
"Assalamualaikum!" Ucap Alika dan tajudin bersamaan setelah sampai dirumah tajudin.
"Waalaikumsalam!" Jawab dariyah yang sedang berada diruang keluarga.
Alika menyalami tangan ibu mertuanya dengan lembut. Alika juga menyalami bapak mertuanya namun darun hanya diam seakan alika tak terlihat. Matanya fokus menonton televisi yang ada dihadapan nya. Alika menarik kembali tangan nya dan melangkah pergi menuju kamar nya. Tajudin yang melihat alika tak dihiraukan oleh bapak nya hanya diam saja sambil menyeret koper milik alika. Alika akhirnya bergegas mengganti pakaian nya dan menaiki kasurnya untuk tidur. Saat alika akan berbaring tajudin menahan nya.
"Alika! Apa kamu sudah di ijinkan untuk disentuh?" Tanya tajudin karena sudah merasa ingin.
"Aku tidak tahu. Aku juga harus kerumah sakit lebih dulu untuk diperiksa!" Jawab alika dengan nada datar nya tanpa ekspresi.
"Baiklah! Besok kita kontrol kerumah sakit yaa?" Ajak tajudin berusaha merayu alika.
"Kemana saja sejak kemarin? Kenapa baru sekarang mengajak ku untuk kontrol dirumah sakit?" Ketus alika dengan mendongakkan dagunya.
"Aku kan sudah minta maaf? Kenapa di bahas lagi? Aku akan memperbaiki semuanya!" Sahut tajudin sedikit kesal pada alika.
"Lalu? Uang dari mana kamu mengajak aku kerumah sakit?" Tanya alika ingin tahu kebohongan suaminya selama ini.
"Aku kan menyimpan uangku di tangan ibuku! Jadi aku punya tabungan untuk keperluan mendadak seperti ini!" Sahut tajudin jujur.
"Keperluan mendadak katamu? Setiap satu minggu sekali aku harus kontrol! Tapi tak pernah kamu pedulikan! Bahkan uang sepeserpun tak pernah kau berikan padaku! Kenapa? Kamu takut aku membawa kabur uang mu?" Ketus alika masih kecewa dengan suaminya.
"Sudahlah! Jangan cari ribut! Besok kita kontrol kerumah sakit!" Ujar tajudin dan beranjak dari duduknya keluar dari kamar nya.
Alika hanya melihat punggung tajudin hingga tak terlihat lagi. Dia kembali membaringkan tubuhnya yang sudah sangat lelah seharian dalam perjalanan. Alika sudah tidak peduli lagi dirinya akan di perlakukan seperti apa. Yang pasti jika tajudin berbuat ulah lagi maka dirinya harus siap meninggalkan pria yang sudah menanam benih nya di rahim alika. Sudah hampir lima bulan tajudin tak mendapatkan kebutuhan biologisnya dari alika karena infeksi yang di deritanya karena ulah tajudin.
***
__ADS_1
Kini hari sudah berganti pagi dengan sedikit mendung suasana dan udara khas gunung alika menghirup udara segar dengan wajah yang mulai berseri. Alika duduk di kursi teras depan rumah nya sendirian. Karena di dapur ada kedua mertuanya yang membuat alika menjadi malas bergabung. Karena jika bergabung dirinya akan terus di sindir dengan kata-kata yang pedas nya melebihi cabe setan. Namun alika dikejutkan dengan adanya suara teriakan memanggil namanya dari arah belakang.
"Alikaaa!" Teriak dariyah dari arah dapur.
"Iyaaa!" Sahut alika beranjak melangkah ke sumber suara."Ada apa bu?" Tanya alika setelah sampai dihadapan dariyah.
"Ini! Cucilah piring nya! Dan jangan lupa nanti sapu halaman yaa? Ibu mau ke kebun!" Titah dariyah yang tidak terima jika alika hanya berdiam diri.
"Iyaa!" Jawab alika singkat dengan wajah datar nya.
Alika hanya melihat mertuanya pergi sampai hilang dari pandangan nya. Alika mendengkus kesal dengan ulah mertuanya yang tidak ada hentinya membuat alika merasa lelah dengan kegiatan setiap hari nya. Alika mengerjakan semua yang diperintah ibu mertuanya. Dan setelah selesai alika memasak nasi menggunakan panci dengan cara di liwet hingga matang. Kemudian alika membeli sayuran di warung dan memasaknya hingga matang. Setelah matang alika makan dengan lahapnya. Saat sedang asik makan alika dikejutkan dengan kedatangan suaminya.
