NASIB Dan TAKDIR

NASIB Dan TAKDIR
55.DAPUR REKAMAN


__ADS_3

"Alikaaa!" Panggil ema dari ruang tamu dan dijawab oleh alika dari kamarnya.


"Iyaa mah!" Teriak alika dari kamarnya dan menghampiri ema diruang tamu. "Ada apa mah?" Tanya alika yang sudah berdiri di pintu antara ruang tengah dan ruang tamu.


"Sini mama mau ngomong sebentar!" Titah ema menyuruh alika duduk dihadapan nya dilantai yang dialasi karpet.


"Kenapa mah?" Tanya alika lagi yang sudah duduk dihadapan ema.


"Ini tadi ada tamu mama yang tertarik sama kamu! Sebenarnya dia mau ngomong langsung sama kamu tapi mama larang karena takut jawaban kamu membuatnya sakit hati!" Jelas ema menghentikan ucapan nya lalu kembali bicara. "Alika.. Mama mau tanya. Bagaimana kelanjutan hubungan kamu dengan suamimu? Kamu butuh status sayang!" Ucap ema lagi dengan hati hati agar alika tidak kembali marah padanya.


"Aku sudah mantap untuk bercerai darinya mah! Tapi nanti jika aku mempunyai biaya untuk mengajukan gugatan dipengadilan!" Jawab alika dengan wajah seriusnya.


"Kalau gitu.. Cobalah kamu buka hati untuk pria yang mau dengan tulus menerima kamu dan lala anakmu!" Ucap ema memberi sedikit nasehat agar alika mau bangkit dari terpuruknya.


"Akan alika coba mah! Tapi jangan paksa alika jika tidak menyukainya meski alika sudah berusaha untuk menyukainya. Alika nggak mau keputusan yang salah saat aku ambil terulang lagi!" Jawab alika yang tidak mau menggali lubang yang sama.


"Yaa sudah.. Ini nomer ponsel pria yang bernama yuda tamu mama yang dari kemarin datang kesini meminta bantuan mama! Apa kamu pernah lihat?" Tanya ema sedikit melebarkan senyum nya.


"Iyaa aku tau dan aku lihat!" Jawab alika.


"Hubungi dia jika kamu mau berusaha menerima dan membuka hati untuknya!" Ujar ema memberikan semangat pada alika.


"Iyaa mah!" Jawab alika dan mengambil kertas bertuliskan nomer ponsel yuda dan melihatnya.


"Mama harap kamu tidak trauma karena kegagalan rumah tangga mu dengan tajudin!" Ucap ema menepuk bahu alika dan mengusapnya.


"Iyaa mah!" Jawab alika datar. "Aku masuk ke kamar dulu yaa? Lala aku tinggal sendiri takut jatuh ke lantai!" Pamit alika beranjak dari duduknya lalu melangkah menuju kamarnya.

__ADS_1


Ema melihat alika yang mau menerima kehadiran yuda tersenyum simpul karena bahagia alika mau kembali bangkit dari terpuruk nya. Namun alika yang berada dikamar nya sekarang dilema antara mau menerima yuda dikehidupan nya atau ingin mengosongkan hatinya lebih dulu untuk sekedar menenangkan hatinya. Disaat sedang melamun alika dikejutkan dengan tangisan anaknya dan akhirnya menaruh kertas itu di dompetnya. Alika berfikir jika akan menghubunginya nanti kalau hatinya sudah mulai tenang. Alika menggendong anaknya dan mengajaknya bercanda dan bermain.


......................


Ditempat lain tajudin justru semakin terpuruk karena alika sudah tidak mau dihubungi oleh nya. Tajudin kembali berulah mengajak teman nya berkelahi entah dimana letak kesalahan teman nya itu sampai dia memukulinya habis tanpa ampun.


"Buhg..Buhg..Buhg..!"


"Kurangajar! Kamu kemarin sudah memukuli ku tanpa tau apa salahku! Buhg buhg buhg!" Teman tajudin memukuli tajudin tanpa ampun karena semalam tajudin memukulinya hingga babak belur.


Tajudin tak melawan karena ia sudah dibuat KO di satu titik dimana dirinya merasa sangat kesakitan hingga teman nya semakin bebas memukulinya tanpa ampun. Hari sudah kembali malam seperti biasanya tajudin kembali menuju club x untuk menenangkan dirinya. Saat sedang minum ada satu wanita yang menghampirinya yang sejak dulu menyukai tajudin. Bahkan wanita itu rela jika ditiduri tajudin secara gratis.


"Mas! Lagi ada masalah yaa?" Tanya wanita itu yang bernama desi tetangga tajudin yang menyukai tajudin sejak dulu.


"Yaa begitulah! Karena itu aku lagi pengen nenangin diri disini!" Jawab tajudin yang sedikit berteriak karena dentuman suara musik yang keras.


