ambil sendiri kalau haus!" Sahut alika tak ingin merepotkan mama nya.


"Mah! Aku langsung pulang yah? Kasian fajri belum tidur dari semalam! Anakku rizki juga sudah rewel, mungkin karena belum mandi jadi tidak nyaman!" Ucap nindia berpamitan pada sang ibu.


"Kalian tidak menginap saja dulu disini malam ini? Nanti mama belikan makanan untuk makan malam!" Tawar ema yang tak tega melihat wajah lelah nindia.


"Iyaa de! Mending menginap saja satu malam! Biar ramai malam ini!" Tambah alika menyarankan pada adik nya.


"Tidak mah! Rumahku juga belum aku nyalakan semua lampunya! Aku juga tidak membawa pakaian ganti!" Sahut nindia tetap menolak dengan halus.


"Yaa sudah kalau gitu! Hati-hati dijalan yaa? Fajri trimakasih yaa sudah mau mengantar mama menjemput alika! Maaf mama jadi merepotkan!" Ucap ema pada fajri dengan ramah.


"Nggak apa-apa mah! Selagi aku bisa pasti akan aku bantu!" Sahut fajri sungkan."Ini mah buat kebutuhan mama, siapa tahu besok membutuhkan sesuatu! Dan ini untuk alika! Maaf hanya sedikit!" Ucap fajri menyerahkan beberapa lembar uang ratusan ribu untuk ema dan alika.


"Trimakasih nak fajri! Maaf yaa jika mama banyak merepotkan kamu dan nindia!" Sahut ema mengusap bahu fajri.


"Iyaa mah sama-sama!" Ujar fajri dan kemudian bangkit dari duduk nya."Ayo nin kita pulang! Kasihan rizki sudah tidak nyaman!" Titah fajri tak ingin berlama-lama lagi karena sudah sangat mengantuk.

__ADS_1


"Maah! Aku pulang dulu yaa!" Pamit nindia dan menyalami ema juga alika.


"Iyaa sayang! Hati-hati yaa?" Ucap ema mengusap bahu nindia dan mengantarnya hingga gerbang rumah nya.


Ema dan alika mengantar nindia hingga mobil mereka menghilang dari penglihatan nya. Alika dan ema kembali masuk kerumah dan duduk kembali di sofa ruang tamu. Alika sedikit merasa damai dan tenang tak lagi menahan emosi yang jika berdekatan dengan tajudin. Selama bersama tajudin alika menjadi pribadi yang pendiam tak banyak bicara. Alika juga selalu suka menyendiri tak ingin ditemani oleh siapapun. Jika ada yang menemaninya dia merasa risih dan tidak nyaman termasuk ema sang ibu. Alika lebih banyak menghabiskan waktunya dengan melamun sendirian di teras rumah nya. Saat sedang merenung alika dikejutkan dengan kedatangan segerombolan orang yang tak dia kenal.


"Assalamualaikum.." Ucap salah satu dari orang yang datang kerumah ema.


"Waalaikumsalam..! Maaf mencari siapa yaa?" Tanya alika tak mengenali orang tersebut.


"Ini pasti alika yaa? Mbak ema nya mana?" Sahut seorang wanita yang berbadan gemuk hitam dan menor.


"Iyaa.. Mama ada kok di dalam!" Jawab alika dengan ramah namun dengan tatapan heran.


"Maaahh! Ada yang mencari!" Teriak alika dari pintu rumahnya.


"Iyaa suruh masuk saja alika! Mama sedang mencuci gelas!" Sahut alika dengan berteriak dari dapur.


Alika bingung dengan tamu yang beramai-ramai datang kerumah nya. Karena setahu alika ema tak mempunyai teman seperti mereka. Wanita itu hanya satu diantara beberapa pria. Wanita itu bernama Rodiyah, dan di dampingi suami juga ketiga anaknya dan satu keponakan nya yang semuanya pria. Tak berselang lama ema akhirnya keluar dengan senyum sumringahnya karena teman nya sudah pada datang padahal sudah jam sebelas malam.


"Eeeh kalian sudah datang?" Sambut ema antusias.


"Iyaa mbak! Ternyata alika mirip sekali yaa sama mbak ema! Cantik!" Ucap rodiyah yang memang sedikit bawel.