"Masak apa alika?" Tanya tajudin yang sudah berada di samping alika.
"Ini. Aku masak sayur sop sama tempe goreng! Kamu mau?" Sahut alika dan menawari suaminya untuk makan.
"Coba aku minta satu suap saja!" Sahut tajudin dan melebarkan mulut nya meminta di suapi oleh alika.
***
Setelah selesai makan alika sudah bersiap untuk kerumah sakit sesuai janji tajudin. Mereka menggunakan mobil ompreng untuk turun ke bawah dan menaiki bus untuk menuju rumah sakit. Setelah perjalanan panjang nya alika sudah sampai dirumah sakit bersama tajudin. Alika langsung menuju resepsionis untuk menanyakan dokter yang dulu menanganinya. Setelah selesai akhirnya alika sudah menunggu diruang dokter juwita.
"Nyonya Tajudin!" Panggil suster pendamping dokter juwita.
"Yaa saya sus!" Sahut alika berdiri dan melangkah dihadapan suster.
"Silahkan masuk! Dokter sudah menunggu!" Titah suster mempersilahkan alika masuk.
__ADS_1
Alika masuk keruangan dokter juwita di dampingi tajudin. Alika masuk dan sudah dipersilahkan duduk oleh dokter di depan meja kerjanya.
"Bagaimana bu? Ada yang dikeluhkan?" Tanya dokter juwita sambil menengadahkan kedua tangan nya di atas meja nya.
"Saya mau memeriksakan infeksi saya apakah sudah sembuh atau belum?" Ucap alika dengan senyuman ramah nya.
"Oooh.. Infeksi apa yaa bu?" Tanya dokter karena sudah lupa dengan kasus alika.
"Saya yang waktu itu pernah dirawat karena infeksi di bagian dalam kelamin disertai bengkak yang membiru!" Ujar alika sedikit malu mengutarakan nya.
"Oooh.. Nona alika yaa kalau tidak salah?" Tanya dokter yang sudah mulai mengingat pasien nya.
"Iyaa dok!" jawab alika singkat.
"Oooh baiklah! Mari bisa berbaring di sana!" Titah dokter juwita sembari menyiapkan alat-alat yang akan dipakai nya.
Alika berbaring dan mengikuti semua arahan dokter untuk diperiksa. Dengan sabar dan telaten nya dokter juwita memeriksa alika dengan lembut agar tidak merasakan sakit. Setelah semuanya selesai dokter menyuruh alika untuk kembali duduk di kursi yang tadi ia duduki di samping suaminya. Alika dan tajudin sangat penasaran karena ingin tahu hasilnya. Tajudin berharap hasilnya sesuai dengan keinginan nya. Namun berbanding terbalik pada alika yang justru tidak ingin sembuh karena dirinya harus kembali di sentuh oleh tajudin pria yang tidak di cintainya.
"Bagaimana kondisi istri saya dok?" Tanya tajudin setelah alika kembali duduk di kursi nya.
"Yaa jadi..kondisi nona alika sekarang alhamdulillah sudah sembuh dari infeksinya dan sudah benar-benar bersih. Tapi saya mohon untuk bapak tajudin jangan terlalu memaksakan kondisi nona alika. Karena tidak semua wanita kuat melayani suami lebih dari tiga kali. Lebih baik satu atau dua kali setiap hari tidak masalah daripada harus lebih dari lima kali namun akan terjadi lagi seperti ini. Saya mohon pengertian dari bapak tajudin sekaligus suami dari nona alika, tolong dimengerti dengan kondisi istri bapak yaa pak?" Ujar dokter panjang lebar menjelaskan kasus alika yang sebenarnya dengan detail.
"Iyaa dok! Jadi istri saya sudah bisa untuk melakukan hubungan dok?" Tanya tajudin memastikan.
"Sudah pak!" Jawab tegas dokter juwita.
Alika yang mendengar penjelasan dokter juwita wajah nya menjadi kecewa. Menyangkut dirinya yang masih kecewa dengan suaminya dan merasa enggan untuk memenuhi kebutuhan biologis tajudin dan dirinya sendiri. Entah apa yang dirasakan alika selama berbulan-bulan dirinya tak merasa ingin. Bahkan membayangkan dirinya bercinta pun saja tidak pernah. Selama ini alika hanya ingin menikah dengan yudi. Selain yudi dirinya tidak pernah membayangkan nya sedikitpun.
__ADS_1
...****************...
BERSAMBUNG