Naura, Cintaku Yang Hilang

Naura, Cintaku Yang Hilang
Sari pingsan


__ADS_3

Naura fokus memperhatikan badut karakter yang menyerupai Mickey Moshe itu, meskipun banyak badut yang lain yang berlomba-lomba menarik perhatian para tamu undangan. namun semua itu tidak membuat perhatian Naura tidak beralih.


"Kenapa aku begitu yakin jika itu mas Dion," gumam Naura.


"Ya Tuhan, Naura terus memperhatikan penampilanku. sepertinya istriku itu mencurigaiku, aku harus tampil sebaik mungkin agar tidak ketahuan." gumam Dion.


Disaat yang bersamaan, Frans juga menghadiri pertemuan penting dengan investor Jepang. yang juga diadakan di gedung yang sama dengan perayaan ulang tahun anak Gilang. saat mulai menginjak kan kakinya di gedung itu Frans merasa kehadiran Naura didekat nya, jantung Frans terus berpacu lebih kencang. rasa rindu membuat Frans seolah-olah mencium kembali aroma tubuh gadis yang beberapa tahun silam pernah bergelayut manja di dekapannya.


"Naura sayang, aku benar-benar merasakan kehadiranmu. apa ini hanya perasaanku saja karena terlalu merindukan kamu." gumam Frans yang kembali melanjutkan perjalanan masuk Menuju ruangan pertemuan mereka.

__ADS_1


Suasana yang semula damai dan nyaman, begitu juga dengan acara ulang tahun anak Gilang yang berjalan cukup meriah. tiba-tiba dihebohkan dengan adanya teror bom disalah salah satu ruangan, sirine bahaya langsung menyala. semua pengunjung mulai heboh dan panik meskipun pun sering diintruksikan untuk tenang dan keluar dengan tertip.


"Diberitahukan kepada seluruh pengunjung, agar tetap tenang dan tidak panik. keluar dengan tertip." teriak petugas keamanan memberikan instruksi.


Tidak ada yang mengindahkan instruksi tersebut, semua sibuk menyelesaikan diri mereka masing-masing. Suara tangisan anak-anak yang ketakutan, serta suara heboh orang-orang yang berlarian membuat Naura kewalahan berlari, dia terpisah dari sari yang semula selalu berada disampingnya.


"Mas Dion," teriak Naura dari kejauhan saat melihat suaminya itu Keluar dari pakaian badut, namun Dion tidak mendengar teriakan Naura. Dion terlihat panik sambil mengedarkan pandangannya keseliling ruangan mencari sosok istri tercintanya.


"Mas Dion," Naura kembali berteriak memangil-mangil, dan mencoba berjalan kearah suaminya, sambil memegangi perut yang mulai kesakitan. orang yang lalu lalang berlarian mencari jalan keluar atau mencari teman atau anak dan saudara mereka yang terpisah. sehingga Naura kesulitan berjalan kearah Dion.

__ADS_1


Kelalaian seorang anak kecil, yang tanpa sengaja menabrak lilin yang masih menyala untuk mempercantik kue ulang tahun. tiba-tiba menyala besar kare membakar tirai gorden, semua semakin panik teriakan semakin heboh.


Sari berusaha menolong anak kecil yang terjebak api tersebut, menarik tangan anak perempuan itu sambil menerobos kobaran api.


"Pegang tangan kakak dek," ucap Sari menjulurkan tangannya membawa bocah itu untuk lari, namun naas Sari pingsan ketika sebuah tiang penyangga dekorasi ruangan itu menimpa kepala nya. Dion yang melihat Sari pingsan tergeletak, langsung mengendongn Sari dan membimbing bocah itu Menuju tempat yang lebih aman.


"Mana mas Dion," ucap Naura panik, sementara asap sudah memenuhi sebagian ruangan, Deng susah payah akhirnya Naura mencari jalan keluar, berdesak-desakan berlomba memasuki lift, namun kembali tertutup karena sudah penuh.


Naura yang masih merasa kesakitan berusaha berjalan menuju tangga darurat, walaupun Naura yakin tidak akan mampu melewati anak tangga yang banyak, namun dia masih mencoba berusaha.

__ADS_1


__ADS_2