"Apa kamu ingin bersenang-senang?" Tanya desi dengan nada tingginya karena suara musik di club x.


"Nggak usah mikirin masalah uang! Malam ini khusus buat kamu aku kasih gratis!" Ujar desi sembari mengeluarkan pengaman untuk tidur dengan tajudin.


"Jangan Lah! Aku risih dan tidak enak jika tidak punya uang!" Tajudin kembali menolak karena ia tidak ingin desi menuntut dirinya jika dipakai gratis oleh nya.


"Sudah ayooo! Jangan banyak berfikir!" Ajak desi menarik lengan tajudin menuju kamar yang sudah disediakan di club x.


Malam ini tajudin melaksanakan aksinya bermain kuda kudaan dengan desi sepanjang malam hingga pagi menjelang tanpa henti membuat desi dibuat kualahan oleh tajudin yang tak pernah puas dengan satu kali permainan. Namun desi masih bisa mengimbangi permainan tajudin hingga pagi menjelang. Dengan senyum lebarnya tajudin merasa puas dan menjatuhkan dirinya disamping desi berbaring. Desi memiringkan tubuhnya dan memeluk dada bidang tajudin dan mengusapnya lembut sambil menatap pria yang berada disampingnya saat ini.


"Permainanmu hebat sekali. Sampai membuat aku lelah!" Ucap desi dengan nada manja nya.

__ADS_1


Tajudin memeluk bahu desi yang tidur diatas lengan nya sebagai bantal. "Apa kamu puas?" Tanya tajudin sambil mengusap lengan desi yang masih tanpa pakaian nya.


"Aku puas sekali! Apa nanti malam kamu akan kembali kesini? Dan aku akan melayani mu gratis setiap hari!" Tawar desi membuat tajudin mengerutkan keningnya menatap desi yang dibawah dagunya.


"Nanti kau bisa rugi jika melayaniku gratis setiap hari des!" Sahut tajudin merasa tidak enak hati.


"Aku nggak masalah kok! Asal kamu tau aku memberikan ini semua karena aku mencintaimu dari dulu tajudin!" Ungkap desi membuat tajudin terdiam tak bisa berkata apapun.


Tajudin yang mendapatkan ungkapan perasaan desi akhirnya bangkit dari tidurnya lalu mengambil pakaian nya yang berserakan dimana mana dan memakai nya satu persatu.


"Maaf jika aku tidak bisa membalas perasaanmu! Tapi jika kamu ingin menikmati tubuhku maka dengan senang hati akan membuatmu terkapar setiap malam!" Ujar tajudin yang sudah pasrah jika tubuhnya ingin dinikmati oleh desi yang mencintainya.


Tajudin beranjak dari duduknya dan sudah memakai bajunya lengkap lalu menghampiri desi yang masih menutupi tubuhnya dengan selimut diatas kasurnya dan mencium kening desi lalu melepaskan nya menatap desi.


"Maafkan aku!" Ucap tajudin setelah mengecup kening desi lalu pergi begitu saja tanpa memikirkan perasaan desi. Desi yang mendapatkan perlakuan manis dari tajudin hanya bisa meneteskan airmata nya. Dadanya terasa sesak dan memeluk kedua lututnya menenggelamkan wajahnya diantara lututnya menangis sejadi jadinya.


"Aku menjadi seperti ini karena mu tajudin. Aku mencintaimu tapi aku disakiti oleh pria lain yang mencintaiku. Aku terjerumus ke lembah hitam ini karena pria itu merenggut kesucianku yang dengan keras aku jaga untukmu! Aku kecewa dan sakit hati akhirnya aku masuk ke dunia gelap ini!" Gumam desi dengan tangis nya diatas kasur.


......................


Dipagi ini alika merasa semangat mengerjakan pekerjaan rumahnya dengan hati yang berbunga-bunga. Entah epa yang membuatnya bahagia sampai dia menyapu rumah nya sambil bernyanyi dengan suara merdunya hingga tetangga yang mendengarnya berjoget saat mendengar alika bernyanyi.


"Alika! Lagi dong nyanyi nyaa.. Suara kamu sangat indah. Harusnya kamu masuk ke dapur rekaman!" Ucap tetangga yang mendengar alika bernyanyi.


"Laah jangankan masuk dapur rekaman om! Masuk ke dapur untuk masak saja sudah buat aku malas memasak apalagi masuk dapur rekaman takut suaraku hilang begitu saja! Hahahahahaha..." Jawab alika dengan ceplas ceplos nya yang tidak dikeluarkan sejak menikah dengan tajudin.


Alika kembali ceria seperti dulu dengan tingkah ceplas ceplosnya yang membuat orang menyukainya. Alika jadi jutek dan pendiam setelah meninggalnya sang kakek dan ditambah pernikahan nya dengan tajudin yang tempramen membuat alika jadi berubah hilang keceriaan nya.

__ADS_1


...****************...


BERSAMBUNG


__ADS_2