
Alika masih setia menunggu ema dirumah sakit sendirian. Akhirnya yang ditunggu tunggu datang juga. Ema datang langsung keruangan alika dengan semangat nya.
"Ayo alika kita pulang!" Ajak ema membuat alika sedikit bertanya tanya.
"Loohh bukan nya biaya nya belum dilunasi mah?" Tanya alika merasa heran.
"Sudah! Kita tinggal pulang. Yuuk!" Ajak ema lagi dan mengambil barang barang alika yang sudah siap untuk dibawa pulang.
"Iyaa mah!" Jawab alika dengan jalan perlahan sedikit membungkuk karena masih merasakan sakit di jahitan nya.
Ema menggandeng alika dan membawa bayinya. Ema terus tersenyum lebar karena merasa bahagia akhirnya bisa membawa alika pulang tanpa harus meninggalkan bayi nya dirumah sakit. Alika di mengambil berkas nya di bagian informasi dan kembali melangkah perlahan menuju becak yang siap mengantar alika pulang kerumah nya. Alika menaiki becak dengan hati hati karena alika takut dengan jahitan nya. Selama perjalan pulang di dalam becak alika terus bertanya tanya menoleh ke arah ema yang berada di sebelah nya selalu melebarkan senyum nya. Karena penasaran alika akhirnya bertanya pada ema agar mendapatkan jawaban.
"Mah! Apa mama sudah menjual perhiasanku?" Tanya alika menoleh ke arah ema disamping nya.
"Sudah. Dan sudah mama serahkan untuk bayar biaya rumah sakit!" Jawab ema yang masih mengajak bicara cucu nya yang ia gendong.
"Tapi kan perhiasan itu sekitar 2 juta jika semuanya terjual? Lalu mama dapet uang dari mana untuk membayar sisa nya?" Tanya alika lagi masih penasaran.
"Mama tadi kerumah Kak Fida yang mempunyai rumah sakit. Dia kan masih saudara kita. Mama memohon keringanan agar kamu bisa keluar dari rumah sakit tanpa membayar biaya sebesar itu." Jawab ema menjelaskan pada alika.
*FLASHBACK ON*
"Tok! Tok! Tok!"
"Assalamualaikum!" Ucap ema mengetuk rumah besar nan mewah di ujung jalan.
"Waalaikumsalam..!" Sahut sang penghuni rumah.
"Ka fida.. Sehat?" Ucap ema menyalami tuan rumah dengan ramah.
__ADS_1
"Eeeh ema.. Dengan siapa kemari? Ayo masuk!" Titah fida sang tuan rumah dengan ramah menyuruh ema masuk kerumah nya.
Ema mengikuti langkah fida menuju ruang tamu nya dan duduk di sofa dengan sopan.
"Silahkan duduk ema! Tumben kesini? Ada perlu apa?" Tanya fida yang sedikit heran karena ema tak pernah datang silaturahmi kerumah nya.
"Ah iyaa.. Sebelumnya saya datang kesini untuk bersilaturahmi. Dan saya mohon maaf jika sedikit lancang karena saya melakukan ini semua demi anak saya alika!" Sahut ema panjang lebar sedikit sungkan dan menahan malu hanya diangguki dan diberi senyum simpul oleh fida. "Begini! Mmm saya kesini mau minta tolong. Mmm anak saya alika masih dirumah sakit karena melahirkan. Aku sudah berusaha kesana kemari mencari biaya untuk membayar tapi hasil nya nihil. Saya hanya punya uang ini sebanyak dua juta itu saja karena menjual perhiasan alika. Dan semua biaya nya masih kurang 8 juta karena alika melahirkan secara secar. Aku mohon sama kak fida untuk sedikit memberikan keringanan agar alika anak saya bisa pulang hari ini! Saya mohon!" Ucap ema panjang lebar memohon dan mengatupkan kedua tangan nya di dadanya.
"Memang nya semua jumlah nya 10 juta? Apa operasi yang dilakukan alika?" Tanya fida mendengar biaya sebanyak itu yang harus dikeluarkan oleh ema karena ema seorang janda yang tidak bekerja.
"Jumlah semua nya 9 juta 800 ribu kak!" Sahut ema masih dengan wajah sedih nya.
"Mmm baiklah tunggu sebentar!" Ujar fida dan beranjak dari duduk nya menuju alat telfon nya di nakas dekat dengan ruang tamunya.
Fida mengangkat gagang telfon nya dan menekan tombol lalu menghubungi seseorang diseberang telfon nya namun masih didengar oleh ema karena jaraknya tidak jauh masih satu tempat diruang tamu.
