
Ema sudah selesai menandatangani surat resmi dari rumah sakit untuk melakukan operasi persalinan secar alika. Setelah semuanya selesai dokter dan tim operasi semua bersiap-siap untuk melakukan tindakan selanjutnya pada alika. Ema, nindia dan yang lain nya mengantar alika keruang operasi. Setelah alika sudah dibawa masuk ema juga ingin mendampingi alika di dalam namun ditahan oleh suster yang membawa alika keruang operasi.
"Maaf silahkan ibu tunggu diluar!" Ucap suster menahan ema yang ingin ikut masuk ke dalam.
"Tapi saya ingin mendampingi anak saya melahirkan sus!" Jawab ema dengan nada khawatir.
"Maaf! Nanti akan kami kabari jika operasi sudah selesai!" Ucap suster lalu menutup pintu ruang operasi dan menguncinya.
Ema khawatir alika membutuhkan pendamping. Tapi apa daya ema tidak bisa menemani alika karena memang tidak di ijinkan masuk. Ema merogoh ponsel nya di tas miliknya untuk menghubungi tajudin kembali. Ema tak menyerah karena alika masih tanggung jawab tajudin.
"Hallo tajudin!" Ucap ema yang sudah diterima panggilan nya.
"Yaa! Ada apa bu?" Sahut tajudin diseberang telfon nya dengan nada datar nya.
"Tajudin! Alika sedang melahirkan. Dia melahirkan secara secar! Kapan kamu akan datang?" Ujar ema memberi kabar agar tidak melakukan kesalahan.
"Oooh..Maaf aku tidak bisa datang! Semoga dia sehat dan lancar semuanya! Tut! Tut! Tut!" Sahut tajudin diseberang telfon nya dan memutuskan telfon nya secara sepihak.
Ema benar-benar kecewa dengan kelakuan menantunya itu. Ingin rasanya ema menusuk nusuk perut tajudin dan merobeknya hingga organ tubuh tajudin ia acak-acak agar bisa merasakan sakit yang alika rasakan. Yang terpenting bagi ema sekarang sudah memberi kabar pada suami nya agar ema tidak disalahkan oleh pihak keluarga menantu nya itu. Ema masih setia berdiri di depan ruang operasi tanpa meninggalkan tempat itu sedetik pun. Dari jam 1 malam alika masuk ruang operasi hingga jam 4 pagi alika baru berhasil melahirkan secara secar. Alika menangis setelah mendengar suara tangis bayi yang menggema diruangan itu. Suster yang membersihkan bayi alika menunjukan nya pada alika.
"Selamat bu bayi nya perempuan. Lahir dengan selamat tanpa cacat sedikitpun!" Ujar suster dan mendekatkan wajah bayi mungil itu agar di cium oleh alika.
Setelah itu ema yang mendengar suara bayi menitikan air mata nya dan sujud syukur mensyukuri atas kebaikan sang maha kuasa memberikan kemudahan untuk alika. Setelah satu jam akhirnya alika keluar dari ruang operasi dan disambut hangat oleh ema dan yang lain nya.
"Alika! Hiks..hiks..hiks.." Ema berhambur memeluk alika yang masih berbaring di dorong perlahan oleh suster.
Ema melepas pelukan nya dan mengikuti langkah suster yang membawa alika keruang perawatan untuk di infus dan dipasang selang untuk buang air kecilnya. Bius yang diberikan alika pasca operasi masih ada dan alika masih mati rasa separuh badan. Ema dengan setia mendampingi alika yang sudah sampai diruang perawatan.
"Maaf sus! Bayi nya dimana?" Tanya ema karena ema ingin melihat cucu yang sudah ditunggu nya sejak hari jumat malam sabtu.
__ADS_1
"Bayi masih ada di ruangan bayi bu! Nanti setelah pasien sudah bisa menggerakkan tubuhnya bayi akan kami serahkan." Sahut suster dan meninggalkan ruangan alika.
"Apa jenis kelamin anakmu nak?" Tanya ema mengusap kepala alika yang sudah disamping ranjang nya.
"Anakku perempuan mah!" Sahut alika dengan nada lemas yang merasa lelah.
"Alhamdulillah.. Anakmu lahir dihari senin subuh, semoga menjadi anak yang Sholeha dan bisa mengangkat derajatmu sebagai ibu." Ujar ema mendoakan yang terbaik untuk alika.