"Iyaa doong! Kecantikan ibunya juga pasti akan turun pada anaknya!" Sahut ema yang sudah duduk disofa dengan percaya diri."Alika! Kenalin, mereka semua rombongan pengajian mama. Mama yang mengadakan pengajian setiap minggu nya dan mama juga mengajari mereka mengaji!" Jelas ema pada alika agar alika tidak berfikir negatif tentang dirinya.


"Mereka kan sudah dewasa mah! Kenapa nggak bisa ngaji?" Tanya alika tidak mengerti.


"Iyaa.. Mereka memang tidak bisa mengaji, makanya mama yang ajarin biar mereka bisa mengaji!" Jawab ema agar alika mengerti.


"Oooh begitu!" Sahut alika menganggukan kepalanya dengan senyum simpulnya pada mereka.

__ADS_1


"Alika! Kamu akan melahirkan disini?" Tanya rodiyah yang sudah mengetahui banyak tentang alika.


"Kok ibu tau aku akan melahirkan disini?" Tanya alika karena melihat rodiyah sudah seperti mengetahui semuanya.


"Mama kamu sudah banyak cerita tentang kamu! Tapi kita semua baru melihat kamu yaa kali ini!" Sahut rodiyah dengan bawel nya.


"Heheheheh.. Mama memang seperti itu. Suka sekali menceritakan sejarah kehidupan nya dan anak-anaknya pada orang yang menurutnya bisa diajak cerita!" Jelas alika sedikit menyindir ema agar tak menceritakan kehidupan pribadinya pada siapapun.


Semuanya berbincang-bincang dengan riangnya. Begitu juga dengan alika yang selalu tertawa lepas melihat kelucuan mereka. Alika merasa terhibur untuk melupakan kehidupan pahitnya sejenak. Namun saat sedang bercanda ria ada seorang pria yang baru datang menggunakan motor berhenti dihalaman rumah alika. Pria itu terus menatap alika dengan tatapan kagum dan semakin dalam. Pria itu turun dari motornya dan melangkah masuk akhirnya disambut oleh semua yang berada didalam.


"Assalamualaikum..!" Ucap pria itu yang bernama rayan masih menatap alika.


"Waalaikumsalam..!" Semuanya serentak menyambut rayan.


Tanpa dipersilahkan duduk rayan sudah duduk dilantai yang dialasi karpet dengan santainya bergabung dengan yang lain nya. Alika yang di tatap hanya diam tak memberikan senyum nya. Alika tidak suka dengan lelaki yang selalu cari kesempatan untuk mengambil hatinya.


"Rayan! Kamu jangan menatap alika seperti itu! Dia itu anak nya mbak ema!" Ujar rodiyah yang paham dengan tatapan rayan.


Rayan hanya tersenyum simpul tak menjawab ucapan rodiyah. Rodiyah mempunyai empat anak lelaki yang pertama bernama fikri, yang kedua bernama amin namun tidak ikut bergabung karena masih kuliah disemarang. Yang ketiga bernama wisnu dan yang terakhir bernama wahyu. Fikri sudah menikah dan sudah mempunyai satu anak perempuan. Rayan juga masih berstatus seorang suami namun saat ini sedang pisah ranjang dengan istrinya. Rayan yang suka mabuk-mabukan akhirnya di bawa rodiyah kerumah ema untuk diberi wejangan nasehat agama agar dirinya bisa berubah. Saat semua pria sedang asyik bercanda ria, rodiyah juga mengajak alika mengobrol bersama ema.


"Alika! Apa kamu bisa mengaji?" Tanya rodiyah memastikan apa anak dari ema juga jago mengaji.


"Bisa..!" Jawab alika singkat tak ingin banyak bicara.


"Boleh aku mendengar kamu mengaji?" Tanya rodiyah ingin mengetes alika apakah benar-benar bisa mengaji.


"Aku masih kotor! Aku belum mandi dan belum berwudhu! Jadi tidak diperbolehkan untuk saat ini! Jika aku mandi sekarang ini sudah tengah malam!" Jelas alika membuat rodiyah tersenyum kecut.


"Baiklah! Besok kamu mengajarkan kita mengaji yaa?" Ucap rodiyah yang sedikit tidak punya sopan santun.


...****************...

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2