NASIB Dan TAKDIR

NASIB Dan TAKDIR
61.SIDANG KEDUA


__ADS_3

Hari silih berganti minggu dan minggu berganti bulan. Alika tak sabar menunggu sidang lanjutan berikutnya dengan membawa dua orang saksi agar sidang keduanya bisa lancar tanpa hambatan. Alika sangat antusias bersiap untuk kembali ke pengadilan agama ditemani ema dan kedua tetangga kanan kirinya. Alika selalu melebarkan senyum nya sepanjang perjalanan. Alika sudah sangat ingin terbebas dari jeratan pernikahan nya dengan tajudin. Tak terasa perjalanan panjang ia tempuh selama 30 menit telah sampai di depan gedung pengadilan karena hari ini adalah sidang kedua nya. Alika yang sudah tau harus melakukan apa langsung memasuki antrian di depan ruang sidang duduk diruang tunggu bersama ema dan kedua saksi nya. Jantung alika berdegup kencang takut saksi yang akan ditanya oleh hakim jadi salah bicara. Setelah menunggu 30 menit diruang tunggu kini saat alika dipanggil ke dalam ruang sidang.


"Ibu Alika!" Panggil petugas dengan suara tingginya.


"Yaa saya..!" Jawab alika sambil beranjak dari duduknya dan melangkah masuk keruang sidang.


Alika dibimbing untuk duduk dihadapan hakim dan kembali disumpah untuk berkata jujur.


"Bagaimana ibu alika? Apa sudah membawa saksi yang saya perintahkan?" Tanya hakim perempuan dengan wajah datar yang menyeramkan dimata alika.


"Sudah bu hakim!" Jawab alika sedikit gemetar.


"Petugas! Panggil dua orang saksi dari ibu alika!" Titah hakim pada petugas yang bertugas memanggil giliran.


"Baik bu!" Sahut petugas berjalan menuju pintu dan memanggil dua orang saksi alika. "Saksi dari ibu alika!" Panggil petugas dengan nada tingginya.


Yang merasa dipanggil langsung beranjak dari duduk nya dan melangkah masuk ruang sidang sesuai arahan petugas. Petugas membimbing kedua orang saksi untuk bersumpah lebih dulu agar saat ditanya mereka menjawabnya dengan jujur tanpa bantuan dari alika.


"Bisa serahkan ktp nya pada saya?" Ujar hakim pada dua orang saksi.

__ADS_1


Mereka berdua kembali berdiri dan menyerahkan ktp nya pada hakim di hadapan nya dan berbalik untuk kembali duduk dikursi.


"Bapak Danur!" Panggil hakim yang langsung diacungi oleh danur tetangga alika disamping kiri. "Apa bapak tetangga dari bu Alika?" Tanya hakim lagi dengan wajah datarnya.


"Iyaa saya tetangga kiri alika dari sejak alika masih kecil!" Jawab danur menetralkan nafasnya.


"Apa yang anda tau dari rumah tangga ibu alika? Dan apa anda tau masalah mereka berdua selama menjadi tetangga dari bu alika?" Tanya hakim dengan suara bariton nya.


"Yaa saya mendengar sendiri kalau suami alika itu orang yang tempramen dan suka teriak jika di dalam rumah! Bahkan dia dengan sengaja menampar alika dihadapan ibunya saat pertengkaran!" Sahut danur dengan tegas.


"Bagaimana anda bisa melihat alika ditampar oleh suaminya saat itu?" Tanya hakim lagi.


"Karena pada saat itu saat ibu ema berteriak histeris dan saat itu juga aku menghampiri rumah alika dan masuk ke dalam rumah nya. Dan ternyata benar ada keributan dan saya melihat sendiri suami alika menampar alika 2 kali dihadapan ibunya!" Jelas lagi danur dengan nada tegas nya.


"Bapak Ali Subro!" Panggil hakim langsung diacungi oleh ali tetangga kanan alika. "Silahkan ceritakan apa yang bapak tau tentang kehidupan rumah tangga bu alika selama bertetangga dengan nya!" Tanya hakim dengan nada datarnya.