"Mah! Aku ngantuk pengen tidur!" Ucap alika sudah tidak kuat menahan matanya empat hari tidak tidur.
"Tidurlah sayang!" Sahut ema mencium kening alika dan mengusapnya dengan lembut namun dikejutkan dengan kedatangan suster.
"Ibu alika! Saya hanya berpesan. Ibu alika tidak boleh makan dan minum sebelum buang angin ya? Setelah buang angin baru boleh makan dan minum!" Ujar suster dan menyuntikan vitamin untuk alika dan kemudian pergi dari ruangan alika.
"Iya sus trimakasih!" Sahut alika dengan nada lemas. "Mah.. Aku tidur yaa?" Ucap alika dan memejamkan matanya karena sudah tidak kuasa untuk membuka matanya.
***
Tak terasa hari sudah sore. Alika sudah bangun dari tidur nya dan disambut sang suster dengan ramah melayani alika dengan baik. Alika mencari keberadaan ema yang tidak ada diruangan nya. Suster juga meletakan kue dan Jus buah di nakas sebelah tempat alika berbaring.
"Mama saya dimana sus?" Tanya alika hanya menolehkan kepalanya.
"Orangtua nona alika sudah pulang setelah nona alika tertidur tadi pagi!" Sahut suster dengan ramah. "Jika nona membutuhkan sesuatu bisa pencet tombol disamping yaa? Nanti suster berjaga akan langsung kemari!" Ucap suster dan meninggalkan alika keluar.
Alika terdiam melihat atap tanpa bisa menggerakkan tubuhnya karena merasakan nyeri dibagian jahitan nya. Tak berselang lama senyum alika kembali melebar setelah melihat perawat membawa bayi alika dan menaruhnya disamping alika.
"Ini bu bayi nya! Silahkan disusui. Apa ibu alika sudah buang angin?" Tanya perawat sembari membereskan nakas di samping alika.
"Trimakasih.. Saya sudah buang angin sus! Mmm bisa minta tolong ranjang nya diposisikan sedikit duduk agar aku bisa makan! Aku sudah lapar sekali." Ujar alika yang beberapa hari tidak makan.
__ADS_1
"Bisa bu!" Sahut perawat dan membantu alika menyetel ranjangnya agar sedikit berposisi duduk. "Setelah makan jangan lupa bayi nya di susui yaa bu alika?" Titah perawat dengan ramah nya. "Apa ada lagi yang ingin saya bantu?" Tanya suster ingin meninggalkan ruangan alika.
"Tolong ambilkan makanan itu sus! Dan tolong dekat kan nakas nya agar aku lebih mudah mengambil sesuatu disamping!" Ucap alika dengan sedikit sungkan.
"Sudah! Apa ada lagi?" Tanya perawat lagi.
"Tidak! Trimakasih sus!" Sahut alika dengan senyum simpulnya.
Alika makan dengan lahapnya karena sudah beberapa hari tidak makan. Saat alika sedang makan dia dikejutkan dengan kedatangan ema jam 5 sore sambil membawa makanan yang disukai alika agar alika bisa makan dengan enak.
"Eeeh anak mama sudah bangun! Apa yang kamu makan?" Tanya ema sembari meletakan beberapa makanan dinakas samping alika.
"Aku lapar sekali mah! Jadi makanan yang dari rumah sakit aku makan sampai habis." Jawab alika sambil mengunyah makanan nya dengan ucapan yang tidak jelas.
"Hahahahaha.. Habiskan makananmu dulu di dalam mulut baru bicara!" Ujar ema yang lucu dengan tingkah alika. "Waaahh ini cucu mama? Masyaallah cantik sekali seperti neneknya!" Puji ema sembari mengangkat bayi alika antusias dan bahagia.
"Cantik nya seperti aku mah!" Sahut alika tidak terima dengan ucapan mama nya.
"Hahahahaha.. Akan kamu beri nama siapa sayang?" Tanya ema yang sudah menggendong cucu nya.
"Nanti aku pikirkan lagi! Apa mama sudah memberi kabar pada tajudin?" Tanya alika yang masih mengunyah makanan nya.
"DEG"
Ema tidak tau harus menjawab apa mendengar pertanyaan alika mengenai tajudin yang sudah tidak mau peduli lagi pada alika. Ema terdiam dan mengalihkan pembicaraan agar alika tak banyak pikiran karena tingkah suaminya.
...****************...
BERSAMBUNG
__ADS_1