"Yaa dari rumah sakit islam ada yang bisa kami bantu?" Sahut pelayan bagian informasi dirumah sakit.
"Saya Fida! Bisa bicara dengan bagian pembayaran?" Tanya fida dengan nada datar nya.
"Ooh Nyonya fida! Baik bu tunggu sebentar akan saya sambungkan dengan pihak pembayaran!" Sahut pelayan informasi dan menekan tombol yang langsung terhubung di bagian pembayaran.
"Yaa Hallo dari Rosyid Afif ada yang bisa saya bantu?" Jawab rosyid adik dari fida yang mengontrol semua bagian pembayaran dirumah sakit milik fida.
"Rosyid! Aku fida! Aku ingin kamu membebaskan pasien yang bernama alika diruang perawatan pasca melahirkan sesar! Dia keponakan kita. Jangan mintai biaya pada mereka! Dan ijinkan dia pulang malam ini juga!" Ujar fida panjang lebar pada rosyid di panggilan nya.
"Oooh oke! Akan aku urus semuanya!" Jawab rosyid dan menutup telfon nya karena sudah ditutup lebih dulu oleh fida.
Ema mendengar semua pembicaraan fida di telfon merasa lega dan langsung sujud syukur lalu mencium tangan fida dengan penuh kebahagiaan.
__ADS_1
"Trimakasih banyak kak trimakasih! Semoga kebaikan kak fida dibalas lebih oleh yang maha kuasa!" Ucap ema yang masih berdiri dihadapan fida dan menggenggam kedua tangan fida.
"Iyaa sama sama ema! Jika ada sesuatu jangan sungkan datang kemari! Jika aku bisa membantu pasti akan aku bantu!" Jawab fida dengan senyum simpulnya.
"Kalau begitu ini uang yang akan saya bayarkan tadi untuk membayar biaya nya!" Ucap ema menyerahkan uang pada fida.
"Tidak usah! Pegang saja untuk kebutuhan anakmu membeli obat dan jamu. Kamu lebih membutuhkan uang ini! Gunakan uang itu untuk perawatan anakmu pasca melahirkan agar segera sehat kembali! Dan jangan lupa bawa dia kemari jika sudah bisa keluar rumah!" Ujar fida dengan nada datarnya dan bijaksana.
"Yaa Allah.. Kebaikan apa yang sudah aku perbuat hingga menemukan orang baik seperti kak fida! Saya ucapkan banyak banyak trimakasih karena kak fida sudah mau membantu saya! Aku doakan semoga kebaikan kak fida dibalas yang lebih besar dari ini oleh yang maha kuasa. Amiin ya robb!" Ucap ema dan memeluk tante nya itu hingga meneteskan air matanya. "Kalau begitu aku permisi dulu yaa kak! Kasihan alika sudah menunggu ku sejak pagi aku tinggal sendirian takut dia khawatir!" Ucap ema dengan menggenggam kedua tangan fida dan mencium nya lagi lalu berpamitan untuk pulang.
Ema merasa senang dan bahagia juga lega karena sudah tidak perlu lagi memikirkan biaya rumah sakit yang dengan jumlah fantastis lalu bergegas menuju rumah sakit karena sudah jam 7 malam ema ingin istirahat dirumah nya.
*FLASHBACK OFF*
Alika tersenyum bahagia mendengar cerita ema di atas becak nya. Tak terasa setelah mendengar ema menceritakan kejadian nya akhirnya mereka sampai dirumah jam 10 malam. Ema dan alika sudah disambut oleh rodiyah dan pasukan nya karena mereka juga ikut membantu ema mencari biaya agar ema bisa membayar rumah sakit. Rodiyah dan pasukan nya juga sempat patungan dengan uang yang mereka punya untuk membantu ema membayar biaya rumah sakit. Alika dan ema kini sudah lega dan bahagia karena tidak membayar biaya rumah sakit dan mempunyai sedikit uang untuk kebutuhan alika dan bayi nya di kedepan nya nanti.
...****************...
BERSAMBUNG
Setelah kepulangan alika dari rumah sakit akan ada banyak kejadian dan tragedi yang menimpa alika dengan problematika yang semakin rumit.
Alika akan mengalami baby blues setelah melahirkan dan alika akan mengalami banyak tekanan di batin nya yang membuat alika semakin membenci dunia kehidupan nya sendiri.
simak terus cerita dan kisah alika hingga tamat yaa!
Jangan lupa beri jempol komen subscribe dan saran juga dukungan nya biar aku semakin semangat membuat ceritanya.
🥰🙏
__ADS_1