"Saya waktu itu pernah melihat suami alika tidak pernah datang dari sejak alika hamil sampai melahirkan! Bahkan dia datang disaat alika sudah melahirkan anaknya hampir dua bulan lamanya. Meskipun saya tidak melihat langsung dirumah nya tapi saya tau bahwa suami alika tidak mempunyai tanggung jawab menafkahi alika! Waktu malam itu aku mendengar pertengkaran alika dan suaminya di dalam kamarnya. Karna jendela kamar alika bersebelahan dengan jendela ruang tamu di rumah saya. Jadi saya dengan jelas mendengar semua keributan dirumah itu! Suami alika tak segan segan berbuat kasar dengan alika jika alika menolak perintah suaminya meskipun alika sedang mengurus anaknya yang rewel tapi suaminya tidak peduli. Dan saat itu alika diancam jika suatu saat anaknya akan dibawa oleh suaminya jika alika tak menuruti perintahnya! Hanya itu yang aku tau bu hakim!" Jawab ali panjang kali lebar sama dengan tinggi.


Hakim yang mendengarkan penjelasan ali mengangguk anggukan kepalanya. "Baik penjelasan diterima! Silahkan bapak bisa keluar dari ruangan!" Titah hakim dan dibimbing oleh petugas ali sudah melangkah keluar dari ruang sidang.

__ADS_1


Alika masih terdiam karena belum ditanya apapun dan hanya mendengarkan sesuai arahan dari hakim bahwa dirinya tidak boleh ikut bicara saat saksi sedang memberikan penjelasan. Saksi menjelaskan semuanya dengan lancar tanpa belepotan karna mereka menjelaskan sesuai apa yang mereka dengar dan lihat. Kini saatnya alika akan ditanya oleh hakim yang berada dihadapan nya.


"Ibu alika!" Ucap hakim menatap alika sekilas dan di angguki oleh alika. "Apa ibu sudah yakin dengan keputusan ibu untuk bercerai? Ada anak ibu yang akan menjadi korban kasih sayang anaknya yang tidak lengkap! Apa sudah dipikirkan kembali? Setidaknya beri satu kesempatan lagi untuk suami ibu berubah menjadi lebih baik!" Ujar hakim berusaha menyatukan kembali alika dan tajudin.


"Saya sudah memberinya kesempatan sebanyak 3 kali. Tapi hasilnya dia masih tidak mau berubah. Jadi keputusanku sudah bulat untuk menceraikan nya!" Jawab alika tegas.


"Baik kalau begitu sidang ditunda sampai bulan depan! Bulan depan adalah sidang putusan! Saya harap ibu alika bisa berubah pikiran untuk memberi kesempatan pada suami ibu setelah ini! Pikirkan lagi sebelum ada sidang putusan bulan depan ya bu!" Ujar hakim masih berusaha membuat alika untuk memberikan kesempatan pada tajudin.


"Iyaa bu! Akan saya pikirkan! Jika keputusan saya tetap sama maka saya akan tetap menceraikan suami saya!" Sahut alika masih berada dihadapan hakim.


"Baik sidang ditutup! Sidang putusan akan dilanjutkan bulan depan! Trimakasih! Tok! Tok! Tok!" Ucap hakim dan kemudian mengetok palunya 3 kali menunjukan bahwa sidang sudah selesai.


Alika beranjak dari duduk nya melangkah keluar sesuai arahan petugas. Ema dan lala cucunya menunggu diluar karena lala sudah rewel ingin menyusu pada alika. Lala tidak bisa dipisahkan dengan alika meski hanya 30 menit. Alika yang memberikan asi full pada anaknya membuat anaknya tak ingin lepas dari alika. Alika yang sudah diluar ruangan langsung mencari keberadaan lala karna hatinya gelisah memikirkan anaknya sejak saat sidang masih berjalan. Alika langsung mengambil lala dari gendongan ema dan menggendongnya dengan lembut. Baru beberapa saat digendong lala sudah terdiam dan langsung memeluk alika dengan eratnya seakan lala tau alika membutuhkan pelukan darinya.


"Gimana hasil sidang nya alika?" Tanya ema yang sudah melihat alika dihadapan nya.


"Alhamdulillah lancar mah! Cuma sidang masih ditunda bulan depan dengan sidang putusan! Tanggalnya nanti akan di beri surat yang dikirim dari pengadilan kerumah!" Jawab alika dengan raut wajah kecewanya karna masih harus ada sidang berikutnya.


"Yaa sudah nggak pa pa! Insyaallah bulan depan hakim bisa memutuskan dan mendukung kamu untuk menceraikan tajudin!" Ujar ema menguatkan alika mengusap bahu nya. "Yaa sudah ayo kita pulang!" Titah ema memeluk bahu alika untuk melangkah menuju parkiran karena danur dan ali tetangga alika sudah menunggunya di parkiran untuk pulang bersama menggunakan motor mereka.

__ADS_1


...****************...


BERSAMBUNG


__ADS_2