
Frans hari ini, menemani sang Paman narik angkot. sampai dia menemukan pekerjaan yang cocok dengan keahliannya. Paman tersenyum senang melihat banyak penumpang hari ini, terutama kaum wanita yang terpesona dengan ketampanan Frans.
"Mas ganteng-ganteng kok mau jadi Kernek angkot sich.?" tanya salah seorang pelanggan Paman, yang merupakan seorang mahasiswi cantik.
Frans hanya tersenyum, menanggapi pertanyaan gadis itu, bahkan ada juga seorang ibu-ibu yang mencubit gemes tubuh Frans. meskipun kesal, namun Frans masih mencoba untuk tersenyum ramah.
"Tampan ini ongkos nya, sisanya buat kamu saja ya." mengeringkan sebelah matanya.
"Terimakasih Tante." balas Frans.
"Kalau kayak gini terus, kamu tidak perlu cari kerja lain lagi dech Frans" goda Paman.
"Ya sich paman, tapi takutnya nanti. aku bakal jadi kejaran suami mereka, yang mengira aku telah menggoda istri-istri mereka." balas Frans yang selalu memperhatikan kearah gadis yang dilihat nya. berharap bisa menemukan Naura. Frans juga mendapatkan informasi terbaru. jika Naura berdasarkan dikota ini.
"Sayangku Naura, kamu bersembunyi di mana.?" ya Tuhan.... pertemukan lah kami berdua." bathin Frans
__ADS_1
Lisa berdiri didepan pintu, menyambut kepulangan sang ayah dan Frans. Frans keluar dengan wajah lesu. karena sudah masuk hari ketiga dia dikota ini, namun belum juga menemukan sosok cantik Naura.
"Kak Frans kok cemberut gitu, capek ya." Lisa yang suka bersikap manja, bergelayut ditangan nya.
Frans langsung berusaha melepaskan tanga Lisa, merasa tidak enak dengan pamanya. yang sedang menuju kearah mereka.
"Aku belum mandi Lisa, jangan dekat-dekat nanti ketularan bau ketek." ucap Frans berjalan menuju kamar yang telah disediakan Paman untuk nya.
"Kak Frans, aku sangat menyukai mu semenjak dulu. bahkan aku belum pernah pacaran disekolah. meskipun banyak teman laki-laki yang mendekatiku. karena kamu telah mencuri hati dan cinta ku." bathin Lisa sambil menatap punggung Frans.
"Kamu pencuri....., pencuri hatiku...., kau bawa lari... seluruh cintaku." Lisa pun terdiam karena tidak hafal lanjutan dari lagu tersebut.
Paginya, Lisa terlonjak kaget karena bangun kesiangan.
"Gimana ini aku bisa telat, pagi ini aku juga harus ujian lagi." Lisa memasang kaos kakinya, dengan tergesa-gesa. dan langsung mengeluarkan motor matic sebagai transportasi yang digunakan nya kesekolah.
__ADS_1
"Ayah...." teriak Lisa nyaring, membuat sang ayah yang masih tidur habis sholat subuh, terbangun dan berlari kerah sang Putri.
"Ada apa Lisa.? pagi-pagi bsudah teriak-teriak.?" ucap nya ayahnya memperbaiki sarungnya yang hampir melorot. karena kaget.
"Ban Motor Lisa bocor ayah," gerutunya sewot
"Sebaiknya kamu diantar Frans saja, sebab perutvayah mules ni." berjalan menuju kamar mandi.
Dengan semangat Lisa menuju kamar Frans, dia membulat kan matanya sempurna, saat melihat Frans yang yang hanya menggunakan celana pendek dan baju kaus dalaman.
"Benar-benar seksi dan roti sobeknya, waw...." pekik nya senang
Frans terbangun, dan membuka matanya. saat melihat Lisa yang menatap bagian bawahnya. refleks Frans menutup tubuhnya dengan selimut.
"Lisa apa yang kamu lakukan dikamar ini.?"
__ADS_1
"Aku....oooiya aku ingat, ban motor ku bocor. jadi harus dibawa ke bengkel dulu. kak Frans hari ini antarin aku kesekolah ya. pakai Angkot saja.." Lisa menyibak selimut dan menarik tangannya.